there’s something about geometry + architecture

March 22, 2011

Sepak Bola & Geometri

Filed under: architecture and other arts — tatalilisasa @ 19:48
Tags: ,

Saya begitu tertarik saat membaca suatu artikel yang membahas tentang kaitan geometri dan sepak bola. Saat saya berusaha kembali menuliskan hal ini, apakah terbayang di benak anda apa hubungan dan keterkaitan dua dunia yang jauh berbeda ini; dunia olahraga dan dunia matematika. Sepak bola cabang olahraga yang menuntut teknik permainan tinggi, keahlian mumpuni, dan kerja sama tim yang solid sedangkan Geometri adalah cabang matematika yang menerangkan sifat-sifat garis, sudut, bidang, ukuran, dan ruang.

Saat ditelusuri lebih jauh lagi ternyata, kedua dunia ini saling berdekatan satu sama lain. Coba kita perhatikan bagaimanakah bentuk lapangan sepakbola? Ada banyak garis yang berpotongan dan berdampingan dan sebuah upaya simetri yang dilakukan dalam pembagian lapangan sesuai dengan aturannya yang berlaku dan menjadikan permainan semakin seru. Lalu, coba bayangkan permainan sepakbola tanpa formasi? Apa yang akan terjadi dan mengapa hal ini dibutuhkan?

Uploaded with ImageShack.us
Ternyata, Dalam membuat garis batas di lapangan, unsur kesamaan sangat penting. Panjang dan pendek garis di satu sisi lapangan harus sama dengan sisi lainnya. Lapangan sepak bola memiliki ukuran panjang yang dinyatakan dalam satuan meter dan berbentuk persegi panjang. Selain itu, bentuk lain adalah setengah lingkaran di atas kotak penalti atau lingkaran penuh di tengah lapangan.Garis-garis itu memiliki ukuran yang identik. Bentuk bola yang semakin sempurna akan semakin baik dalam keakuratannya saat melayang di udara.

Uploaded with ImageShack.us

Dalam artikel yang saya baca, Geometri juga sangat penting dalam menentukan posisi bagi kiper. Ketika bola mendekati gawang, kiper harus maju. Mengapa? Semakin dekat ia dengan bola, maka sudut atau ruang tembak lawan semakin sempit. Artinya, peluang kiper untuk menahan bola pun menjadi besar.

Selain itu, formasi juga tidak lepas dari geometri. Formasi dalam sepakbola terdiri dari susunan tiga deret angka yang melambangkan jumlah pemain belakang di bilangan pertama, kemudian pemain tengah, dan terakhir pemain depan atau penyerang. Dalam artikel tersebut dikatakan

“Variasi formasi dapat diutak-atik, terutama di lapangan tengah. Sebagai contoh, formasi 4-4-2, empat pemain tengah dapat diposisikan dalam beberapa bentuk. Wajik satu pemain tengah di depan, satu di belakang, dan dua lainnya di sisi kanan dan kiri. Kotak dua di depan dan dua di belakang. Trapesium seperti kotak, tapi posisi depan dan belakang tidak sejajar.
Bentuk seperti itu tak hanya bermanfaat untuk menahan atau melakukan serangan, tapi juga untuk menjebak lawan agar masuk perangkap offside. Formasi yang rapi akan membuat pemain depan tim lawan mudah terperangkap offside.
Arsenal selalu mengandalkan bentuk kotak dan segitiga di lapangan tengahnya. Bola dapat dengan mudah bergulir dari satu kaki ke kaki pemain lain. Sepanjang musim lalu, formasi ini banyak diadopsi oleh tim Laga Primer lantaran bangunannya yang kokoh saat menyerang maupun bertahan.”

Uploaded with ImageShack.us

Dalam tulisan ini, tidak ada hal baru yang saya tambahkan, hanya teringat pernah membaca artikel tersebut, mencari, dan menuliskannya kembali dengan lebih sederhana. Mungkin, bentukan sepatu, bentuk gawang yang kotak, dan formasi para kipper dapat dianalisa lebih jauh apakah masih berkaitan dengan aspek geometri ini. Dengan menuliskan kembali artikel ini, kita sadar bahwa geometri begitu dekat dalam keseharian kita setiap harinya.

Refrensi: http://www.Bataviase.co.id

About these ads

1 Comment »

  1. Menurut saya pembahasan ini sangat menarik, dimana lapangan olahraga dapat dianalisis berdasarkan teori geometri, begitu pula dengan taktik dan strategi yang digunakan dalam pertandingannya sendiri.
    Tentunya selain sepakbola, cabang olahraga lainnya juga bisa dianalisis dengan teori geometri, hal ini menunjukkan bahwa geometri dan arsitektur sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari namun sebelumnya mungkin kita belum “aware” dengan keadaan ini.
    Dari sini terlihat bahwa kelas geometri dan arsitektur telah membuka cara pandang kita terhadap elemen-elemen yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari

    Comment by catherineviriya — March 23, 2011 @ 09:47


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: