there’s something about geometry + architecture

April 5, 2009

What is the Real Ideal City?

Filed under: ideal cities — mando.f @ 21:18
Tags:

Sebelum membahas mengenai kota ideal yang sebenarnya, ada baiknya kita melihat dan menyamakan persepsi terlebih dahulu mengenai apa itu ideal, dan apa itu city? Bila melihat dari akar katanya, ideal berasal dari kata idea yang berarti pemikiran atau gagasan. “An ideal is a principle or value that one actively pursues as a goal.” (http://en.wikipedia.org/wiki/ideal_(ethics)) , dari sini terlihat bahwa arti ideal itu sendiri merupakan suatu prinsip atau nilai yang dikejar sebagai tujuan. Saya berpikir bahwa apabila ideal itu adalah sesuatu yang dikejar, maka ideal itu sendiri tidak akan pernah terpenuhi. Karena apabila telah terpenuhi, maka tidak ada lagi nilai-nilai yang dikejar untuk dicapai. Oleh karena itulah, saya berpendapat bahwa selalu ada ideal di atas ideal.

Berikutnya, kita akan melihat arti dari city itu sendiri. Apabila diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia, city berarti kota. Tapi apakah itu kota? “A city is an urban area with a high population density and a particular administrative, legal, or historical status.” (http://en.wikipedia.org/wiki/City), kota adalah area urban dengan populasi tinggi dan memiliki status administratif, keabsahan, ataupun historikal tertentu. Area urban dengan populasi tinggi mencerminkan bagaimana manusia berperan aktif dalam membentuk kota itu sendiri dan keterkaitannya dalam sebuah ‘ruang raksasa’. Lalu apa keterkaitan antara ideal dan city?

Di atas sudah dijelaskan bahwa ideal berkaitan dengan idea yang berarti pemikiran. Pemikiran itu sendiri lekat dengan manusia sebagai makhluk berakal yang menjadi komponen utama pembentuk sebuah kota. Jadi, dapat dikatakan bahwa setiap manusia sebagai individu, pasti akan membawa idealisme masing-masing guna menilai ideal tidaknya sebuah kota tempat mereka tinggal. Ironis apabila kita sebagai perancang berpikiran untuk membuat sebuah kota yang ideal bagi semua orang karena nilai ideal itu sendiri tak dapat diukur, bersifat abstrak, dan bervariasi pada tiap individu. Jadi pentingkah kota yang ideal? Untuk apa kita mengetahui tentang kota yang ideal apabila ideal itu sendiri tak mungkin diwujudkan?

Saya berpendapat bahwa penting bagi perancang untuk mengetahui tentang kota yang ideal. Walaupun tidak mungkin mewujudkan idealisme yang beragam ke dalam sebuah kota, setidaknya dengan mengenal hal yang disebut ideal, kita dapat menghindari hal-hal yang dianggap tidak ideal. Menurut Sennett, city -> both those perfect and imperfect things. Dari sini, saya berpikir bahwa mungkin telah ada nilai-nilai yang telah dianggap ideal oleh kelompok tertentu, namun tidak ideal di kelompok yang lain. Jadi segala sesuatu yang sempurna dan tidak sempurna pasti selalu ada dalam sebuah kota dengan manusia-manusia yang memiliki idealisme yang berbeda. Itulah yang dinamakan dinamika dalam sebuah kota. Tapi apa jadinya kalau segala sesuatunya dianggap tidak sempurna? Maka tidak ada minimal 1 idealisme pun yang terpenuhi yang dengan demikian, makin jauhlah dari kata ideal. Makin jauh dari kata ideal, maka kota mungkin akan kehilangan maknanya karena akan ditinggalkan oleh penghuninya.

Lalu, adakah kota ideal yang sebenarnya? Bagi saya, tidak ada kota yang ideal dan tidak akan pernah ada. Yang ada hanyalah kota yang tidak ideal atau kota yang bukan tidak ideal.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: