there’s something about geometry + architecture

May 31, 2009

Ideal

Filed under: ideal cities — ayushekar @ 09:26
Tags: , ,

Ideal..
kata ideal dipakai untuk menunjukkan tingkat kepuasan seseorang atau sekelompok masa akan sesuatu. Ideal berarti sesuai, dan sering diartikan sesuai dengan order, tidak disorder. Entah itu bekaitan dengan keinginan, pemikiran, fungsi, estetik, dan sebagainya atau bahkan kesemua unsur tersebut. Karena ideal merupakan simbol tertinggi, maka akan sulit dicapai seseorang terlebih lagi kelompok, bahkan masyarakat untuk memenuhinya. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keraguan-raguan saya terhadap segala sesuatu yang mereka bilang ideal. Hal ini karena sebenarnya tentu ada unsur ataupun nilai yang telah mereka reduksi dari tujuan atau maksud sebenarnya untuk mencapai kata ideal, sehingga yag terjadi bukalah ke-ideal-an sebenarnya. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya utopia setiap manusia terlalu tinggi untuk dijangkau. Bukankah manusia tidak pernah puas? Kata-kata ideal yang mereka gunakan adalah bentuk dari keputusasaan terhadap kondisi yang diinginkan, tetapi bagi orang lain itulah ke-ideal-an mereka. Dan ketika mereka sampai ke titik tersebut mereka tidak pernah lagi megatakan bahwa “Ini ideal untuk saya.”

Maka bagaimana manusia bisa membuat kota ideal?

Kota merupakan ekosistem yang kompleks. Kota ideal adalah kota yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidup manusia di dalamnya, memberi keamanan, ketenangan, kenyamanan, keindahan, kesejahteraan, dan keteraturan. Tapi sebenarnya manusia golongan mana yang kebutuhannya dipenuhi? Dan siapa atau golongan mana yang memberi status ideal tersebut?

Mari kita mengambil contoh yang lebih kecil agar ke-ideal-an ini mudah dipahami. Anggap saja sebuah rumah adalah sebuah kota dan anggota keluarga yang tinggal di dalamnya adalah penduduk yang memiliki beragam umur, status sosial, aktivitas, dan kebutuhan. Ketika seseorang wartawan dari sebuah majalah rumah tinggal bertanya,
wartawan : “Apakah menurut anda rumah ini telah ideal bagi anda?”
kepala keluarga : “Oh tentu, kami telah membuat kolam renang di taman belakang, ada home
theatre, juga ada ruang fitness.setaip kamar memiliki kamar mandi didalamnya, juga televisi. Hal ini membuat keluarga saya tidak perlu kemana-mana lagi. Saya telah memenuhi semua kebutuhan keluarga saya.”

Itu adalah ungkapan ideal sang kepala keluarga, dimana ternyata definisi ideal sang ayah bukanlah definisi ideal anggota keluarga yang lain. Bagi si Ibu rumah ideal adalah rumah yang tak perlu ada kamar mandi disetiap kamar sehingga setiap paginya beliau bisa mendengar anak2nya berteriak berebutan kamar mandi, menggedor-gedor pintu, dan akhirnya belajar berbagi. Rumah yang ideal bagi si ibu adalah rumah yang televisinya hanya satu, sehingga di setap malamnya semua anggota keluarga bisa berkumpul bersama, menonton dan mengobrol.

Bagi si anak, rumah yang ideal adalah rumah yang lega sehingga iya bisa bermain sepeda di dalam saat hari hujan. Tanpa perlu takut dimarahi si ibu dan ayah barang-barang berharga mereka yang mahal itu pecah atau rusak. Rumah yang dindingnya bisa dijadikan kanvas untuk menggambar apa saja yang dia inginkan.

Keadaan diatas menunjukkan bahwa definisi ideal setiap orang belum tentu sebuah keteraturan, dimana segala sesuatu harus berjalan sesuai order, indah dan dilakukan pada tempatnya. Dengan demikian, segala sesuatu yang disorder dianggap jelek, buruk, dan tidak boleh muncul kepermukaan. padahal seperti contoh diatas bahwa ideal tentunya berurusan dengan “rasa” masing-masing orang yang nantinya membentuk definisi ideal-nya.

1 Comment »

  1. Menurut saya untuk mencapai kota yang ideal, tidak harus mengikuti order yang ada. Idealnya kita mengetahui bahwa rumah yang baik memiliki ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamarnya harus diberi sekat dengan kamar mandi. Padahal kita bisa melihat bahwa ada juga yang di antara kamar tidur dan kamar mandi tidak diberi sekat. Kondisi seperti ini menyimpang dari order yang ada tapi menurut sebagian orang ini merupakan suatu kondisi yang ideal. Kita bisa melihat banyak sekali contoh-contoh lain dimana kondisi ideal dapat diciptakan meskipun menyimpang dari order yang ada. Misalnya dapur yang berada di depan rumah ataupun rumah yang tidak memiliki ruang tamu.

    Comment by austronaldo — March 23, 2011 @ 14:36


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: