there’s something about geometry + architecture

April 3, 2012

Transformasi dari Permainan Tetris 2 Dimensi menjadi Karya Arsitektur 3 Dimensi

Filed under: Uncategorized — meidesta @ 20:52
Tags: , , ,

Image

Pada permainan, berbagai macam tetromino yang terdiri dari empat balok akan jatuh. Tujuan dari permainan ini adalah dengan memanipulasi tetromino yang jatuh, dengan mengerakannya ke samping atau memutarnya, sehingga akan terbentuk garis horizontal tanpa celah, ketika sudah terbentuk, tetromino tersebut akan menghilang, sehingga tetromino diatasnya akan terjatuh. Ketika permainan berlanjut, tetromino tersebut akan jatuh lebih cepat. Permainan akan berakhir apabila tetromino berikutnya terhalang sehingga tidak bisa masuk. (www.wikipedia.org)

     Jika menilik kembali ke masa lalu, permainan masa kecil menjadi salah satu memori yang tidak terlupakan. Anak-anak seusia kita, sekitar belasan tahun lalu sudah cukup senang ketika bisa dimanja hanya oleh sebuah mainan genggam yang bahkan layarnya belum berwarna. Foto diatas mengingatkan kita tentang bagaimana serunya menghabiskan waktu di depan TV sambil sibuk memencet tombol-tombol handheld game. Kita fokus untuk menata brick-brick yang jatuh secara bergantian, memutar-mutar brick untuk menemukan posisi yang paling sesuai sekaligus mengambil nafas dalam-dalam karena deg-degan atas keterbatasan waktu, sampai tiba-tiba kesal karena kadang brick-brick yang kita paksa untuk turun lebih cepat akhirnya tidak jatuh ke tujuan awal. Sebagian dari kita semestinya familiar dengan fitur mainan utama pada handheld game yang sangat populer sejak awal tahun 1985, yaitu tetris. Tetris ditemukan oleh Alexey Pajitnov. Tetris menjadi sebuah games yang sangat dan dianggap sebagai permainan terbaik sepanjang masa. Ketika dulu tetris bisa dinikmati melalui permainan di handheld game, kini tetris pun dapat dimainkan di komputer, handphone, sampai IPad. Pada awal kemunculannya, bentuk tetris hanya terdiri dari beberapa bentuk tetromino dengan warna hitam putih saja. Sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi, tetris kini sudah memiliki beragam kemasan dan bentuk permainan. Ketika saya mencoba googling kata “tetris”, yang muncul pada tampilan layar komputer saya adalah sebagai berikut

Image

Image

     Dari gambar diatas kita dapat melihat perkembangan tetris sebagai permainan sepanjang masa yang sangat kuat dengan karakter bentuk-bentuk geometris yang tersusun rapi dan membentuk komposisi baru tanpa celah. Meskipun terkesan sederhana, permainan taktik penumpukan pola tetromino lah yang kemudian membuat orang-orang ketagihan untuk memainkan tetris.

 
   

     Saya penasaran mengenai hubungan tetris dan arsitektur. Kemudian saya mencoba memasukkan keyword “tetris architecture” dan yang muncul pada tampilan layar komputer saya adalah sebagai berikut

Image

Image

     Dari foto diatas kita dapat melihat bahwa memang banyak bangunan dan furniture yang menggunakan konsep dasar tetris sebagai ide desain. Dari berbagai macam desain bangunan dan furniture tersebut, saya tertarik dengan sebuah bangunan flat “VM House” di Copenhagen yang didesain oleh Bjarke Ingels dan Julien De Smedt. Sesuai dengan ide “tetris”, bangunan flat ini terdiri atas berbagai macam komposisi dari brick-brick yang disusun sehingga bangunan terlihat solid tanpa celah namun terlihat indah karena paduan tetromino yang saling bertumpuk dan tersusun dari beragam warna. Bentuk elemen bangunan yang serupa dengan tetromino pada tetris tidak diulang lebih dari duabelas kali sehingga keunikan dan ciri khas tetris yang memiliki komposisi acak namun tanpa celah semakin terlihat menonjol pada bangunan. 

Image

Berikut elemen-elemen bentuk pada flat tersebut yang identik dengan bentuk-bentuk brick atau tetromino pada tetris

Image

Image

Image

Image

     Melihat pola perkembangan tetris yang kemudian juga diaplikasikan dalam dunia arsitektur, saya semakin melihat bahwa ternyata dalam beberapa pembentukan desain arsitektur terdapat unsur-unsur geometri yang sudah lebih dahulu dikenal dan dengan berbagai macam pendekatan bentuk geometri yang berbeda-beda. Tetris, sebuah permainan sederhana yang fenomenal dan dianggap sebagai permainan sepanjang masa pun menjadi ide sebuah karya arsitektur sehingga menciptakan ruang-ruang yang memiliki beragam komposisi dan warna. Karya arsitektur tersebut berangkat dari sebuah permainan di layar dua dimensi, ditransformasikan dalam bentuk tiga dimensi dan menjadi ruang gerak bagi manusia yang beraktivitas di dalamnya. Menakjubkan!

Sumber Pustaka

http://inilah-rusia.blogspot.com/2012/03/tetris.html ”Tetris”, 28 Maret 2012

http://it.toolbox.com/blogs/composite-apps/the-tetris-architecture-pattern-12911 ”The Tetris Architecture Pattern”, 13 N0vember 2006

http://www.faconnable.com/en/corporate/blogs/tetris-architecture/ ”Tetris Architecture”, 30 Januari 2011

http://bldgblog.blogspot.com/2006/07/architectural-tetris.html ”Architectural Tetris”, 12 Juli 2006

March 25, 2011

Wow….Rubik dan Geometri

Filed under: contemporary theories — miktha24 @ 17:10
Tags: ,

Lagi-lagi bahasan tentang geometri tidak pernah ada ujungnya…

Begitulah kiranya saya memahami tentang geometri ini bahwa segala sesuatu itu berhubungan dan tentunya, ketika kita seorang yang bijak melihat alam sekitar, maka akan terus menemukan hal baru dan unik yang dapat menjadi inspirasi kita ke depan. Sebelum saya memaparkan hal unik yang saya temukan, ada baiknya sekilas kita melihat sejarah dari rubiks itu sendiri. Rubik’s Cube™ atau lazim disebut kubus rubik adalah sebuah puzzle mekanis yang diciptakan oleh seorang professor arsitektur asal negara Hungaria yang bernama Erno Rubik pada tahun 1974. Lalu, permainan puzzle ini mencapai puncak popularitasnya di awal-awal tahun 1980-an. Bahkan sempat dikatakan bahwa pada masa tersebut rata-rata setiap rumah di Amerika Serikat mempunyai sedikitnya satu buah permainan puzzle ini. Sampai detik ini diperkirakan telah lebih dari 100.000.000 kubus rubik terjual di seluruh dunia. Namun, yang menarik bagi saya adalah bahwa yang menemukan permainan ini adalah seorang profesor di bidang arsitektur. Unbelievable !!! Erno rubik lahir pada tahun 1944 di Budapest, Hungaria, ayahnya seorang ahli mekanik dan ibunya seorang seniman. Sejak kecil Rubik lebih menyukai bidang seni. Ia suka melukis dan bersekolah di kesenian. Tapi setelah menginjak dewasa, ia mulai menyukai bidang teknik. Ia berkuliah di Universitas Budapest jurusan teknik, dan meraih gelar arsitek pada tahun 1967. Lalu, ia meneruskan sekolah di jurusan seni dekorasi, karena kecintaannya pada seni. Setelah lulus, ia menjadi dosen Jurusan desain Interior pada Akademi Seni Rupa di Budapest. Rubik dikenal sangat gemar dengan ilmu geometri. Ia suka memecahkan rumus-rumus sulit dan membahas teori-teori dalam ilmu geometri dengan mahasiswanya. Kerap kali ia menggunakan contoh-contoh yang dibuat dari kertas karton, kardus, kayu atau plastik. Mata pelajaran geometri yang membosankan itu berubah menjadi menarik dan menantang bagi mahasiswanya.

Sungguh luar biasa, hal yang bisa diciptakan oleh Erno itu hanya dengan kekagumannya terhadap benda dan ruang tiga dimensi hingga berujung pada sebuah karya yang fenomenal. Namun, betapa tidak, kita pun bisa seperti itu. Hal yang memancing ketertarikan saya adalah dari bentuk-bentuk rubik itu sendiri, yang bisa kita gunakan dalam metode desain dan perancangan studio arsitektur. Semisal ketika membentuk sebuah eksplorasi organisasi ruang atau eksplorasi bentuk dan fasad bangunan. Hal itu sangat membantu dalam hal pencarian ide. Tinggal kita memilih bentuk rubiks yang unik seperti rubiks yang terdiri dari lingkaran yang dapat dibentuk apa saja, atau bentuk rubik yang terdiri dari komposisi balok dan kubus membentuk bidang persegi. Selain itu, eksplorasi struktur juga dapat kita manfaatkan dalam bentuk rubik itu karena memiliki core sendiri sehingga kita bisa mengetahui bagian-bagian ruang yang akan kita tunjukkan.

Referensi :

1.       http://rubikscubeindonesia.blogspot.com/

2.       http://blog.beswandjarum.com/budinugroho/2010/03/22/sejarah-rubiks-cube/

3.       http://zuhrufi-latifah.blogspot.com/2010/04/erno-rubik-pencipta-permainan-rubik.html

March 22, 2011

Bermain Tangram

Filed under: perception — tatalilisasa @ 19:49
Tags: , ,

Tangram adalah permainan yang paling tua yang dikenal dalam matematika. Perminan ini dikembangkan pertama kali di negeri Cina dan sering disebut dengan puzzle china. Tangram berasal dari kata Tang dan Gram. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Thomas Hill dalam bukunya Geometrical Puzzle for the Youth pada tahun 1848.

Uploaded with ImageShack.us

Terkadang tangram dikenal dengan nama “Bujursangkar Ajaib” atau “Tujuh Keping Ajaib”. Untuk siapa saja yang melihat permainan itu, yang menyolok adalah hadirnya bentuk-bentuk dasar geometri datar (Ilmu Ukur Bidang). Tiap-tiap keping memiliki bentuk dasar, yaitu bujursangkar, segitiga siku-siku samakaki, atau jajaran genjang, sedangkan ketujuh keping itu bersama-sama membentuk bujursangkar.

Uploaded with ImageShack.us

Tangram merupakan salah satu permainan edukatif yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Permainan ini yaitu suatu permainan puzzle persegi yang dipotong menjadi 7 bagian (2 berbentuk segitiga besar,1 berbentuk persegi, 1 berbentuk jajarangenjang, 1 berbentuk segitiga sedang, dan 2 berbentuk segitiga kecil). Tangram banyak tersedia di pasaran namun juga mudah dibuat sendiri. Dengan memotong kertas menurut garis-garis berwarna biru, maka akan diperoleh tangram yang dimaksud.

Uploaded with ImageShack.us

Bentuk-bentuk ini disusun dari bentuk-bentuk bidang datar yang telah kita kenal sewaku di Taman kanak-kanak dan mendalaminya di Sekolah Dasar. Satu ukuran persegi sama sisi kemudian terbagi dalam grid-grid yang berbanding 1:1 sehingga tercipta 16 persegi sama sisi di dalamnya. Dari persegi-persegi tersebutlah, kemudian ditarik garis untuk membentuk segitiga sama kaki yang besar, sedang, dan kecil, sebuah kotak serta jajar genjang. Dari tujuh buah bentuk geometri yang tercipta, lahirlah berbagai kreatifitas yang sangat mengagumkan dalam bermain Tangram tersebut. Seperti;

Uploaded with ImageShack.us

Bentuk-bentuk ini tanpa disadari erat kaitannya dengan ilmu Geometri & Persepsi yang lebih banyak diutarakan oleh teori Gestalt. Bentukan tangram yang berasal dari bentuk-bentuk geometri sederhana menjadi media berlakunya hal tersebut. Upaya membentuknya agar bentukan akhir mendekati (law of closure) menjadi seperti bentukan hewan, tumbuhan atau apapun itu. Upaya-upaya melanjutkan bidang-bidang datar ataupun miring, mengisinya dengan sisa dari tujuh keeping lainnya juga menjelaskan akan persepsi manusia dalam law of continuity. Dalam hal yang ini ternyata dapat dihasilkan hampir 700 bentukan baik itu hewan, tanaman, benda, orang dan kegiatannya serta tipografi dari tangram. Akan terus banyak berkembang dan bertambah lagi sesuai dengan imajinasi dari pelaku permainan ini.

Uploaded with ImageShack.us

Imajinasi dan kreatifitas adalah dua hal yang sangat diasah oleh permainan matematika ini. Permainan ini membuat ilmu geometri dapat difahami dalam bentuk-bentuk yang sederhana dan mengasyikkan. Dalam tulisan ini, saya menantang kalian untuk menghasilkan bentuk-bentuk lain yang belum pernah dibuat sebelumnya.  Selamat mencoba!!!

Sepak Bola & Geometri

Filed under: architecture and other arts — tatalilisasa @ 19:48
Tags: ,

Saya begitu tertarik saat membaca suatu artikel yang membahas tentang kaitan geometri dan sepak bola. Saat saya berusaha kembali menuliskan hal ini, apakah terbayang di benak anda apa hubungan dan keterkaitan dua dunia yang jauh berbeda ini; dunia olahraga dan dunia matematika. Sepak bola cabang olahraga yang menuntut teknik permainan tinggi, keahlian mumpuni, dan kerja sama tim yang solid sedangkan Geometri adalah cabang matematika yang menerangkan sifat-sifat garis, sudut, bidang, ukuran, dan ruang.

Saat ditelusuri lebih jauh lagi ternyata, kedua dunia ini saling berdekatan satu sama lain. Coba kita perhatikan bagaimanakah bentuk lapangan sepakbola? Ada banyak garis yang berpotongan dan berdampingan dan sebuah upaya simetri yang dilakukan dalam pembagian lapangan sesuai dengan aturannya yang berlaku dan menjadikan permainan semakin seru. Lalu, coba bayangkan permainan sepakbola tanpa formasi? Apa yang akan terjadi dan mengapa hal ini dibutuhkan?

Uploaded with ImageShack.us
Ternyata, Dalam membuat garis batas di lapangan, unsur kesamaan sangat penting. Panjang dan pendek garis di satu sisi lapangan harus sama dengan sisi lainnya. Lapangan sepak bola memiliki ukuran panjang yang dinyatakan dalam satuan meter dan berbentuk persegi panjang. Selain itu, bentuk lain adalah setengah lingkaran di atas kotak penalti atau lingkaran penuh di tengah lapangan.Garis-garis itu memiliki ukuran yang identik. Bentuk bola yang semakin sempurna akan semakin baik dalam keakuratannya saat melayang di udara.

Uploaded with ImageShack.us

Dalam artikel yang saya baca, Geometri juga sangat penting dalam menentukan posisi bagi kiper. Ketika bola mendekati gawang, kiper harus maju. Mengapa? Semakin dekat ia dengan bola, maka sudut atau ruang tembak lawan semakin sempit. Artinya, peluang kiper untuk menahan bola pun menjadi besar.

Selain itu, formasi juga tidak lepas dari geometri. Formasi dalam sepakbola terdiri dari susunan tiga deret angka yang melambangkan jumlah pemain belakang di bilangan pertama, kemudian pemain tengah, dan terakhir pemain depan atau penyerang. Dalam artikel tersebut dikatakan

“Variasi formasi dapat diutak-atik, terutama di lapangan tengah. Sebagai contoh, formasi 4-4-2, empat pemain tengah dapat diposisikan dalam beberapa bentuk. Wajik satu pemain tengah di depan, satu di belakang, dan dua lainnya di sisi kanan dan kiri. Kotak dua di depan dan dua di belakang. Trapesium seperti kotak, tapi posisi depan dan belakang tidak sejajar.
Bentuk seperti itu tak hanya bermanfaat untuk menahan atau melakukan serangan, tapi juga untuk menjebak lawan agar masuk perangkap offside. Formasi yang rapi akan membuat pemain depan tim lawan mudah terperangkap offside.
Arsenal selalu mengandalkan bentuk kotak dan segitiga di lapangan tengahnya. Bola dapat dengan mudah bergulir dari satu kaki ke kaki pemain lain. Sepanjang musim lalu, formasi ini banyak diadopsi oleh tim Laga Primer lantaran bangunannya yang kokoh saat menyerang maupun bertahan.”

Uploaded with ImageShack.us

Dalam tulisan ini, tidak ada hal baru yang saya tambahkan, hanya teringat pernah membaca artikel tersebut, mencari, dan menuliskannya kembali dengan lebih sederhana. Mungkin, bentukan sepatu, bentuk gawang yang kotak, dan formasi para kipper dapat dianalisa lebih jauh apakah masih berkaitan dengan aspek geometri ini. Dengan menuliskan kembali artikel ini, kita sadar bahwa geometri begitu dekat dalam keseharian kita setiap harinya.

Refrensi: www.Bataviase.co.id

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.