Mata menangkap dan merekam hal-hal yang telah dilihatnya. Ketika kita sering melihat berbagai hal berulang kali. Maka ketika kita melihat sesuatu, walaupun tidak terlalu jelas maka mata kita akan memunculkan memori-memori yang lama sehingga kita dapat langsung mengetahui benda yang kita lihat. Jika pun benda itu tidak sama, maka memori yang lama itu akan menggugah kita untuk membandingkan kemiripan kedua benda itu (yang ditunjukkan dari memori dan yang dilihat secara langsung)
Contohnya adalah jika seseorang melihat atau memikirkan sebuah kubus yang memiliki warna berbeda setiap sisinya maka beberapa orang akan mengingat ‘oh, Rubiks ya’ karena keduanya memiliki warna dan bentuk yang serupa. Lalu misalnya ada sebuah coffee table dan dining table, kita akan menganggap kedua fungsinya sama karena bentuk keduanya serupa, berdasarkan memori kita sebelumnya.
But we don’t always see what we see, begitulah kata beberapa orang. Tidak semua yang kita lihat itu benar, beberapa hanya merupakan ilusi mata saja. Apa yang kita anggap benda A bisa saja ternyata benda B, atau mungkin malah bukan keduanya.
Contohnya adalah pada gambar ini. Gambar ini menceritakan tentang sebuah gerbang. Ketika kita melihat bagian atas gerbang tersebut maka kita dapat memastikan bahwa gerbang itu menghadap ke kiri. Namun ketika kita hanya melihat bagian bawah gerbang maka kita pun menganggap gerbang itu menghadap ke kanan. Ketika melihat keseluruhan gambar akan sulit menentukan sebenarnya dimanakan arah sebenarnya gerbang itu menghadap.
Contoh ke-2 adalah gambar trident di bawah ini. Ketika melihatnya secara sekilas kita akan menganggap bahwa ujung persegi panjang di bagian kiri adalah di persegi di kanan, dan persegi di tengahnya adalah perpanjangan dari tengah-tengahnya. Namun setelah kita lihat lebih jauh, yang terlihat bukanlah persegi panjang namun sebuah balok. Lalu berubah lagi dengan balok yang ujungnya menjadi silindris dan menghadap ke atas. Lalu setelah kita lihat lebih lanjut maka kita akan menyadari bahwa balok kiri tidak berujung balok yang di kanan. Keduanya tidak berhubungan dan bukan dari bagian yang sama.
Apa yang dilihat oleh mata tidak selalu benar. Kita harus lebih teliti ketika melihat segala sesuatu. Sebenarnya kedua gambar di atas tidak dapat ditemukan kebenarannya. Karena setiap orang akan memiliki pemikiran dan alasan masing-masing untuk setiap pendapatnya. Menurut saya, yang membuat sesuatu menjadi benar adalah seberapa paham kita atas apa yang kita lihat. Dan kebenaran itu tidak selalu hanya ada satu.











