Berikut adalah pandangan beberapa tokoh mengenai hubungan simetri dan asimetri
Symmetry means rest and tie, asymmetry means movement and detachment. Order and law here, arbitrariness and chance there; stiffness and compulsion here, liveliness, play, and freedom there. [...] On the one extreme … the stiffness of complete standstill; on the other … the equally terrifying formlessness of chaos. Somewhere at the ladder between the two extremes, every style, every individual, and every artwork finds its own particular place. – Rudolf Arnheim
Symmetry signifies rest and binding, asymmetry motion and loosening, the one order and law, the other arbitrariness and accident, the one formal rigidity and constraint, the other life, play and freedom. - Dagobert Frey
a struggle between two opponents of equal power, the formless chaos, on which we impose our ideas, and the all too formed monotony, which we brighten up by new accents – Ernst Gombrich
kutipan-kutipan diatas mengindikasikan bahwa simetri dan asimetri masing-masing memiliki deskripsi psikologi dan estetis yang saling melengkapi atau bahkan bertolak belakang satu sama lainnya. Tabel berikut merupakan rangkuman dari sifat-sifat psikologis dan estetika dari simetri dan asimetri
|
Symmetry |
Asymmetry |
|
Rest |
Motion |
|
Binding |
Loosening |
|
Order |
Arbitrariness |
|
Law |
Accident |
|
Formal Rigidity |
Life, play |
|
Constraint |
Freedom |
|
Boredom |
Interest |
|
Stillness |
Chaos |
|
Monotony |
Surprise |
|
Fixity |
Detachment |
|
Statis |
Flux |
|
Simplicity |
Complexity |
Aspek-aspek psikologis dan estetis diatas inilah yang akan saya jadikan acuan dalam menganalisa hubungan antara perspesi simetri-asimetri dengan penggambaran beberapa tokoh disney’s protagonist dan villains.
Secara umum, dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang cukup mencolok dari segi bentuk penggambaran tokoh protagonis dan antagonis dari film animasi disney. Tokoh-tokoh protagonis digambarkan dengan bentuk-bentuk yang lebih sleek, simetri dan teratur, sedangkan tokoh antagonis memiliki bentuk-bentuk yang lebih ‘acak’ dan bervariasi. Pada tokoh protagonis contohnya, semua Disney princesses memiliki bentuk tubuh dan wajah yang cenderung sama, sehingga penggambarannya terkesan monoton. Selain itu, elemen-elemen pembentuk karakternya, seperti rambut dan pakaian/gaun juga digambarkan dalam bentuk-bentuk yang teratur.
Lain halnya dengan penggambaran tokoh-tokoh antagonis. Bentuk-bentuk yang terdapat pada bagian tubuh tokoh-tokohnya cenderung abstrak dan acak, dan seringkali ada bagian-bagian tubuh atau pakaian yang unik dan kompleks, yang menjadi signature item dari si tokoh tersebut, sehingga ia terlihat lebih mencolok. Hal-hal tersebut memiliki hubungan dengan 2 pasangan sifat yang telah disebutkan pada tabel diatas, yaitu Monotony – Surprise, serta simplicity – complexity.
Pada film little mermaid, saya menemukan aspek lain yang memiliki hubungan selain dari segi bentuk fisik dan penokohan (sifat), yaitu dari segi pergerakan sang tokoh (movement). Ursula dan ariel sama-sama hidup dibawah laut dan bergerak dengan cara berenang. Namun, pergerakan dan bahasa tubuh Ursula terlihat lebih bebas dan dinamis, seolah-olah benar-benar mengekspresikan dirinya. Pergerakan rambut dan tentakel guritanya saat ia bergerak tidak selalu dalam arah yang sama, sedangkan bentuk yang ditimbulkan dari pergerakan ariel cenderung konstan dan teratur, arah pergerakan rambutnya cenderung mengikuti arah siripnya. Hal ini bisa dikaitkan dengan sifat binding dan loosening yang terdapat pada tabel.
Dapat disimpulkan bahwa penggambaran bentuk tokoh pada Disney’s protagonist dan villains dimana sang tokoh protagonist cenderung memiliki bentuk-bentuk simetri dan antagonis berbentuk asimetri, memiliki kesesuaian hubungan dengan sifat-sifat dari simetri dan asimetri itu sendiri. Yang pada konteks ini, hubungan yang saya lihat terdapat pada penokohan, yaitu sifat serta karakter masing-masing tokoh, dan juga movement dan gesture dari si tokoh tersebut
Sumber :
D. Frey (1949) Zum Problem der Symmetrie in der bildenden Kunst,
Studium Generale,
268–278. 10. J. Schummer (2003) Aesthetics of chemical products: materials,
molecules, and molecular models, HYLE – International Journal for Philosophy of Chemistry, , 73–104.















