there’s something about geometry + architecture

April 1, 2010

Arsitektur dan Sejarah

Filed under: locality and tradition — reniafriani07 @ 19:56
Tags: ,

Dari kuliah geometri, satu mata kuliah dari sekian banyak mata kuliah bisa menyebutkan kalau arsitektur itu sebenarnya bukan hanya apa saja yang sudah didapat selama ini, dan yang lebih mengejutkan lagi satu bahasan tentang geometri saja bisa menguak banyak hal. Contohnya : dari pengertiannya sendiri geo adalah bentuk sedangkan metri adalah ukuran, yang mana bentuk bukan hanya berhenti disitu saja, begitu juga dengan ukuran yang pada akhirnya kita juga bisa mengenal yang namanya golden section. Arsitektur itu bukan hanya membicarakan bentuk, ukuran, keindahan, dan lain-lain. Tetapi arsitektur itu juga terkait erat dengan sejarah, dan satu bahasan sejarah dibawah ini kemudian menimbulkan pertanyaan buat saya, yaitu tentang istana negara.

Kawasan tersebut mula-mula terletak di sisi luar batas kota Batavia dan ditetapkan sebagai lokasi baru untuk pusat pemerintahan oleh Gubernur Jenderal Hermann Wilhelm Daendels untuk menggantikan lokasi lama yang sekarang disebut Taman Fatahillah. Bangunan gedung pertama yang ketika itu didirikan di Weltevreden sebetulnya bukan Istana Negara melainkan gedung Kantor Gubernur Jenderal (sekarang Departemen Keuangan), gedung Pengadilan (pernah menjadi Gedung Mahkamah Agung), Katedral, Markas Besar Militer (sekarang Masjid Istiqlal) dan tangsi militer (sekarang Hotel Borobudur dan kompleks Marinir). Bangunan-bangunan gedung tersebut mengitari sebuah lapangan yang ketika itu diberi nama Koeningsplein (sekarang Lapangan Banteng). Tidak jauh dari lapangan tersebut selanjutnya dibangun tempat tinggal Panglima Militer (sekarang Departemen Luar Negri) dan rumah sakit militer (sekarang Rumah Sakit Gatot Subroto). Semua bangunan-bangunan gedung tersebut milik Kerajaan Belanda sedangkan Istana Merdeka, juga Istana Negara yang terletak di sebelah belakangnya adalah milik perseorangan. Seperti lazimnya di Eropa, juga di pusat-pusat kekuasaan pribumi ketika itu, bangunan-bangunan gedung milik perseorangan selalu meniru gaya bangunan gedung pemerintahan atau penguasa. Pola lengkung pada bidang kiri dan kanan bangunan yang dibuat simetris antara bagian depan dan belakang bangunan Istana Merdeka.

Ketika itu Kerajaan Belanda berikut seluruh wilayah jajahannya menjadi milik Kemaharajaan Prancis sehingga gaya bangunan-bangunan gedung pemerintahan di Weltevreden juga meniru gaya istana-istana di Prancis abad ke-18, yaitu yang disebut Gaya Kemaharajaan (Empire Style). Bangunannya berbentuk empat persegi panjang dan sisi memanjangnya memisahkan dua lapangan. Lapangan pertama terletak di depan istana sebagai tempat parade sedangkan lapangan kedua terletak di belakang istana sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan. Bangunannya sendiri terbagi tiga secara simetris. Bagian tengah lebih panjang karena merupakan bangunan induk sedangkan dua bagian lainnya mengapit di sisi kiri dan kanan. Kedua bagian tersebut lebih pendek dan berfungsi sebagai fasilitas penunjang terhadap bagian utama tadi. Empire style adalah salah satu dari berbagai gaya bangunan yang dihasilkan oleh sejenis arsitektur baru yang marak di Eropa sejak pertengahan abad ke-18, yaitu arsitektur Neo-klasik. Gaya-gaya bangunan tersebut seringkali juga disebut gaya revival karena meniru gaya-gaya bangunan lama di Eropa seperti gaya bangunan Yunani-purba, Romawi atau Gothic.

Gedung Putih adalah rumah kepresidenan Presiden Amerika Serikat. Gedung yang terletak di 1600 Pennsylvania Avenue di Washington, DC ini merupakan tempat tinggal resmi presiden dan keluarganya selama masa jabatannya. Saat seorang presiden baru terpilih, presiden yang lama segera pindah. Juga memiliki kantor di mana presiden menjalankan pemerintahan.

Gedung Putih atau dalam bahasa Inggris disebut the White House adalah istana atau tempat kediaman resmi dan kantor Presiden Amerika Serikat. Arsitek yang semula mendisain Gedung Putih adalah James Hoban, seorang kelahiran Irlandia. Lokasi tempat dimana istana itu akan dibangun dipilih oleh presiden pertama George Washington dan sahabatnya seorang insinyur dan arsitek Prancis bernama Pierre Charles L’Enfant, yang juga merupakan arsitek pembangunan ibukota Amerika Serikat, Washington DC.

Istana merdeka ataupun istana negara tersebut merupakan suatu identitas menurut saya dan itu identitas sebuah negara, mengapa istana tersebut yang tetap menjadi sebagai istana negara kita yang arsiteknya sendiri adalah Drossares dan istana tersebut juga bergayakan eropa yang tentu saja tidak mencerminkan Indonesia itu sendiri. Sedangkan pada gedung putih Amerika terdapat kesinkronan antara keduanya. walaupun dalam kenyataannya (sejarahnya) perjuangan dalam mempertahankannya yang kemudian dianggap sebagai identitas negara.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: