there’s something about geometry + architecture

February 21, 2009

Siapa(kah) Indah ?

Filed under: classical aesthetics — ayushekar @ 14:35
Tags:

BEAUTY atau indah merupakan suatu sifat yang sulit terdefinisi dengan baik. Artinya tanyakan pada diri anda sendiri apakah arti indah itu? Indah.. ya indah… enak dilihat. dengan jawaban demikian, ada banyak sanggahan yang akan mendarat kepada anda. Enak dilihat oleh siapa, dari sudut pandang apa, pada kondisi apa, dan lain nya yang dapat melemahkan argumenasi anda. Oleh karena itu variabel keindahan pada arsitektural penting untuk dijabarkan. Dengan demikian ketika seseorang ingin membuat sesuatu yang indah dia harus memenuhi variabel A,B,C,D,E….. Tapi bukankah ke-indah-an tersebut merupakan suatu rasa yang mudah dipengaruhi dan sulit dijelaskan.

Saya sendiri membagi definisi indah ke dalam dua pendapat, pertama deinisi berdasarkan pendapat pribadi, kedua definisi berdasarkan pendapat umum.

Definisi berdasarkan pendapat pribadi bersifat bebas karena dikembalikan lagi kepada pengalaman, pengetahauan,latar belakang, kondisi, dan rasa yang dimiliki oleh seseorang. Jadi sesuatu benda bisa saja dikatakan indah sekali oleh manusia A, setengah indah oleh manusia B, atau tidak indah oleh manusia C. bahkan manusia pun bisa mengangkat pendapatnya diantara sangat indah-setengah indah, misalnya cukup indah oleh manusia pra B. Tentunya akan ada argumentasi dibelakang semua pendapat itu apakah sadar atau tidak sadar. Argumentasi yang secara sadar dikemukakan karena pengalaman, latar belakang, atau pengetahuan seseorang terhadap benda tersebut. Sehingga dia bisa membandingkan dengan baik benda tersebut, karena pada dasarnya argumentasi sadar ini dipengaruhi oleh logika. Sementara argumentasi tak sadar lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan atau emosi si manusia itu sendiri. Sehingga variabel situasi, kondisi, mood (perasaan) yang saat itu terjadi sangat mempengaruhinya.

Definisi indah menurut pendapat umum merujuk pada definisi yang tidak lebih luas dari definisi pribadi. Hal ini dikarenakan adanya suatu kesepakatan atau keterpaksaan. Karena pada kenyataannya definisi indah seperti dimonopoli oleh segelintir orang atau kelompok yang punya kuasa lebih atau dipercaya pnya kuasa tersebut. Misalkan saja pada abad ke 19, modern style dianggap sebagai parameter keindahan banguna pada masa tersebut. Dimana modern style ini dicetuskan oleh beberapa arsitek yang diyakini sebagai “star” , atau berkeahlian (capable) di masa itu. Sehingga paradigma bangunan indah yang diyakini adalah yang berbentuk kotak, tanpa ornament, beratap datar, berjendela besar, dan sebagainya. Sehingga muncullah istilah spirit of the age pada dunia arsitektur.

Jadi, apakah definisi indah tersebut?

3 Comments »

  1. Lucu ya sebenarnya bagaimana kita bisa menghakimi sesuatu dengan begitu yakin sebagai indah atau kebalikannya, buruk.
    Hmmm… saya pernah membaca bahwa Audrey Hepburn dikatakan sebagai manusia dengan rasio bagian-bagian antar wajahnya yang mendekati angka phi 1.618, proporsi nampaknya berperan cukup penting ya. Sepakatkah anda dengan saya jika saya bilang Audrey Hepburn cantik, walaupun sebelum mengetahui fakta ‘wajah phi’ ini?

    Untuk mengatakan suatu karya arsitektur itu cantik harusnya lebih sulit dibanding mengatakan indah kepada suatu karya seni ‘fine art’. Berbeda dengan fine art, arsitektur bukan hanya ditujukan untuk dipajang di ruang tamu, dipamerkan di galeri-galeri, atau dilihat berlama-lama, merenung sambil meresapi keindahannya. Banyak hal-hal lain yang harusnya ikut dipertimbangkan dalam menilai suatu karya arsitektur.

    Ironis sekali jika bermunculan karya arsitektur yang cantik tapi ternyata kejam. Misalnya, arsitektur yang bukan main indahnya tapi waduh… ternyata juga bukan main tidak konstektualnya sehingga malah tidak diapresiasi dengan baik oleh lingkungannya.
    Seperti seorang tokoh antagonis, yang sayangnya teramat cantik tapi juga teramat kejam.

    Comment by mirradewi — February 21, 2009 @ 17:50

  2. “Beauty is a characteristic of a person, place, object, or idea that provides a perceptual experience of pleasure, meaning, or satisfaction.” (http://en.wikipedia.org/wiki/Beauty)

    mungkin dari sini terlihat ada kesamaan dengan pendapat sekar di mana sesuatu dikatakan indah merupakan hal yang relatif dan sangat bergantung dengan pengalaman pribadi tiap-tiap individu; yang dalam quote di atas dituliskan sebagai “perceptual experience”.

    Saya jadi teringat ucapan-ucapan jahat kami para pria ketika sedang ber”gosip”, “cantik itu relatif, tapi jelek itu mutlak.” Apabila benar demikian adanya, maka ada sesuatu yang salah. Ketika ada standar-standar yang membuat kita semua punya kesepakatan akan kata ‘jelek’, harusnya akan ada standar-standar yang membuat kita semua punya kesepakatan yang sama akan kata ‘cantik’. Dari pandangan saya, ini akan kembali pada bagaimana kita melihat keindahan sebagai sebuah tatanan keteraturan yang berlandaskan pada proporsi, atau meminjam kata-kata dari risti; perbandingan yang logis antara satu bagian dengan bagian lainnya dalam satu kesatuan.

    Comment by holydragoon — February 24, 2009 @ 14:42

  3. jika ditanya apa itu indah mungkin sulit untuk dijawab, tetapi jika ditanya bagaimana indah itu?mungkin tidak sedikit kita mengacu pada proporsi dan ya kembali lagi pada diri orang yang melihatnya, disini dapat saya katakan ‘indah’ itu sangat dekat hubungannya dengan sesuatu yang menarik. Dan persepsi indah itu akan terus berkembang dari waktu ke waktu seperti pada periode-periode arsitektur, setiap periode pasti para arsitek mengatakan ya bangunan pada saat itulah yang paling indah,namun apakah itu bertahan, tidak. Akan ada lagi periode yang mengatakan bangunan-bangunan arsitektur itu lebih indah dari sebelumnya atas dasar penilaian dan pengamatan mereka. Mengapa demikian? karena seperti yang telah dikatakan bahwa variabel situasi, kondisi, dan pengalaman sangat turut mempengaruhi penilaian terhadap bagaimana indah itu dan pertanyaan tentang ‘indah’ akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda tiap orang dan akan selalu tidak pasti.

    Comment by def1 — February 25, 2009 @ 14:19


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: