there’s something about geometry + architecture

May 12, 2013

VISUAL PERCEPTION: PERMAINAN BAHASA

Filed under: architecture and other arts,perception — vaniadwi @ 10:53

Cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini, tenang ini bukan pertanyaan yang susah.. :)

1. Apa warna bunga di bawah ini?

2. Apa warna tas di bawah ini?

3. Paru-paru memompa apa?

Bagaimana, bisakah anda menjawab pertanyaan tersebut? Untuk pertanyaan pertama dan kedua, pasti semuanya dapat menjawab dengan benar yaitu warna merah, Bagaimana dengan pertanyaan ketiga? Apakah jawaban anda? Darahkah? Udarakah? Oksigen dan Karbondioksidakah? Mungkin kebanyakan orang akan menjawab darah walaupun sebenarnya jawaban yang benar adalah oksigen dan karbondioksida.

Benar atau salah tidak menjadi hal penting dalam menjawab pertanyaan ini, karena tujuan dari pertanyaan ini adalah permainan bahasa untuk memberikan jawaban yang diinginkan oleh penanya bukan kebenaran dari pertanyaan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa permainan bahasa dan kata-kata dapat membentuk visual persepsi yang sama pada setiap orang. Untuk pertanyaan di atas, visualisasi warna juga menjadi faktor pendukung dalam terbentuknya visual persepsi. Ketika melihat warna merah, otak akan mempersepsikan bahwa warna merah identik dengan darah sehingga pada pertanyaan ketiga kebanyakan kita atau mungkin hampir semua akan menjawab darah. Hal tersebut didukung dengan penggunaan kata ‘memompa’ pada pertanyaan ketiga, sama halnya dengan warna merah, otak akan mempersepsikan bahwa memompa identik dengan jantung yang memompa darah, sehingga kata paru-paru sebagai pertanyaan utama menjadi terabaikan.

Jadi permainan bahasa ini dapat membentuk visual persepsi tertentu tergantung dari pemilihan kata-kata yang digunakan dan faktor pendukung visual lainnya, untuk kasus diatas warna sebagai faktor pendukung visualisasinya. Adakah permainan bahasa dan kata-kata lainnya yang dapat membentuk visual persepsi pada kita? Jika anda punya silahkan berbagi dan kita lihat visual persepsi apa yang terbentuk.. :)

Sumber:

Dialog antara Sintya Arsitektur 2012 dan Fidyani Interior 2010 (8 Mei 2013)

wiwikpurba.blogspot.com (diakses 12 Mei 2013, 10.15 WIB)

mawarmelur.blogspot.com (diakses 12 Mei 2013, 10.20 WIB)

About these ads

3 Comments »

  1. Saya menemukan tiga versi lain dari teka-teki sejenis:
    Versi pertama:
    1. Kertas HVS warnanya apa ?
    2. Awan warnanya apa ?
    3. Tissu warnanya apa ?
    4. sapi minum apa ?

    Sontak orang akan menjawab susu, karena persepsi warna putih yang telah dibangun dari dua pertanyaan berikutnya, padahal sebenarnya jawabannya adalah air.

    Versi kedua:
    1. Rambut anda warna apa?
    2. Tulisan ini warnanya apa ??
    3. Aspal warnanya apa ???
    4. Kelelawar tidurnya kapan?

    Kemungkinan besar akan dijawab malam, karena persepsi akan warna “hitam”, sementara jawaban yang tepat yaitu siang hari.

    Versi ketiga:
    1. Cendol warnanya apa?
    2. Daun kelapa warnanya apa?
    3. Warna umum daun?
    4. Macan makan apa?

    Bukan daun tentunya, tapi daging. Namun kebanyakan orang akan secara spontan menjawab daun, lagi-lagi karena persepsi akan warna hijau yang sudah dibangun oleh tiga pertanyaan sebelumnya.

    Mungkin ketika menjawab, impuls yang dikirimkan ke otak berupa bayangan akan benda yang ditanyakan, lalu muncul warna yang kemudian ditranslasikan menjadi kata-kata. Karena ini bersifat teka-teki, sehingga orang dipaksa untuk menjawab lebih cepat, proses penerjemahan pertanyaan, menjadi bayangan, menjadi kata didahului oleh “kelatahan” orang untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan persepsi yang sama dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

    Comment by widyaulia — May 12, 2013 @ 17:50

  2. wah keren ya, berarti secara tidak sadar otak kita tertipu dengan adanya paksaan menjawab dengan cepat dan pertanyaan yang serupa. berarti dengan kata lain mencari pertanyaan yang serupa dan juga adanya pengulangan-pengulangan dari pertanyaan dengan jawaban yang sama mungkin juga menjadi faktor penting keberhasilan menipu dari teka-teki ini hehehe.
    lalu proses terjadinya seperti yang dikatakan widya tadi.
    post yang menarik. mungkin vania bisa bikin pertanyaan yg lebih banyak lagi haha

    Comment by ernestinebella — May 19, 2013 @ 15:04

  3. post yang menarik dari Vania, saya pun tertipu hahaha :D saya mencoba mengklasifikasikan persepsi yang dihasilkan dari teka-teki tersebut. pada pertanyaan nomor 1 & 2, gambar menjadi pemicu kata yang dihasilkan, atau dengan kata lain persepsi muncul dari rangsangan visual yang kemudian diterjemahkan menjadi bentuk verbal. Namun, pada peralihan dari nomor 2 ke 3, apakah yang terjadi masih berupa persepsi visual? Seperti yang tercantum pada post di atas, pertanyaan nomor 3 benar-benar berbentuk verbal tanpa rangsangan visual yang mendukung. Mungkinkah terjadi sesuatu yang – mungkin bisa dinamakan – persepsi verbal?

    Paparan Vania tepat, kita tertipu oleh kata “memompa” yang memiliki korelasi dengan “merah” sebagai hasil persepsi visual pertanyaan 1 & 2. Persepsi yang muncul pada pertanyaan 3 menurut saya murni dipengaruhi secara verbal karena otak telah merekam secara konsisten kata “merah”, dan secara otomatis menerjemahkannya menjadi “darah” ketika bertemu dengan “memompa”. Proses translasi tersebut terjadi sangat cepat, bahkan kita tidak menyadari bahwa kita telah mengabaikan “paru-paru” yang berada di awal kalimat. Bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh Law of Pragnanz, kita menyederhanakan sesuatu dengan melihat/membaca langsung ke inti kalimatnya.

    Comment by ditanadyaa — May 26, 2013 @ 16:47


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: