there’s something about geometry + architecture

February 23, 2009

What is Geometry?

Filed under: classical aesthetics — r1ss @ 00:38
Tags: , ,

Sebenarnya apa itu geometry? Dan apa peranan geometry dalam arsitektur? Selama ini saya beranggapan bahwa geometry adalah sesuatu yang berkaitan dengan matematika,rumus,hitungan dan aturan-aturan yang mendasari dari hitungan-hitungan tersebut. Karena di dalam geometry ada aturan-aturan yang harus diikuti seperti adanya rumus-rumus dalam matematika. Dan seperti dalam hitungan matematika, apabila kita menggunakan rumus yang salah, maka hitungan itu pun akan salah.
“Geometry is a branch of mathematics. It involves studying the shape, size, and position of geometric figures. These figures include plane (flat) figures, such as triangles and rectangles, and solid (three-dimensional) figures, such as cubes and spheres ” (http://en.wikipedia.org/wiki/Geometry).

Dan dari kutipan diatas, entah kenapa geometri seperti lebih merujuk ke bentuk-bentuk yang sudah pasti seperti segitiga, segiempat, lingkaran, atau cube. Di dalam bentuk-bentuk ini pun juga terdapat rumus-rumus yang mendasarinya. Lalu apabila geometri dipadupadankan dengan arsitektur, mungkinkah geometri ini juga menjadi aturan-aturan pada arsitektur? Seperti contohnya pada hitungan golden section yang digunakan untuk hitungan proporsi. Di dalam golden section terdapat perbandingan-perbandingan yang apabila perbandingan itu sesuai maka hasilnya adalah golden section yaitu 1,618..

Maka bukankah golden section ini adalah contoh penarapan aturan yang diberikan geometry untuk arsitektur? Bahkan apabila di dalam matematika, ada kemungkinan terdapat hasil yang berbeda-beda dengan rumusnya sama. Sedangkan di dalam golden section, terdapat rumus dan hasil yang sama. Maka bukankah ini menjadi aturan yang sangat mengikat dalam arsitektur? Apakah setiap bagian dari design harus menggunakan aturan dan hasil yang sama seperti aturan golden section?
Apabila saya katakan geomerty merupakan pengikat untuk arsitektur, maka bisa dikatakan geomerty sangat menentukan dalam arsitektur. Namun ternyata hal ini tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Vitruvius dalam buku Ten Books of Architecture. Kutipan dari beliau adalah:
“ Geometry, also, is of much assistance in architecture, and in particular it teaches us the use of the rule and compasses, by which especially we acquire readiness in making plans for buildings in their grounds, and rightly apply the square, the level, and the plummet…difficult questions involving symmetry are solved by means of geometrical theories and methods.” (Ten Books of Architecture)

Geometri dikatakan sebagai bantuan untuk arsitektur dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan simetri, membuat plans, dan segala sesuatu yang berbuhubungan dengan ruler dan compass. Geometri tidak dikatakan sebagai leader namun hanya sebagai assistance. Menurut Vitruvius, geometri juga bukan satu-satunya yang harus dipelajari oleh seorang arsitek. Banyak cabang ilmu yang tidak hanya geometri, namun juga filosofi, medicine, music, history, astronomy, dan hukum yang harus diketahui oleh arsitek.

“Let him be educated, skilful with the pencil, instructed in geometry, know much history, have followed the philosophers with attention, understand music, have some knowledge of medicine, know the opinions of the jurists, and be acquainted with astronomy and the theory of the heavens.” (Ten Books of Architecture)

Bukankah ini juga menjelaskan bahwa geometri bukanlah satu-satunya yang harus dijadukan patokan utama dalam arsitektur? Banyak aspek-aspek lain seperti music, filosofi, hukum, kedokteran, dan astronomi juga berperan dalam arsitektur. Geometri yang dikatakan Vitruvius seperti merujuk ke sebuah metode yang digunakan utnuk menyelesaikan permasalahan simetri dan proporsi pada bangunan. Namun apa sebenarnya geometri hanya berperan sebagai metode untuk  simetri dan proporsi dalam arsitektur? Dan  apabila geometry hanya sebagai sebuah metode dalam arsitektur, lalu  bisakah arsitektur terlepas dari geometri, proporsi atau simetri tersebut?

1 Comment »

  1. Menurut saya, mungkin geometri perlu didefinsikan ulang. Karena kini, ruang lingkup geometri telah lebih luas daripada yang dulu. Tidak hanya meliputi pengukuran di bumi, euclidean, non-euclidean, cartesian grid, atau apalah tetapi juga meliputi empat dimensi, lima dimensi, atau ukuran di ruang kosmos.
    Selain itu, arsitektur tidak dapat terlepas dari geometri karena geometri merupakan elemen dari penciptaan ruang yang juga merupakan fungsi arsitektur sebagaiman yang dikutup dari http://en.wikipedia.org/geometry:

    “Geometry (Ancient Greek: γεωμετρία; geo = earth, metria = measure) is a part of mathematics concerned with questions of size, shape, and relative position of figures and with properties of space.”

    Dalam penciptaan ruang, sudah pasti kita harus tahu ukuran panjang, lebar, atau tinggi yang diperlukan dan geometri memberi solusi untuk menyelesaikan masalah sehingga tidak ada waktu atau uang yang terbuang percuma.

    Comment by meurin — March 16, 2009 @ 20:53


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: