Belakangan, gambar-gambar seperti di bawah ini sering kita temui
pada gambar tersebut terlihat seolah-olah orang dalam foto dapat menyentuh ujung puncak menara eiffel dan mendorong menara pisa dengan kakinya. padahal, pada kenyataannya tidak mungkin hal tersebut dapat dilakukan.
untuk menghasilkan foto tersebut, komposisi dan peletakan objek menjadi hal yang harus diperhatikan. semakin jauh suatu benda berada dari mata/posisi melihat, maka semakin kecil pula benda itu terlihat. begitupula sebaliknya, semakin dekat posisi suatu benda dengan mata/posisi melihat, akan semakin besar kelihatannya.
dalam kasus ini, yang berperan sebagai mata adalah kamera yang akan mengabadikan gambar tersebut. untuk menghasilkan foto seperti di atas, menara eiffel dan menara pisa, sebagai objek yang ingin terlihat lebih kecil dari seharusnya, harus berada jauh dari lensa kamera. sedangkan, orang yang akan menjadi objek pelaku pada foto tersebut harus terlihat besar, bahkan lebih besar dari pada menara-menara tersebut harus berada dekat dengan kamera. maka dari itu ketika mengambil foto dilakukan jauh dari lokasi objek penderita (menara eifel dan menara pisa) namun dekat atau bahkan close-up dengan objek pelaku.
dengan memainkan komposisi peletakan mata, menara, dan orang yang menjadi objek pelaku, didapatkanlah foto yang dapat menimbulkan persepsi, entah orangnya yang memang raksasa, atau menara-menara tersebut mengecil, atau orang tersebut berfoto bersama miniaturnya.

