there’s something about geometry + architecture

June 2, 2010

Belajar dari Kemasan

Filed under: locality and tradition — andisuryakurnia @ 14:10
Tags: ,

Dewasa ini, suatu produk tersaji lengkap dengan kemasannya. Kemasan bukan saja bertujuan untuk mempermudah transportasi suatu produk, tetapi juga mampu melindungi produk dan memiliki daya simpan yang baik. Bahkan seringkali keputusan untuk memiliki suatu produk ditentukan oleh kemasannya. Sehingga kemasan bukan hanya bersifat pelengkap semata namun juga menjadi faktor kunci sebuah pemasaran produk. Dengan demikian faktor estetika turut menjadi pertimbangan sebuah desain kemasan untuk menarik minat pembeli.

Masa lalu kemasan dapat ditemukan pada beragam bahan alami seperti: keranjang dari alang-alang, wadah simpan anggur dari kulit kambing, kotak dan drum dari kayu, vas tembikar, dsb. Di dunia arkeologi, kemasan merupakan suatu studi penting dalam mempelajari sebuah artefak. Kemasan kemudian banyak dijumpai menggunakan bahan lainnya seperti gelas dan logam. Pada awal abad ke-19 mulai diperkenalkan penggunaan kaleng berbahan campuran besi dan aluminium sebagai material sebuah kemasan. Dan di akhir abad ke-19 kemasan terbuat dari karton berbahan dasar kertas maupun fiber.

Bahan karton ini memiliki elastisitas yang cukup tinggi sehingga kemasan dapat diwujudkan dalam pelbagai rupa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan perancangnya. Kreativitas menjadi kunci utama dalam desain suatu kemasan yang bertujuan untuk menampilkan produk semenarik mungkin sekaligus berfungsi sebagai pelindung produk yang ringkas dibawa-bawa kemana-mana baik dalam perjalanan jarak dekat maupun jauh serta memberikan kemudahan dalam penyimpanannya. Dengan bahan karton ini, kemasan dapat terbentuk dari proses memotong dan melipat sehingga kemasan tidak lagi berwujud seperti pada umumnya namun bisa beraneka ragam rupa yang seringkali mencerminkan karakter dari sebuah produk.

Desain kemasan ini kemudian menginspirasi saya untuk mempelajarinya lebih jauh melalui proses kreatif yang terjadi di dalamnya, yang bukan saja mengedepankan fungsi ‘wadah’ saja tetapi terdapat tahapan pembentukan untuk mencapai tampilan akhir.
Yang menarik dari pembuatan kemasan ini ialah proses desain kemasan secara struktural sehingga didapatkan beragam wujud yang memerlukan percobaan-percobaan sebagai proses pembelajaran sebelum sampai pada wujud akhir yang diinginkan. Proses desain struktur kemasan ini terbagi dalam tiga prinsip utama pembelajaran yaitu: studi tentang struktur dasar (basic structures), studi tentang metoda kunci (locking methods), dan studi tentang proses penyusunan (terminology).

Dalam keseharian sering kali kita juga melakukan hal serupa (baca: 3 prinsip utama kemasan) dalam suatu perencanaan dari skala kecil sampai skala besar. Seperti misalnya perencanaan liburan yang diawali dengan menetapkan kegiatan ataupun tempat untuk mengisi liburan sebagai struktur dasar dalam perencanaan, kemudian dilanjutkan dengan penetapan waktu ataupun tempat yang tepat untuk berlibur (misalnya saat liburan anak sekolah) sebagai ‘kunci’ perencanaan liburan, dan pada akhirnya disusun jadwal kegiatan, tempat, dan waktu sebagai suatu agenda besar untuk mengisi liburan tersebut (sebagai proses penyusunan). Dengan prinsip-prinsip ini liburan yang direncanakan kemungkinan besar dapat berlangsung dengan baik, kecuali jika terganggu oleh faktor alam seperti cuaca buruk.

Dalam skala besar seperti perencanaan kota sebenarnya prinsip yang sama masih bisa diberlakukan dengan melibatkan kajian yang mendalam tentang ‘struktur dasar’ suatu kota misalnya pengetahuan bahwa pertumbuhan kota yang diawali dari keberadaan sumber kehidupan (air) seperti sungai, kemudian dilanjutkan dengan penetapan ‘kunci’ berupa pengetahuan mengenai faktor-faktor berkehidupan masyarakat kota, dan pada akhirnya dihasilkan kebijakan-kebijakan yang merupakan bagian dari ‘proses penyusunan’.

Namun seringkali juga kita jumpai ketiga prinsip utama ini berlangsung kurang/tidak terkait satu sama lain dalam suatu perencanaan, sehingga rencana yang telah ditetapkan (skala besar dan kecil) kurang/tidak memberikan hasil yang memuaskan. Tulisan ini menjadi bahan pembelajaran bagi saya untuk mengingat kembali akan proses yang seharusnya berlangsung dalam berbagai perencanaan termasuk perencanaan arsitektur.

Bagaimana menurut anda?

Sumber:

http://e.wikipedia.org/wiki/Packaging_and_Labelling

Structural Package Designs. Amsterdam: The Pepin Press. 2003

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: