there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

Geometri di Angkasa

Filed under: perception — noviapanisti @ 09:51
Tags: , ,

Semua orang tahu mengenai zodiak. Masing-masing orang pasti mengetahui zodiak mereka; pernah membaca ramalan bintang atau bahkan sering. Namun, tidak semua orang mengetahui bentuk rasi dari zodiak mereka, bukan? Dalam ramalan bintang di majalah-majalah yang sering dibaca oleh orang-orang yang diperlihatkan adalah gambar-gambar lambing zodiak, seperti timbangan, kalajengking, dan lain sebagainya.

Disadari atau tidak, konstelasi di ruang angkasa sana memiliki banyak bentuk geometri yang sebenarnya terbentu dari garis-garis lurus yang saling terhubung menciptkan variasi bentuk.

Pada awalnya, terlihat bahwa mereka hanyalah titik-titik yang tersebar dengan lokasi tertentu, sehinga jika disambungkan akan membentuk suatu bangun yang berbeda-beda. Karena merupakan sambungan dari titik-titik, tidak ada rasi yang bentuknya halus seperti kurva. Mungkin dengan menyambungkan banyak titik lain kita dapat menemukan rasi bintang yang baru karena jumlah bintang di luar sana tidak terbatas. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa memang elemen yang paling dasar dari suatu bentuk adalah titik. Dari titik-titik tersebut kemudian terciptalah garis, yang kemudian bila digabung dengan garis lainnya akan menghasilkan bentuk yang variasi bentuknya tidak terhingga.

Sumber:

Astropixie. Astronomical Geometry. 31 Agustus, 2007. http://amandabauer.blogspot.com/2007/08/astronomical-geometry.html. Diakses tanggal 3 April 2012.

Gaiu. Rasi Bintang. 11 Januari, 2011. http://gayuhprima.com/astronomy-stuffs/rasi-bintang/. Diakses tanggal 3 April 2012.

Anonim. Golden Mean Geometry, Zodiac Symbalas. 2011. http://www.symbalaworld.com/symbalas/Print/GMGZodiacSymbalas.htm?cid=. Diakses tanggal 3 April 2012.

March 25, 2011

Wow….Rubik dan Geometri

Filed under: contemporary theories — miktha24 @ 17:10
Tags: ,

Lagi-lagi bahasan tentang geometri tidak pernah ada ujungnya…

Begitulah kiranya saya memahami tentang geometri ini bahwa segala sesuatu itu berhubungan dan tentunya, ketika kita seorang yang bijak melihat alam sekitar, maka akan terus menemukan hal baru dan unik yang dapat menjadi inspirasi kita ke depan. Sebelum saya memaparkan hal unik yang saya temukan, ada baiknya sekilas kita melihat sejarah dari rubiks itu sendiri. Rubik’s Cube™ atau lazim disebut kubus rubik adalah sebuah puzzle mekanis yang diciptakan oleh seorang professor arsitektur asal negara Hungaria yang bernama Erno Rubik pada tahun 1974. Lalu, permainan puzzle ini mencapai puncak popularitasnya di awal-awal tahun 1980-an. Bahkan sempat dikatakan bahwa pada masa tersebut rata-rata setiap rumah di Amerika Serikat mempunyai sedikitnya satu buah permainan puzzle ini. Sampai detik ini diperkirakan telah lebih dari 100.000.000 kubus rubik terjual di seluruh dunia. Namun, yang menarik bagi saya adalah bahwa yang menemukan permainan ini adalah seorang profesor di bidang arsitektur. Unbelievable !!! Erno rubik lahir pada tahun 1944 di Budapest, Hungaria, ayahnya seorang ahli mekanik dan ibunya seorang seniman. Sejak kecil Rubik lebih menyukai bidang seni. Ia suka melukis dan bersekolah di kesenian. Tapi setelah menginjak dewasa, ia mulai menyukai bidang teknik. Ia berkuliah di Universitas Budapest jurusan teknik, dan meraih gelar arsitek pada tahun 1967. Lalu, ia meneruskan sekolah di jurusan seni dekorasi, karena kecintaannya pada seni. Setelah lulus, ia menjadi dosen Jurusan desain Interior pada Akademi Seni Rupa di Budapest. Rubik dikenal sangat gemar dengan ilmu geometri. Ia suka memecahkan rumus-rumus sulit dan membahas teori-teori dalam ilmu geometri dengan mahasiswanya. Kerap kali ia menggunakan contoh-contoh yang dibuat dari kertas karton, kardus, kayu atau plastik. Mata pelajaran geometri yang membosankan itu berubah menjadi menarik dan menantang bagi mahasiswanya.

Sungguh luar biasa, hal yang bisa diciptakan oleh Erno itu hanya dengan kekagumannya terhadap benda dan ruang tiga dimensi hingga berujung pada sebuah karya yang fenomenal. Namun, betapa tidak, kita pun bisa seperti itu. Hal yang memancing ketertarikan saya adalah dari bentuk-bentuk rubik itu sendiri, yang bisa kita gunakan dalam metode desain dan perancangan studio arsitektur. Semisal ketika membentuk sebuah eksplorasi organisasi ruang atau eksplorasi bentuk dan fasad bangunan. Hal itu sangat membantu dalam hal pencarian ide. Tinggal kita memilih bentuk rubiks yang unik seperti rubiks yang terdiri dari lingkaran yang dapat dibentuk apa saja, atau bentuk rubik yang terdiri dari komposisi balok dan kubus membentuk bidang persegi. Selain itu, eksplorasi struktur juga dapat kita manfaatkan dalam bentuk rubik itu karena memiliki core sendiri sehingga kita bisa mengetahui bagian-bagian ruang yang akan kita tunjukkan.

Referensi :

1.       http://rubikscubeindonesia.blogspot.com/

2.       http://blog.beswandjarum.com/budinugroho/2010/03/22/sejarah-rubiks-cube/

3.       http://zuhrufi-latifah.blogspot.com/2010/04/erno-rubik-pencipta-permainan-rubik.html

March 24, 2011

Cara Unik Menciptakan Ruang Apapun

Filed under: perception — Ryan Tjahjadi @ 06:36
Tags: , , , ,

Saya tertarik ketika membaca sebuah artikel mengenai sekelompok orang yang membuat ruang arsitektural hanya dengan menggunakan lukisan 2 dimensi. Mungkin anda juga pernah mendengar mengenai hal ini. Berikut contoh-contoh karya yang mereka lakukan..
Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Saya terkagum-kagum melihat hasil-hasil karya ini. Tentunya ini merupakan sebuah ilusi yang dapat membuat ruang yang sebenarnya tidak ada menjadi terlihat ada.

Secara tidak langsung , hal ini mempengaruhi persepsi visual kita. Atau mungkin lebih tepatnya mengecoh persepsi visual. Orang-orang yang membuat hal ini tampaknya paham betul mengenai teori persepsi Gestalt dan Gibson. Di satu sisi mereka membuat komposisi dan karya ini di bidang 2 dimensi untuk mengubah persepsi orang (gestalt). Namun di sisi lain mereka tetap sadar bahwa mereka hidup di dunia 3 dimensi (gibson) dan dengan cara sedemikian rupa dapat membuat apa yang dibuat secara 2 dimensi ternyata dapat dinikmati sebagai 3 dimensi.

Jika saya perhatikan, yang mereka lakukan hanya mengikuti garis perspektif mata kita. Lalu dimana garis itu berhenti pada suatu bidang , maka mereka meneruskan garis perspektif mata kita itu dengan menggambarkannya pada bidang tersebut. Sehingga garis perspektif kita pun tampak tidak lagi terhalang oleh bidang itu melainkan dilanjutkan. Ruang pun akan tampak lebih luas sebab garis perspektif kita bertambah panjang.
Image Hosted by ImageShack.us
Tidak hanya memperluas ruang, mereka juga dapat mempersempitnya. Saya perhatikan cara mereka mempersempit yaitu dengan memblokir garis perspektif mata kita. Biasanya dengan cara menggambarkan objek pada lantai di depan bidang. Sehingga garis perspektif kita akan terhenti pada objek itu sebelum mencapai bidang yang sebenarnya.
Image Hosted by ImageShack.us
Hal ini membuat saya berpikir bahwa saya dapat menciptakan ruang apapun yang saya inginkan hanya dengan memainkan perspektif dengan objek 2 dimensi saja. Ruang yang tadinya sempit dapat dibuat luas. Ruang yang tadinya luas dapat dibuat seolah sempit. Ruang yang tadinya tertutup dapat dibuat seolah sangat terbuka. Semua itu berkat permainan perspektif saja.

Yaa.. walaupun memang jika karya-karya ini dilihat dari sudut yang salah maka karya ini akan kehilangan esensinya (lebih banyak mengarah ke Gestalt daripada Gibson). Namun hal itu tentunya dapat diakali dengan mengatur ruang sedemikian rupa suatu ruang agar orang-orang terarahkan untuk melihat dari sudut perspektif yang diharapkan.

Sumber: http://weburbanist.com/2007/10/10/3d-architectural-illusions-amazing-paintings-murals-and-mosaics/

March 23, 2011

Persepsi dan Makna

Filed under: perception — arichichristika @ 14:55
Tags: , , ,

Persepsi adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi, suatu cara memahami sebuah objek dan hubungannya dengan objek lain disekitarnya.

Sebuah persepsi dapat berbeda antara orang yang satu dan yang lainnya walaupun berada dalam situasi yang sama. Tetapi lebih dari itu ketika melihat sesuatu yang berbeda maka akan timbul makna yang berbeda pula.

Contohnya seperti gambar di atas, apa yang anda lihat waktu pertama kali melihatnya? Kalau saya langsung melihat seorang wanita muda yang sedang menoleh ke arah belakang, tetapi ternyata kalau dilihat dan diamati, gambar tersebut dapat menggambarkan seorang wanita tua yang sedang menunduk. Apakah anda melihatnya? Nah, dengan cara melihat yang berbeda seperti itu maka makna yang timbul pun berbeda. Ini sesuai dengan teori Gibson, ‘moving observer changing perception’ walaupun sebenarnya observer tidak berpindah, hanya cara melihat saja yang berubah dan perubahan tersebut mengubah makna.

Persepsi dan makna inilah yang menurut saya menarik, dan saya terpikir bagaimana sebuah desain dapat seperti gambar diatas. Desain yang dapat mengubah persepsi seseorang di dalam sebuah ruang sehingga makna ruang tersebut berbeda dari yang sebenarnya.

Sebenarnya tanpa kita sadari ruang yang mata manusian lihat adalah berbentuk 2D tetapi mata manusia mempunyai kemampuan seperti halnya  komputer, mata kita seperti bisa merender sebuah pengelihatan yang 2D menjadi 3D dengan cara menangkap perbedaan cahaya dan warna.

Setelah mencari sumber, ini adalah salah satu desain manipulatif yang dapat merubah makna sebuah ruang dari proses memahami objek dan objek lain disekitarnya ( persepsi )

Ini ada beberapa contoh dari space perception :

Dan masih banyak contoh lainnya seperti WideOut-nya James Turrel.

The meaning of something will change when you look at it differently.

You can look at anything differently and it will have a different meaning.

There is no fixed meaning to anything.

You can always change perspectives and change meanings.

Why not change them to what you prefer them to be?

referensi :

  1. The Meaning of Perception (http://www.worldtrans.org/TP/TP1/TP1-9.HTML)
  2. faculty.washington.edu/inanici/Publications/35_Paper.pdf ( Space Perception and Luminance Contrast)

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.