there’s something about geometry + architecture

May 31, 2009

Radiant City

Filed under: ideal cities — arnugo @ 20:02
Tags: , ,

Le Corbusier pernah memberikan suatu gagasan mengenai konsep kota ideal yang kemudian dikenal dengan “Radiant City”. Beberapa ciri mengenai “Radiant City” yang digagas Le Corbusier adalah

“ Very large streets, suitable for several lanes of automobile traffic. Very large buildings, typically glass-walled high rises of ten to one-hundred stories tall. Buildings are widely spaced. Buildings typically not built to the edge of the sidewalk/roadway, but rather surrounded by some sort of “landscaping,” either grass or a paved “plaza.” Streets are widely spaced, and “blocks” are large. Streets are often on a rigid grid design, or if not a grid, at least a pattern that looks very well-thought-out when observed in a scale model”. (Art : Future Cities, Time.com)

Bangunan-bangunan tinggi akan dibentuk dengan ukuran dalam skala yang begitu besar atau kini dapat kita kenal sebagai superblock. Dan sistem bangunan di dalam perkotaan lebih mengacu kepada pola vertikal dibandingkan dengan horizontal, seperti yang masih banyak dilakukan hingga saat ini. Dan pola bangunan vertikal tersebut mengakomodir segala bentuk kegiatan manusia di dalam kota ,seperti : perdagangan, pemerintahan, rekreasi hingga hunian.

Namun salah satu hal yang amat terlihat dari pola “Radiant City” adalah mengenai tata kota yang teratur dimana setiap bagian kota tersusun dalam kesatuan grid geometrical yang sama. Bagian-bagian kota terbagi atas bentuk geometris persegi dan terhubungkan melalui jalan-jalan antar blok tersebut.

Le Corbusier memperhatikan faktor efisiensi produksi akan keadaan di masa mendatang, terutama pusat kota yang terbagi sama rata. Hal ini berfungsi untuk meminimalisasi titik-titik kepadatan pada area tertentu di pusat kota. Jalan-Jalan antar blok geometris tadi juga dibuat sangat lebar dengan beberapa pemisahan lajur. Seperti lajur kendaraan produksi dan kendaraan umum dengan lajur kendaraan pribadi. Hal ini sekali lagi bertujuan untuk memberikan efesiensi waktu produksi dari keterlambatan karena kepadatan lalu lintas.

Bagaimana dengan fungsi pedestrian : Area pedestrian/pejalan kaki termasuk dalam bagian blok-blok geometris dan luasan ruang terbuka diakomodir melalui lantai dasar bangunan bertingkat yang dirancang terbuka menyatu dengan keseluruhan bagian dasar dari blok yang tersedia. Jadi area terbuka terdapat pada keseluruhan area dasar blok, antara area komunal yang terbuka dan tertutup.

Pembangunan kota melalui konsep “Radiant City” juga dimaksudkan untuk meminimalisasi penggunaan lahan secara horizontal. Dengan “Radiant City” area pinggiran kota dapat lebih difungsikan sebagai area penghijauan ataupun digunakan sebagai kawasan bercocok tanam/pertanian/perkebunan sebagai penunjang fungsi kota inti. “Radiant City” jika dilihat dari segi konsep akan dapat membentuk kota-kota yang mandiri karena setiap kota nantinya akan memiliki lahan-lahan kosong dipinggiran kota sebagai penunjang kehidupan kota inti, baik dari segi pangan maupun sirkulasi udara yang lebih baik dari kota inti sebagai kawasan produksi.

Sumber :
Art : Future Cities
Radiant city/LeCorbusier/Boozy: The Life, Death, & Subsequent Vilification of Le Corbusier

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: