there’s something about geometry + architecture

April 6, 2010

False Memories dalam Penciptaan Geometri

Filed under: perception — nurulislami @ 00:01
Tags: ,

Dalam bahasan Persepsi dan Arsitektur kita mengetahui dua teori yang mempengaruhi perwujudan geometri. Gestalt, merupakan kecenderungan manusia yang menyederhanakan sesuatu (secara visual) berdasarkan pemahaman yang dibawa oleh manusia tersebut. Dalam prosesnya manusia bersinggungan dengan ingatan akan kejadian dan objek yang dilaluinya kemudian di persepsikan kembali dalam bentuk dengan mengorganisasikan komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola atau kemiripan. Dalam perkembangan persepsi visual Gibson menjelaskan bahwa manusia mempelajari apa yang ada di lingkungan, lebih dari hanya sekedar masukan visual atau sensori. Lebih jauh lagi Gibson menjelaskan informasi yang kita dapat (berupa objek atau kejadian) kemudian dipahami bergantung pada bagaimana dan siapa yang melihat informasi tersebut.

Dalam prosesnya, persepsi yang tertangkap pertama kali (oleh indera) akan menjadi sebuah memori dalam pikiran. Dan dalam jangka waktu tertentu ingatan kita akan objek atau kejadian ini dapat mengalami distorsi dari informasi atau pengalaman yang sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya False Memory. False Memory ini secara sadar atau tidak dapat mempengaruhi hasil persepsi kita terhadap informasi yang didapat. False memory terjadi disebabkan oleh intervensi terhadap informasi yang kita dapat yang kita visualkan kembali sehingga menciptakan gambaran mental dalam pikiran. False memory yang terjadi secara langsung dapat berpengaruh pada proses persepsi kita. Hasilnya yaitu perubahan/distorsi pengungkapan memori dari informasi yang sebenarnya. Dikembangkan oleh psikolog Elizabeth F. Loftus seorang profesor psikologi dan dosen hukum di University of Washington. Intervensi disini menurut Elizabeth F. Lotus terjadi akibat kita yang melupakan sumber informasi dan dominasi “saran” yang bersumber dari orang lain (faktor eksternal).

Proses persepsi visual yang di bawa oleh Gestalt dan Gibson memiliki kecenderungan rentan akan adanya intervensi. Kekuatan sumber informasi kita dalam melahirkan persepsi menjadi penekanan dalam penciptaan geometri (dalam hal ini bentuk atau form). Faktor eksternal dalam hal ini dapat berupa force yang dengan sangat kuat mempengaruhi memori kita. Hasilnya yaitu kekeliruan memori yang dibenarkan kemudian menghasilkan pembenaran dari bentuk yang seharusnya tidak seperti itu. Sebagai seorang arsitek yang menghadirkan representasi yang bergantung oleh pengetahuan dan pengalaman besar kemungkinan kita akan menghadapi intervensi (force) dari luar. Pemahaman atas sebuah informasi (objek atau kejadian) yang sebenarnya menjadi semakin samar dengan adanya intervensi faktor eksternal. Konteks lingkungan, manusia, kegiatan/event, pengalaman, penngetahuan proporsi, komposisi, dll, merupakan informasi yang dikumpulkan untuk diolah menjadi sebuah representasi (geometri atau arsitektur). Pemahaman dan monitoring dalam proses representasi (design) seharusnya dapat membedakan antara sumber internal dan eksternal, sehingga pada akhirnya desain dapat hadir secara proporsional terhadap informasi konteksnya.

Referensi

Gibson, J. J. (1986). An ecological approach to visual perception. Hillsdale, N.J.: Lawrence Erlbaum.

http://faculty.washington.edu/eloftus/Articles/sciam.htm

http://brainethics.wordpress.com/2006/01/02/the-making-of-false-memories

http://findarticles.com/p/articles/mi_g2699/is_0001/ai_2699000153

3 Comments »

  1. Sangat menarik ya..
    hanya bisa membayangkan sistem kerja memori dalam otak kita merespon dan mengolah data yang bisa jadi tumpang tindih dan muatan yang sering muncullah yang akan dominan.
    Atau malah kadang akan terjadi “pembenaran” dari intervensi eksternal yang masuk, menjadikannya sebagai patokan baku yang bisa jadi salah?

    Comment by datunpaksi — June 1, 2010 @ 23:59

  2. False memories sendiri diketahui ketika psikolog Elizabeth F. Loftus melakukan penelitian terhadap salah satu pasiennya. Hal ini diketahui sebagai sesuatu yang “false” ketika Elizabeth F. Loftus mengetahui yang sebenarnya terjadi. False memories centerung bersifat spekulatif dan seolah-olah seperti menyabotase atau menyembunyikan ingatan-ingatan yang sebenarnya.
    Pada peristiwa tertentu (bisa dilihat pada film ‘False Memories’ dari Discovery Channel)seperti intervensi eksternal terhadap terhadap tahanan karena interogasi polisi yang menekan dan spekulatif, atau pasien yang lupa ingatan kemudian dibantu dengan memberikan ingatan-ingatan baru yang ‘salah’, dll, pembenaran akan memori yang ‘salah’ dilakukan oleh si pasien atau tahanan yang sangat yakin dengan yang dia ‘ingat’ (setelah terjadi intervensi eksternal). Sehingga dalam konteks arsitektur sangat mungkin terjadi pembenaran oleh si arsitek akan hal sebenarnya (informasi, memori, dll) ‘salah’.

    Comment by nurulislami — June 2, 2010 @ 00:43

  3. Sebagai tambahan, menurut saya false memory mungkin dapat terjadi dua kemungkinan, yang pertama, informasi yang tertangkap pertama kali (oleh indera) akan menjadi sebuah memori dalam pikiran manusia namun mengalami distorsi dalam waktu tertentu karena otak manusia mengalami iconic memory, yang bersifat short-term. Yang kedua, informasi yang sebenarnya benar dipersepsikan sebagai false memory oleh ingatan manusia, kemudian secara sengaja manusia mengubahnya dengan “apa yang menurut mereka benar”. Hal ini dapat terjadi apabila manusia menggunakan analisa dalam pikirannya. Contohnya, jika saya mendapatkan suatu informasi di waktu tertentu, namun dengan analisa, saya beranggapan bahwa informasi tersebut tidak berlaku lagi untuk waktu saat ini. Maka saya akan berusaha tidak mengaplikasikan informasi tersebut saat ini. Menurut saya, hal ini juga terjadi dalam proses design, mana yang tidak sesuai dengan perkembangan saat ini tidak akan digunakan lagi.

    Comment by safiraalkatiri — March 16, 2011 @ 16:38


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: