there’s something about geometry + architecture

March 2, 2009

More Efficient: Square or Circle?

Filed under: classical aesthetics — meurin @ 16:48
Tags: , ,

Dalam kuliah geometri, 23 Februari 2009, tentang relevansi classical aesthetic dengan contemporary architecture. Di sela-selanya, sempat disebutkan Jean Nicholas Louis Durand ( 1760-1834), penulis buku “Receuil et parallele des édifices en tout genre, anciens et modernes” yang memuat berbagai gambar bangunan modern dan kuno dan “Precis des lecons d’architecture données à l’ecole polythechnique” tentang metode perancangan dan analisis bangunan yang merupakan temuannya sendiri. Dikatakan bahwa ada yang menafsirkan bahwa Durand menganggap square is the most beautiful because it is very efficient and circle is the second. Tidak jelas, itu efisien dalam segi apa? Segi pembentukan? Keuangan? Daya tampung?

Namun, menurut hemat saya, dari segi pembentukan, justru lingkaran itu lebih efisien daripada persegi. Mengapa? Coba perhatikan, ketika kita hendak menggambar bujur sangkar baik tanpa maupun dengan penggaris, kita harus terputus-putus untuk membuat empat garis. Maksudnya kita harus menarik satu garis dari atas ke bawah, lalu berhenti. Kemudian menorehkan garis lagi dari kiri ke kanan dan berhenti. Selanjutnya, kita menarik garis dari bawah ke atas. Sesudah itu , berhenti lagi. Lalu buat garis lagi dari kanan ke kiri dan selesailah bentuk bujur sangkar itu.

Berbeda dengan lingkaran yang pembuatannya hanya tinggal menggoreskan garis dengan jalan melingkar tanpa terputus-putus baik dengan tangan maupun alat bantu seperti jangkar. Melihat kemudahan ini, mungkin itulah yang menyebabkan banyaknya rumah tradisional yang berbentuk lingkaran, kurva, kubah, atau kerucut. Aku tahu mungkin kurva, kubah, atau kerucut mungkin kurang relevan dengan lingkaran. Tetapi saya mengacu pada bentuk kurva dan kubah karena memiliki kesamaan dengan lingkaran yaitu bentuk yang melengkung dan kemudahan pembuatan. Kerucut, ini diambil karena alas lingkarannya. Bayangkan, ketika kita membuat maket dari kawat, kita tinggal melengkungkan kawat guna mendapatkan kubah atau kurva. Atau mengikat sebuah himpuanan potongan-potongan kawat pada satu ujung saja untuk memperoleh bentuk kerucut. Lain dengan persegi yang memerlukan empat simpul atau bulatan lem tembak di setiap sudutnya atau membengkokkan kawat sebanyak empat kali.

Sebagai contohnya, Yurt, rumah portable kaum penggembara asal Mongol. Karena harus berpindah ke padang rumput lain untuk mendapatkan makanan bagi gembalanya, mereka memerlukan shelter yang praktis dan cepat pembuatan. Dalam ini, bentu tabung dengan atap kerucut diambil karena gampang dibuat. Mereka tinggal menyusun kerangka melingkar itu lalu ditutup dengan kain wol. Pendirian ini memakan waktu 30 menit. Atau bisa juga lihat contoh rumah tradisional Indian Amerika yang berentuk kerucut.

6 Comments »

  1. saya kurang setuju jika alasan efisien itu dipandang dari segi bagaimana pembuatannya.menurut saya mengapa bangunan-bangunan sekarang yang disebut minimalis bentuknya hampir sebagian kotak-kotak?jarang yang menggunakan bentuk-bentuk melingkar. karena dari segi material untuk bentuk melengkung kadang kita harus memesannya secara khusus dari segi pembentukan dan pembagian ruangnya akan lebih efektif karena kita dapat menghindari adanya lahan sisa sedikit pun dan bandingkan ketika kita melihat bidang segi empat dengan lingkaran,mana yang memberi kemungkinan kita menambahkan bentuk lain didalamnya, sebagai contoh bisakah kita membuat bentuk segitiga dalam lingkaran?bisa tetapi mana yang lebih pas ketika kita membuatnya di dalam bidang segiempat.jika dikatakan bentuk lingkaran lebih mudah dari segi membuatnya, anda memberi contoh dengan ketika kita membuat maket, menggambar memang terlihat lebih mudah tetapi sepenangkap saya disini efisien yang dimakud oleh JNL.Durand adalah bagaimana bentuk square itu dapat dikembangkan menjadi bentuk-bentuk lain,dengan menambahkan garis lurus, garis lengkung,dll

    Comment by def1 — March 4, 2009 @ 14:28

  2. Menurut saya,keefisienan dari square itu terlihat ketika ada pembagian grid2 pada denah yang dilakukan oleh Durrand.Ketika denah itu dibagi dengan kotak2,maka durrand bs membuat irama dalam pembagiannya seperti 1/2-1-1/2..sedangkan kalo lingkaran,denah itu tidak akan pas dalam pembagiannya,karena tidak adanya sudut pada lingkaran itu..dan ketika pembagian tata kota,juga akan lebih sulit ketika membaginya dalam bentuk lingkaran-lingkaran dibandingkan dalam bentuk grid atau kotak2..

    Comment by r1ss — March 5, 2009 @ 10:24

  3. Saya mengutip dari kuliah Geometri Arsitektur 23 Februari lalu mengenai Durand yang hidup selama tahun 1760-1835:
    ‘Durand selalu memulai dari plan (denah). Berangkat dari bagaimana bentuk-bentuk sempurna dikombinasikan. Gambar-gambar Durand sangat mementingkan plan, section, elevation. Perspektif dianggap emosional dan tidak akurat’

    Zaman Durand dahulu dimana pengetahuan arsitektur berkembang dengan pembuatan karya-karya arsitektur dimulai melalui pemroyeksian secara ortografis, square dianggap paling efisien, mungkin karena square dapat lebih mudah terukur sehingga pemanfaatannya lebih mudah diatur dan ruang tidak banyak terbuang.

    Lalu coba kita lihat contoh yang anda berikan, rumah Yurt Mongol. Saya mengutip kalimat anda:
    ‘mereka memerlukan shelter yang praktis dan cepat pembuatan. Dalam ini, bentu tabung dengan atap kerucut diambil karena gampang dibuat. Mereka tinggal menyusun kerangka melingkar itu lalu ditutup dengan kain wol. Pendirian ini memakan waktu 30 menit.’

    Praktis dan cepat pembuatan. Pengembara Mongol langsung membangun Yurt sebagai ruang, dibuat tanpa melalui penggambaran denah terlebih dahulu. Lain halnya dengan metode yang digunakan Durand yang harus melewati berbagai tahapan penggambaran -plan, elevation, section- sebelum arsitekturnya terbangun sebagai ruang.
    Menentukan bentuk geometri apa yang paling efisien harus dilihat dari berbagai kriteria, karena ternyata konteks juga sangat berpengaruh.

    Comment by mirradewi — March 8, 2009 @ 23:07

  4. sebenarnya bila dari segi pembentukan dua dimensi, saya setuju dengan meutia..ya, memang untuk membuat sebuah lingkaran kita hanya perlu berpusat pada satu titik dan menarik garis mengelilingi titik tersebut..
    tetapi, menurut saya bentuk lingkaran tidak akan menjadi efisien bila dilihat dari sisi fungsinya..melihat durand yang mementingkan efisiensi dalam design, bentuk lingkaran banyak memiliki kekurangan dalam penggunaan ruang yang ada..bentuk persegi akan lebih efisien dalam pemaksimalan penggunaan ruang..
    bayangkan bila denah suatu bangunan yang berbentuk lingkaran bertemu lagi dengan bangunan berbentuk lingkaran..akan ada banyak ruang luar yang membentuk ruang – ruang ambigu dalam penggunaannya..berbeda dengan bentuk persegi yang satu sama lain bisa saling menempel pada sisinya..
    tentunya dalam menentukan bentuk apa yang paling efisien dalam suatu design masih banyak poin – poin yang harus diperhatikan, tidak dari sisi efisiensi saja..tetapi juga nilai2 lain (budaya, sosial, kualitas ruang, dll.)..

    Comment by .:sheilanarita:. — March 14, 2009 @ 19:31

  5. Sebenarnya kembali lagi kepada dari mana kita melihatnya. Kalau dari segi penggunaan ruang, menurut saya justru ruang berbentuk persegi akan lebih banyak menciptakan ketidakterpakaian ruang ketimbang ruang yang boundary-nya tersusun dari bentuk2 curve (baca:lebih efisien; ). Masih ingat bukan bagaimana dulu kita menganalisis kebutuhan ruang, kemudian menjabarkannya ke dalam bubble2 space yang terbentuk karena ruang gerak yang kita butuhkan untuk melakukan kegiatan itu. Hampir tidak pernah kita jumpai bubble space yang memiliki sudut, dalam artian mereka tersusun dari garis-garis maya yang satu sama lain terkait dengan luwesnya membentuk berbagai curve. Dalam hal ini, justru plafon datar, ruang kubus, dan sejenisnya akan menciptakan banyak sisa ruang di sudut-sudutnya yang sebenarnya tidak efektif, tidak terpakai, oleh manusia.

    Namun dalam hal pembentukan ruang tersebut, manusia memang memiliki keterbatasan dalam hal pembuatannya, Oleh karena itu wajar apabila manusia menyederhanakan bentuk2 curve, titik2 yang dengan luwesnya saling terbentuk dan tersusun hingga membentuk garis dan bidang, ke dalam bentuk2 garis yang lebih easy-built; titik2 yang mengikuti satu vektor hingga mudah dijabarkan dan dibangun. Dalam hal ini, mode garis2, grid, persegi, hingga kubus datau baloklah yang memang bisa disebut efisien; mudah direncanakan, mudah dijabarkan, mudah pula dilaksanakan.

    Namun kemudian perkembangan kebutuhan dalam arsitektur menjadi sedemikian complicated, bahwa akhirnya manusia memikirkan aspek kenyamanan fisik bangunan. Contoh, orang membuat jeda antara ‘atas kepala’ dengan ‘bawah naungan’ untuk tempat udara mendinginkan dirinya agar udara yang sampai ke ‘area efektif’ manusia menjadi lebih nyaman, yang pada akhirnya disebut langit2. Atau mereka membuat jeda pula antara ‘ujung naungan’ dengan ‘sepanjang sisi pembatas’ agar udara yang masu melalui sela2 pembatasnya lebih dingin, agar cipratan hujan tidak sampai masuk ke dalam atau mengenai sisi bangunan, yang akhirnya disebut teritisan atau teras. Atau mereka membuat sedikit kemiringan pada sisi ruang auditorium yang menimbulkan sudut-sudut terbuang pada pertemuan bidangnya hanya untuk menghasilkan echo yang lebih baik dan nyaman untuk mereka.

    Semuanya efisien.
    Tidak bisa dilihat dari per garis, atau per bidang, atau bahkan per ruang. Efisiensi sebuah bangunan harus dikupas dari bangunan itu sendiri; bagaimana alasan2 pemilihan2 geometri yang tepat untuk menciptakan ruang tertentu dengan karakteristik tertentu itu yang menjadikan suatu bentuk bangunan efisien atau tidak.

    Comment by annisa seffiliya — March 16, 2009 @ 01:54

  6. maaf sblmnya namun blh sya bertanya, krna pembahsannya mengenai bntuk jd apa efek yang ditimbulkan antara ruang yg membentuk lingkaran dgn ruangan yang membentuk segi 8

    Comment by arf — May 3, 2009 @ 22:55


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: