there’s something about geometry + architecture

April 1, 2010

Geometry: Between Religion and Facing the Nature?

Filed under: classical aesthetics — datunpaksi @ 20:00
Tags: ,

Geometri sebagai salah satu turunan langsung dari matematika sudah membuktikan dirinya sedemikian rupa mempengaruhi hampir dari seluruh aspek dalam kehidupan kita. Dalam konteks bahasan arsitektur, tidak terbantahkan lagi. Bentukan-bentukan yang kita hasilkan adalah berawal dari studi tentang garis, titik, garis, bidang, sudut, bentuk dua dimensi dan tiga dimensi dasar yang hampir selalu digunakan dalam arsitektur. Dalam perkembangannya, dapat kita sebut satu persatu keterkaitan hal lain diluar arsitektur yang bersentuhan kuat dengan geometri, seni rupa, lukis, patung, seni musik, film dan sinematografi sampai penerapannya dalam bentuk mental-geometric dalam dunia advertising dan mode. Merunut dokumentasi tertua dalam geometri ditemukan di Mesopotamia, Mesir dan Lembah Indus sekitar 3000 tahun sebelum Masehi berisikan tentang konsep panjang, sudut, luasan dan volume yang pada saat itu dikembangkan untuk keperluan praktis dalam konstruksi, survei dan astronomi. Lalu barulah pada tahun 300 sebelum Masehi buku teks terpenting dalam geometri ditulis oleh Euclid yang memuat definisi dasar elemen-elemen dalam geometri.

Pada awalnya, tulisan ini hanya akan mencoba merangkai pertanyaan tentang jejak geometri yang dibakukan di Yunani, diklaimnya Golden Section sebagai suatu ketentuan baku kesempurnaan sebuah komposisi. Adakah bisa dirunut lebih jauh lagi dari itu. Bahwa ternyata seperti kita ketahui, konsep geometri, angka dan bentuk-bentuk yang kita pahami sekarang dibaca dan mengalami dialog sedemikian rupa dengan manusia sebagai penterjemah utamanya. Kesadaran manusia dengan proporsi tubuh yang dimilikinya, mungkin adalah sebuah pijakan awal berpikir tentang proporsi pada bidang-bidang yang lain. Telaah geometri yang berkaitan dengan religi dan kepercayaan dipercaya juga telah hadir jauh sebelum geometri terpetakan secara keilmuan. Dalam Islam misalnya, konsep geometri hadir pada awal abad 9 SM, dengan keterlibatan Al-Khawarizmi, yang memberikan cukup banyak kontribusi dalam dunia aljabar, algoritma dan geometri di dunia. Tradisi Yunani pun tidak bisa lepas dari perkembangan tradisi filsafat Timur. Secara historis pasti akan terjadi saling keterkaitan di dunia ini, bagaimana sebuah kawasan dan kelompok cendekiawan akan bersama-sama mengadaptasi sebuah penemuan dan pemikiran.

Dalam arsitektur cukup banyak terdapat bentuk-bentuk geometri yang erat berhubungan dengan upaya memaknai hubungan yang terjalin antara manusia dan Tuhannya. Ajaran Tauhid atau Maha Tunggal dalam Islam menghilangkan penggambaran Tuhan dengan menggunakan simbol maupun ikon. Pasalnya, Allah SWT itu sangat Agung, sehingga keAgungan-Nya tak mungkin bisa digambarkan oleh manusia secerdas dan sehebat apapun. Pola arabes yang tak terbatas juga menggambarkan kehadiran Tuhan yang ada di mana-mana tak terbatas oleh ruang dan waktu. Arabes dianggap sebagai karya seni terindah di dunia Islam. Selain karena tidak menggambarkan kefanaan seperti binatang dan manusia, karya tersebut juga sesuai ajaran Islam yang melarang penggambaran mahkluk bernyawa. Terlebih lagi arabes merupakan sebuah penggambaran dari sifat Ilahiyah, yang tanpa batas baik oleh ruang maupun waktu. Sehingga arabes pantas menghiasi masjid-masjid yang merupakan representasi rumah Allah SWT. Termasuk fenomena Piramida yang diklaim memiliki banyak hal-hal yang belum terpecahkan, bahwa mereka adalah model bumi, bahwa mereka merupakan bagian dari bagan bintang besar, bahwa poros mereka selaras dengan bintang tertentu, bahwa mereka adalah bagian dari nominal sistem navigasi untuk membantu musafir di padang pasir menemukan jalan mereka, dan seterusnya. Mungkin dalam perkembangan secara sudut pandang yang luas melihat geometri, semua hal di luar manusia, apakah itu agama dan kepercayaan kita kepada Tuhan, ciptaan Tuhan berupa alam semesta dan bahkan diri kita sendiri akan menjadi titik-titik penting yang dijadikan tolak ukur berpikir. Akan seperti itukah? Perkembangan geometri bergerak maju, mungkin bisa mundur untuk mengambil poin penting di masa lalu sebagai pijakan sejarah, tetapi pada intinya geometri bisa tampil dengan wajah apapun.

Ninadwihandajani.

Referensi.

http://www.parapemikir.com/indo/filsafat-islam-dalam-bingkai-sejarah.html http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_works_designed_with_the_golden_ratio http://www.dartmouth.edu/~matc/math5.geometry/unit2/unit2.html

3 Comments »

  1. berbagai kajian perlu dilakukan untuk meninjau perkembangan geometri yang bergerak maju dengan mengambil poin penting di masa lalu sebagai pijakan sejarah.. karena kita sekarang sedang merajut ‘cerita’ yang mungkin menjadi sejarah penting di kemudian hari.

    Comment by andisuryakurnia — April 2, 2010 @ 00:11

  2. Saya melihat sebuah keterbatasan manusia dalam menginterpretasikan kesemestaan yang luas dalam bentuk-bentuk geometri. Mencoba menangkap semua visual semesta yang kemudian di terjemahkan kembali dalam bentuk-bentuk geometri. Namun begitu setiap proses penerjemahan menghasilkan bentuk baru (hasil dari penyederhanaan tadi) yang merupakan peng-kaya-an dari geometri yang telah ada. Sehingga menurut pendapat saya dalam perkembangannya geometri sebenarnya bergerak maju.

    Comment by nurulislami — April 2, 2010 @ 01:27

  3. pemikiran tentang geometri awalnya diciptakan oleh manusia dan sampai sekarang sepertinya manusia terus berusaha untuk mencari ‘kelanjutan’ dari pemikiran itu. menurut saya manusia hanya berusaha untuk tahu apa sebenarnya yang terjadi di sini, apakah geometri sudah ‘mengatur’ kehidupan manusia dari dulu atau hanya karena geometri sebenarnya sangat luas pengertiannya sehingga dapat diinterpretasikan dan dicocokkan dengan segala hal.

    Comment by lisahartati — April 4, 2010 @ 20:25


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: