there’s something about geometry + architecture

June 2, 2010

Geometri “Bersih-Kotor”

Filed under: locality and tradition — nurulislami @ 14:21
Tags:

Sehari-hari kita selalu berhadapan dengan aktivitas membersihkan diri dengan mandi, wudhu, mencuci tangan, buang air, dll. Beragam cara dilakukan untuk melakukan aktivitas “kebersihan“, mulai dari pendidikan kita dengan program pengajaran dari TK kita mengenal tata cara mencuci tangan, menggosok gigi dan serangkaian kegiatan membersihkan diri lainya. Konsep bersih dan kotor ini juga menjadi sesuatu yang diajarkan dalam agama. Kebersihan sebagian dari Iman merupakan salah satu kalimat yang paling sering kita dengar. Konsep bersih kotor yang berhubungan dengan diri seseorang dalam sistem masyarakat, berkaitan dengan ajaran agama Islam misalnya, sebelum melaksanakan sholat terlebih dahulu harus mensucikan diri dengan berwudhu menurut tata cara tertentu. Sebelum hari pertama puasa sebagian masyarakat di daerah melakukan serangkaian ritual mensucikan diri dengan menceburkan diri di laut atau Kungkum atau mandi beramai-ramai di sumber air. Aspek yang tidak dapat diamati oleh manusia adalah kebersihan rohaniah pada saat menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Begitu melekatnya konsep bersih kotor ini juga berkaitan dengan diri pribadi juga mencakup kata-kata dan tindakan. Sebagian dari masyarakat kita menghindari kata dan tindakan kotor baik pada saat sendirian maupun didepan orang lain.

Namun begitu bagaimana perwujudan konsep ini dalam arsitektur?

Dalam Feng Shui dijelaskan  bahwa kegiatan yang berlangsung di dalam kamar mandi melibatkan energi lima elemen (air, api, kayu, logam dan tanah), karena itu lokasi kamar mandi harus dipilih dengan cermat. Posisi kamar mandi yang tidak baik dapat memberi efek berbahaya, melarutkan energi chi ruangan yang lain di rumah itu. Sebaiknya letak kamar mandi berada di sudut belakang dan agak ke belakang rumah. Yang penting tidak di bagian depan rumah dan sejajar dengan dinding luar. Kalau letaknya harus berada di ruang keluarga atau kamar tidur, sebaiknya posisi kamar mandi sedikit tersembunyi dengan ventilasi alam yang baik dan benar, seperti jendela yang bisa mengakses udara dari taman atau ruang terbuka. Untuk kamar mandi yang terjepit di antara dua kamar tidur, sebaiknya di bagian plafon memiliki rongga dan kaca yang tembus cahaya, agar bau tak sedap dan kelembaban bisa dikurangi. Pintu kamar mandi jangan berhadapan dengan pintu ruang lainnya. Bila ada yang berhadapan, sebaiknya mengeser salah satu pintu atau memberi satu penyekat diantara dua pintu tersebut.

Kita mengenal sumbu-sumbu dalam geometri, konsep bersih kotor ini juga kemudian didefinisikan dalam atas-bawah, kiri-kanan, depan belakang. Ke arah muka adalah menuju kepada kemajuan dari gerakan berjalan. Dimensi muka adalah waktu yang mendatangi manusia, alam harapan, dan keberanian. Arah atas menyimbolkan dimensi cita-cita, dunia para dewa, dan dimensi Yang Maha Agung, sedangkan kiri-kanan memberikan simbol  kemudian kiri-kanan memberikan simbol dualitas. Dalam budaya Jawa, manusia akan selalu mengarungi kehidupan di dalam kancah peperangan dualitas: baik-buruk, suka-duka, hitam-putih, dan seterusnya. Bagian kanan merupakan dunia yang baik dan bersih dan bagian kiri merupakan dunia yang buruk dan kotor. Dalam pembagian ruangnya rumah joglo didasarkan pada sistem sumbu dan hirarki. Letak pawon dan kamar mandi terpisah dari rumah utama dan terletak pada bagian belakang.

Konsep bersih-kotor merupakan salah satu  hasil proses belajar dari lingkungannya. Proses ini kemudian digunaan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan disekitarnya sehingga melahirkan suatu sistem kategorisasi tentang lingkungan yang mencakup banyak hal, yang berkaitan dengan baik dan buruk, benar dan salah, kiri dan kanan, kotor dan bersih. Kategori tersebut sebagai pengendali tingkah laku dan tindakan. Pengendali tersebut harus diikat oleh suatu sistem etika dan pandangan hidup.

Pustaka

http://www.rumahdanproperti.com/news/13/fengshuikamarmandi-78.aspx

http://www.djojosastro.info/_kisah.php

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: