there’s something about geometry + architecture

March 31, 2010

Firmitas, Utilitas, dan Venustas

Filed under: classical aesthetics — dinastiagilang @ 21:16
Tags:

“1. There are three departments of architecture: the art of building, the making of timepieces, and the construction of
machinery.
….

2. All these must be built with due reference to durability, convenience, and beauty. ….” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Pernyataannya inilah yang membuatnya dikenal. Jika ditanya, siapa itu Vitruvius ? Kebanyakan dari kita akan menjawabnya seperti ini : “Oh..yang menyatakan firmitas, venustas, dan utilitas”. Hal ini tidak sepenuhnya salah, walaupun sebenarnya banyak hasil pemikiran Vitruvius lainnya yang juga ia nyatakan dalam buku tersebut. Pengertian tentang firmitas, venustas, dan utilitas bisa menjadi salah apabila maksudnya tidak dipahami dengan benar.

1. Firmitas

“Durability will be assured when foundations are carried down to the solid ground and materials wisely and liberally selected;…” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Firmitas yang dimaksud Vitruvius mencakup penyaluran beban yang baik dari bangunan ke tanah dan juga pemilihan material yang tepat. Vitruvius menjelaskan setiap material yang ia pakai dalam bangunannya, seperti batu bata, pasir, kapur, pozzolana, batu dan kayu. Setiap material dijelaskan mulai dari karakteristik dari tiap jenis-jenisnya hingga cara mendapatkanya/membuatnya. Kemudian, ia menjelaskan metode membangunnya (konstruksi).

2. Utilitas

“…convenience, when the arrangement of the apartments is faultless and presents no hindrance to use, and when each class of building is assigned to its suitable and appropriate exposure;..” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Sedangkan, pada utilitas yang ditekankan adalah pengaturan ruang yang baik, didasarkan pada fungsi, hubungan antar ruang, dan teknologi bangunan (pencahayaan, penghawaan, dan lain sebagainya). Pengaturan seperti ini juga berlaku untuk penataan kota. Misalnya : dimana kita harus menempatkan kuil, benteng, dan lain-lainya di ruang kota.

3. Venustas

“…and beauty, when the appearance of the work is pleasing and in good taste, and when its members are in due proportion according to correct principles of symmetry.” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.)

Proporsi dan simetri merupakan faktor yang dianggap Vitruvius mempengaruhi keindahan. Hal ini ia dasarkan pada tubuh manusia yang setiap anggota tubuhnya memiliki proporsi yang baik terhadap keseluruhan tubuh dan hubungan yang simetrikal dari beberapa anggota tubuh yang berbeda ke pusat tubuh. Hal ini, kemudian, diilustrasikan oleh Leonardo daVinci pada Vitruvian Man.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana relevansi firmitas, venustas, dan utilitas dengan arsitektur kini? Menurut saya, firmitas, utilitas, dan venustas merupakan tiga aspek yang masih relevan untuk dijadikan dasar untuk membangun sebuah arsitektur yang baik. Tapi, dengan beberapa pengurangan dan penambahan di tiap-tiap aspeknya.

Saat ini, kita masih harus mempelajari tentang sistem struktur dan material bangunan. Perkembangan teknologi yang cepat memaksa kita agar selalu stay up-to-date pada berkembangnya dan beragamnya metode konstruksi bangunan serta material bangunan yang dapat digunakan. Di sisi lain, kita tidak perlu lagi mengetahui teknisnya.

Pengaturan ruang yang baik juga masih kita  terapkan dengan  berdasar pada fungsi, hubungan antar ruang, dan teknologi bangunan (pencahayaan, penghawaan, dan lain sebagainya). Tantangannya sekarang adalah, dengan semakin berkembangnya aktivitas manusia yang berakibat pada berkembangnya kebutuhan ruang, kita juga harus semakin kreatif dalam merancang. Selain itu, kita juga perlu memikirkan penggunaan alat-alat elektronik seperti AC, lift, dan lain sebagainya dengan tepat dalam bangunan.

Dari ketiga aspek tersebut, aspek venustaslah yang tidak dapat disamakan ukurannya. Keindahan memiliki ukurannya sendiri-sendiri bergantung pada konteks dan waktunya. Keindahan yang dimaksud oleh Vitruvius dalam bukunya berasal dari latar belakang yang terjadi saat itu (waktu dan konteks). Hal inilah yang menjadikan keindahan baik dalam bidang arsitektur maupun seni merupakan hal yang terus dicari melalui kreatifitas para pelakunya.

Selain firmitas, utilitas, dan venustas, beberapa pendapat mengemukakan tentang perlunya menambahkan satu aspek lagi, yakni sustainable (berkelanjutan). Kesadaran akan pemanasan global menggalakkan aspek berkelanjutan (sustainable) dalam perancangan arsitektur saat ini.  Aspek ini, sama seperti ketiga aspek lainnya, berkorelasi dengan aspek lainnya. Aspek berkelanjutan dapat digunakan dalam firmitas, utilitas, maupun venustas dan begitu juga sebaliknya.

Banyak pendapat lain yang coba diutarakan terkait firmitas, utilitas, dan venustas. Ketiga aspek yang merupakan dasar penentuan sebuah arsitektur yang baik hingga saat ini pun masih dipakai. Hal ini, menurut saya, disebabkan karena walaupun ia hanyalah sebuah dasar, penggunaannya menjadi bermacam-macam bergantung pada bagaimana kita memahami dan merefleksikannya pada perancangan kita. Jika kita menggunakannya dengan benar, sudah sewajarnya kita mendapatkan produk perancangan yang berbeda-beda tapi dengan hasil akhir yang sama, yaitu sebuah arsitektur yang baik.

2 Comments »

  1. aspek tambahan yaitu sustainable (berkelanjutan) menjadikan karya rancangan memiliki pandangan/tujuan ‘ke depan’/masa yang akan datang dengan berbekal masa lalu sampai saat ini..

    penghadiran ‘berkelanjutan’ ini tentu perlu mendapat perhatian bukan hanya sebatas slogan berbobot yang berdampingan dengan firmitas, utilitas, dan venustas.

    Comment by andisuryakurnia — April 1, 2010 @ 23:55

  2. mengenai penambahan aspek sustainability tersebut menurut saya jika dilihat lagi merupakan aspek pecahan dari firmitas dan utilitas, karena, secara general, firmitas mengupayakan supaya suatu bangunan dapat bertahan lama. ditunjang dengan utilitas untuk mewujudkan fungsi yang terus akan fungsional sepanjang waktu maka juga dapat terlihat aspek sustainability tersebut.

    Comment by lisahartati — April 4, 2010 @ 20:48


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: