Pernahkah anda iseng untuk mencoba menyebutkan gender apakah barang-barang di sekitar anda? Misalnya garpu dan sendok di meja makan, ataupun benda-benda kecil di sekitar anda yang lainnya. Saya kerap kali mencoba untuk iseng menyebutkan gender dari bentuk-bentuk yang umum kita lihat di sekitar kita. Hasilnya, sering kali saya menemukan orang lain berpendapat sama akan apa yang saya sebutkan. Dari situ, saya mencoba membuat riset kecil dalam keluarga saya (7 orang responden), dengan menanyakan apakah gender dari benda-benda berikut:
Hasil yang cukup mengejutkan bahwa semua responden mengasosiasikan bentuk-bentuk tersebut pada gender yang sama, dari respon yang diberikan, semua responden menjawab sebagai berikut:
Lalu apakah yang didapat dari riset kecil ini? Mutlaknya jawaban responden atas gender preference dari bentuk-bentuk diatas menandakan adanya persepsi pada pikiran manusia yang secara umum memandang karakteristik sebuah bentuk yang diasosiasikan pada suatu sifat, baik masculine maupun feminine. Bagaimanakah persepsi pandangan ini dapat terbentuk dalam pikiran kita? Saya mencoba mencari sebab-sebab kecil yang mungkin mentrigger terbentuknya persepsi kita akan karakteristik bentuk-bentuk tersebut.
Karena dalam hal ini saya membicarakan mengenai sifat masculine dan feminine dari suatu bentuk, saya mencoba mengembalikan persepsi tersebut pada bentuk dasar dari masculine dan feminine, yaitu tubuh manusia. Berikut ialah gambar dari proporsi ideal tubuh pria dan wanita.
Dari bentukan proporsi tubuh tersebut, bisa kita lihat bahwa tubuh pria lebih digambarkan menggunakan garis-garis yang tegas dan kaku, sementara penggambaran tubuh wanita lebih menggunakan garis yang lembut dan melengkung. Tentunya garis-garis pembentuk proporsi tubuh manusia ini seringkali menjadi acuan saat kita sendiri mencoba menggambar pria ataupun wanita. Saat kita mencoba menggambar seorang pria, sesuai dengan proporsi tubuh diatas, garis yang kita gunakan akan berbeda dengan saat kita mencoba menggambar seorang wanita.
Dari garis-garis tersebutlah saya mencoba mencari titik temunya dengan bentuk-bentuk pada kuesioner di awal tadi. Ternyata, bentuk yang dianggap memiliki gender ‘pria’ atau bersifat masculine, cenderung menggunakan garis-garis yang tegas dan kaku, sementara kebalikannya, bentuk feminine lebih menggunakan garis yang meliuk dan melengkung sebagai pembentuk formnya.
Mungkin, secara tidak sadar, otak kita seringkali mengasosiasikan bentuk dan garis-garis pada suatu benda dengan garis-garis masculine dan feminine yang ada dialam persepsi kita. Apakah memang suatu bentuk dapat membuat otak kita mengklasifikasikannya menjadi golongan-golongan tertentu berdasarkan karakteristik sifat garisnya? Atau elemen-elemen lain seperti warna juga dapat mempengaruhi persepsi kita akan sifat dari suatu bentuk? Tentu ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi persepsi kita akan suatu bentuk. Mungkin ini pun hanya persepsi dari saya, karena bisa saja anda berpendapat berbeda dari yang dipaparkan diatas





















” alt=”front” />
” alt=”interior” />




















