there’s something about geometry + architecture

April 3, 2009

Munculnya Classical Order

Filed under: classical aesthetics — synurqamariah @ 19:12
Tags: ,

Classical order adalah aturan-aturan seni yang muncul yang diciptakan oleh beberapa orang tertentu pada masa Romawi dan Yunani kuno. Gaya-gaya seni kuno ini khususnya terdapat pada desain bangunan, dibedakan oleh proporsi, profil, detail dan karakteristiknya. Cara paling cepat mengenalinya yaitu dengan melihat tipe kolom bagian utamanya, dimana setiap gaya memiliki entablature-nya masing-masing.

Munculnya classical order ini bukan tanpa sebab. Seperti yang dikatakan oleh D’Arcy Thompson yang mengemukakan bahwa terbentuknya sebuah bentuk (form) merupakan resultan dari kehadiran banyak force yang berada di dalam atau di sekitarnya. Banyak dorongan yang menyebabkan munculnya suatu bentuk. Pada buku berjudul Classical Architecture Oleh Alexander Tzonis, Liane Lefaivre dikatakan bahwa pada masa itu klasik sangat berhubungan aturan sosial dan perkembangan politik [buku berjudul Classical architecture Oleh Alexander Tzonis, Liane Lefaivre]. Aturan sosial pada masa itu yaitu adanya kelas-kelas sosial dalam masyarakatnya. Dalam suatu seminar, Prof Ir. Gunawan Tjahjono, pakar di bidang sejarah arsitektur, pernah mengatakan :“Klasik berasal dari kata bahasa latin CIassicus artinya kelas satu untuk warga (negara) kelas satu. Warga negara terpilih ini yang kemudian menentukan cita rasa baku sekaligus yang dianggap sebagai yang terbaik atau kelas satu pada jaman itu. Termasuk dalam penampilan bangunan. Maka kemudian kata klasik digunakan untuk menunjukkan sebuah karya unggul. Kelas-kelas unggul ini berasal dari Romawi kuno yang memang membagi masyarakatnya ke dalam beberapa tingkatan / kelas. Itu sebabnya setiap hasil karya bangunan dilakukan dengan sangat serius dan begitu indah. Aturan dan proporsinya bertujuan mencapai kesempurnaan.”

Warga negara kelas satu yang dibicarakan adalah merupakan warga yang memiliki kekayaan dan harga diri tinggi. Mereka yang memiliki prestise tinggi ini tentu memiliki selera yang tinggi pula. Mereka tentu menginginkan sesuatu yang mewah dan megah di sekitar mereka. Sesuatu yang mewah dan megah ini tentunya tidak didapat dengan mudah. Oleh karena itu bangunan-bangunan yang dibangun pada masa itu dirancang sedemikian megahnya. Seperti yang dikatakan oleh Prof. Gunawan, “aturan dan proporsinya bertujuan mencapai kesempurnaan”.

Jadi salah satu force atau dorongan yang mempengaruhi munculnya Classical Order yaitu keadaan warga pada saat itu yang tergolong ke dalam kelas-kelas tertentu, kemudian warga dari kelas tinggi itulah yang menginginkan kesempurnaan, dalam arti kemegahan dan kemewahan, maka dari itu muncullah bentuk-bentuk Classical Order.
p
Salah satu classical order yaitu Doric Order. Doric order merupakan order yang paling sederhana dari order lainnya, bisa dilihat pada bangunan Parthenon yang dibangun pada masa Yunani kuno. Parthenon dikatakan sebagai ‘kesempurnaan terbesar dari karya kuil Doric yang pernah dibangun’, sebuah penampilan dengan proporsi sempurna yang dihsilkan ole ahli maya-loka Athena. Perbandingan antara tinggi dan ketebalannya adalah 8 : 1, yang memberikan kesan megah dan besar.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: