there’s something about geometry + architecture

March 29, 2009

Ideal City = Utopia

Filed under: ideal cities — def1 @ 19:33
Tags: ,

According to Barnett ‘the ideal city will be new’
‘no smells, filth, danger or noice, no old houses, no cemeteries, no prisons, no slaughter houses with ugly appearance. Instead there are good houses with broad and lighted streets’

According to Geddes ‘ poverty, dirt,disease, and ugliness as the evils of city life which need to be destroyed’

Dari pernyataan tersebut timbul pertanyaan bagi saya, apakah mungkin suatu kota benar-benar memiliki kondisi yang demikian? Jika demikian adanya apakah kota yang demikian dapat dikatakan suatu kota? Karena pada suatu kota itu adalah tempat everyday urban life, seperti yang dikatakan oleh Lofland ‘A city is many things’ segala sesuatunya berkumpul di situ dan akan menjadi sangat sulit untuk ‘membersihkan’ kota dari hal-hal yang ‘mengotorinya’ seperti misalnya keberadaan pedagang kaki lima mungkin kita menganggap hal tersebut adalah pemandangan yang tidak mengenakkan, tapi coba pikirkan lagi apa yang terjadi jika pedagang kaki lima tersebut tidak ada, ya mungkin terlihat lebih rapi, bersih tapi akan menjadi kurang hidup. Area yang tadinya ramai dengan pembeli dan pedagang, akan menjadi sepi dari keramaian.

Kalaupun kita ingin menciptakan suatu kota yang ideal, menurut saya tidak akan dapat kita menciptakan kota yang ideal yang sesuai dengan apa yang ada dipikiran kita. Ideal itu hanya ada dalam pikiran, tetapi ketika direalisasikan, ideal yang kita inginkan tidak akan menjadi sesuatu yang ideal atau tidak akan sepenuhnya ideal. Mengapa demikian? karena menurut saya, ketika kita menuangkan idealnya kita ke dalam suatu kota, ideal itu akan bercampur dengan ideal-ideal yang lain(setiap orang memiliki parameter idealnya masing-masing). Oleh karena itu juga dikatakan bahwa ideal city tidak memberi tempat untuk diversity. Yang kesimpulannya berarti pada sebuah ideal city terdapat uniformity, bukankah dengan adanya uniformity akan timbul sebuah kemonotonan? Lalu menurut saya kemonotonan tersebut nantinya akan menjadi sebuah kejenuhan bagi masyarakatnya yang pada intinya timbul suatu ketidaknyamanan dan bisa saja berujung pada akhirnya mereka akan membuat sesuatu yang baru dan keuniformityan yang ada akan berubah menjadi diversity. Maka ideal city itu akhirnya tidak lagi ada.

Dari apa yang telah disebutkan di atas saya ingin menekankan bahwasanya menurut saya kota ideal itu adalah hanya sebuah sebutan yang menjadi acuan untuk menciptakan kota yang kondisinya mendekati kondisi ideal tersebut namun tidak akan pernah terwujud sepenuhnya. Dan pada intinya gambaran kota-kota ideal yang pernah ada menurut saya hanyalah utopia ‘a form of nothingness’.

1 Comment »

  1. Pada dasarnya saya setuju sama defi,soalnya….ideal yang seperti yang kita ketahui [no: smell,cemeteries,noise, danger, bla…] adalah image situasi terbaik/sempurna yang kita inginkan..
    padahal sebenarnya belum tentu kita nyaman atau setuju ketika sudah terjadi.

    Ada tuuh film Nicole Kidman judulnya “The Stepford Wives”, kurang lebih sih cerita ttg orang yg ingin punya hidup ideal di lingkungan yang ideal pula. Bersih, aman, teratur, yg lebih lagi…semua didalamnya harus berperan sesuai perannya.
    Disini letak masalahnya..ketika ideal kita ingin disatukan dengan yg lain, si tokoh antagonis menemukan kesulitan, krn di estate yang dia kelola, dihuni sama istri-istri yg independen, pdhl menurut dy, idealnya istri tuh harus manut suami, masak, ngurus anak. solusinya, dia memasang chip [di otak]untuk membuat si istri-istri itu jadi penurut [ibu rumah tangga banget]. Mereka jadi kayak robot. Ini nih contoh uniformity ky yg dibilang defi diatas, jadi maksa…

    Thank God itu ga mungkin kita lakukan di kehidupan, selain kita memang diciptakan dengan perbedaan yang segudang, life will be so boriing!! ya ga…

    Tapi Saya setuju lho sama ide ideal city, soalnya alangkah enaknya hidup di sebuah kota yang, ibaratnya nih, mau kemana-mana rumah ga dikunci juga ga bakalan kemalingan. Neighborhoodnya bersih, dll dkk deeh..
    Cuma itu klo saya jadi bagian “penguasa”nya. Saya bakalan ikutan angkat tangan [meng-iya-kan] klo ditanya ‘ideal city pengen direalisasikan atau tidak’. Ga bisa dipungkiri, kita hidup pengen lebih sejahtera…
    Bukan berarti saya setuju lho klo ada hidup “dibalik layar” yang terkesan men-support para artis di panggung. Tapi kalo itu satu-satunya cara, kenapa nggak?!! Cuma semua pasti pada berebut jadi artis…ini nih ga enaknya.. yang jadi koki, wardrobe, tukang sapu, tukang jahit, dkk siapa??
    Memang sebenarnya kita mengejar ke arah ideal itu, cuma karena ideal identik dengan perfeksion..jadinya yaah ga bisa…kita kan bukan Tuhan.

    Mengutip langsung dari Western Economic Diversification Canada tentang “The Story of the Ideal City”

    “…the desire to resolve all that is lacking in our everyday communal life and environment.”

    ‘desire’ lho… jadi mikir, ideal city itu keinginan atau kebutuhan???
    teruus yang bikin bingung saya lagi… ide ideal city itu datangnya kapan? sebelum city dan problemnya terjadi sudah ada acuan ideal city? atau sebenarnya itu adalah bentuk penyempurnaan dari kegagalan-kegagalan ‘city’ yang sudah ada??? terus makanya pengen bikin yang ideal…
    [klo dari kutipan, spertinya city dan masalahnya yg datang duluan, baru konsepnya??!!]

    untuk urusan nothingness, sebenarnya bisa saja kejadian, kalau kita punya power sekuat Dia [yang Maha Kuasa]. Jadi karena jawabannya tidak, makanya tidak mungkin ter-realisasi…

    Comment by dilladilladilla — March 29, 2009 @ 21:42


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: