there’s something about geometry + architecture

March 26, 2011

Dari Persepsi Artis Termodern, James Turrell

Filed under: architecture and other arts,perception — ferafarwah08 @ 21:48
Tags: , ,

Sebuah teori gestalt bisa digunakan dalam menganalisis elemen-elemen desain. Dengan melihat karya-karya James Turrell, seorang artis ahli light dan space. kita bisa mempesepsikan mana garis mana shape dan mana yang negative space mana yang positif space. Kita bisa memecah pengkomposisiannya dengan mudah karena ia sangat menegaskan elemen desain yang ditampilkan apa. Kemudahan ini dikaitkan kembali karena James Turrell berkaitan dengan light dan space yang sangat mudah kita lihat.

Teori gestalt terdiri dari law of proximity yang menjelaskan kemudahan untuk mengelompokkan, law of similarity yang menjelaskan kemudahan  untuk mendekatkan hal-hal yang sama, law of continuity yang menjelaskan pencarian kontinuitas, dan law of enclosure yang menjelaskan tentang penghilangan elemen lainnya dengan tetap mempertahankan kesederhanaannya. semuanya berujung pada kesederhanaan.

Mari kita lihat gambar-gambar kerja hasil James Turrell, dan menganalisis elemen desain apa saja yang dia tegaskan. Sebelumnya, terlebih dahulu adakalanya untuk mengenal elemen desain secara hakiki, elemen desain terdiri dari Point, Line, Form, shape and, space, Movement, Color, Pattern, dan Texture.

Dari gambar http://www.digicult.it/images/2010/ott/turrel.jpg , Dengan mencari kesederhanaan elemen desain, James Turrell menegaskan elemen desain yang ingin ia sampaikan dengan membuat negatif dan positif space yang mepunyai shape kotak dan memperlihatkan garis-garis yang keluar dari shape melalui tingkat warna yang berbeda dengan memainkan light.

Dari gambar http://www.digicult.it/images/2010/ott/turrel2.jpg ,

James Turrell menegaskan tiga trapesium yang berbeda-beda warnanya. Dengan ada bayangan trapesiumberjumlah 5. tidak ada garis lain, hanya trapesium.

Jadi, dari analisis yang saya perkirakan, saya menganggap James Turrell berusaha untuk membuat shape diatas space,membuat 2d diatas 3d dengan cara “menegaskan melalui persepsi”. Tidak heran ia melakukan cara penegasan melalui persepsi karena asistennya seorang psikolog.

Ada artikel yang menjelaskan penegasan James Turrell melalui persepsi manusia, menurut artikel yang menyorot the James Turrell exhibition di Almine Rech Gallery di Brussel,

“An unconventional and unclassifiable artist, James Turrell incites viewers to look within themselves and question their own perception of light, matter, color, shape and their position as spectator, their role in the definition and the existence of the work of art.”

Artikel ini sangat terpercaya karena mencantumkan website the Almine Rech Gallery secara langsung. Dengan pernyataan artikel ini sangat jelas bahwa James Turrell menegaskan elemen desain yang ia desain.

Sumber bacaan:

Kuliah Geometri tanggal 16 maret 2011,rabu

http://www.digicult.it/en/2010/jamesturrelsoloexhibition.asp

http://en.wikipedia.org/wiki/James_Turrell

March 23, 2011

Persepsi dan Makna

Filed under: perception — arichichristika @ 14:55
Tags: , , ,

Persepsi adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi, suatu cara memahami sebuah objek dan hubungannya dengan objek lain disekitarnya.

Sebuah persepsi dapat berbeda antara orang yang satu dan yang lainnya walaupun berada dalam situasi yang sama. Tetapi lebih dari itu ketika melihat sesuatu yang berbeda maka akan timbul makna yang berbeda pula.

Contohnya seperti gambar di atas, apa yang anda lihat waktu pertama kali melihatnya? Kalau saya langsung melihat seorang wanita muda yang sedang menoleh ke arah belakang, tetapi ternyata kalau dilihat dan diamati, gambar tersebut dapat menggambarkan seorang wanita tua yang sedang menunduk. Apakah anda melihatnya? Nah, dengan cara melihat yang berbeda seperti itu maka makna yang timbul pun berbeda. Ini sesuai dengan teori Gibson, ‘moving observer changing perception’ walaupun sebenarnya observer tidak berpindah, hanya cara melihat saja yang berubah dan perubahan tersebut mengubah makna.

Persepsi dan makna inilah yang menurut saya menarik, dan saya terpikir bagaimana sebuah desain dapat seperti gambar diatas. Desain yang dapat mengubah persepsi seseorang di dalam sebuah ruang sehingga makna ruang tersebut berbeda dari yang sebenarnya.

Sebenarnya tanpa kita sadari ruang yang mata manusian lihat adalah berbentuk 2D tetapi mata manusia mempunyai kemampuan seperti halnya  komputer, mata kita seperti bisa merender sebuah pengelihatan yang 2D menjadi 3D dengan cara menangkap perbedaan cahaya dan warna.

Setelah mencari sumber, ini adalah salah satu desain manipulatif yang dapat merubah makna sebuah ruang dari proses memahami objek dan objek lain disekitarnya ( persepsi )

Ini ada beberapa contoh dari space perception :

Dan masih banyak contoh lainnya seperti WideOut-nya James Turrel.

The meaning of something will change when you look at it differently.

You can look at anything differently and it will have a different meaning.

There is no fixed meaning to anything.

You can always change perspectives and change meanings.

Why not change them to what you prefer them to be?

referensi :

  1. The Meaning of Perception (http://www.worldtrans.org/TP/TP1/TP1-9.HTML)
  2. faculty.washington.edu/inanici/Publications/35_Paper.pdf ( Space Perception and Luminance Contrast)

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.