there’s something about geometry + architecture

June 2, 2010

Geometri Bukan Mengenai Benar atau Salah, Melainkan Mengenai Bagaimana Memilih

Filed under: process — gemala @ 14:28
Tags: ,

Setelah mengenal berbagai teori yang terkait dengan geometri dan arsitektur, sangat jelas bagi saya bahwa terdapat banyak pilihan untuk mengekspresikan citra dari sebuah bangunan atau wujud arsitektural melalui geometri yang diterapkan. Pertanyaannya adalah cara mana yang akan dipilih dan diterapan. Order, beauty, rigid, ugly, Euclidean, non-Euclidean, dan persepsi lainnya yang mewakili geometri yang diterapkan pada sebuah desain arsitektur merupakan sesuatu yang diterjemahkan berbeda oleh pemikiran-pemikiran yang berbeda pula. Namun perbedaan tersebut tidak dapat menyalahkan satu sama lain (sewajarnya).

“One geometry cannot be more true than another; it can only be more convenient”. [Poincaré]

Bagi arsitek sebagai perancang, semua persepsi dan teori tersebut sangat membantu dalam penciptaan suatu wujud arsitektural. Dengan demikian, hasil karya arsitektur yang terbentuk menjadi logis dan dapat dijelaskan secara geometrikal sehingga tidak terbentuk suatu karya yang ‘tidak pada tempatnya’. Bagi pengguna dan penikmat hasil karya arsitektur, persepsi dan teori tersebut menjadi penting saat mereka menuntut suatu karya yang benar-benar tepat guna dari berbagai sudut pandang.

Dari sini dapat dilihat bahwa tanggung jawab seorang arsitek sebagai perancang ternyata tidak hanya sebatas memenuhi tuntutan kebutuhan ruang kliennya namun juga terhadap setiap unsur geometrikal yang mereka terapkan pada desain termasuk hal sederhana seperti garis dan bidang. Hal ini mungkin dapat disamakan dengan apa yang Y. B. Mangunwijaya sebut dengan berarsitektur secara budayawan; dengan nurani dan tanggung jawab penggunaan bahasa arsitektural yang baik, karena berarsitektur berarti berbahasa dengan garis dan bidang, ruang dan gatra, bahan material dan suasana tempat.[1] Di sinilah dituntut kemampuan seorang perancang untuk memilih geometri seperti apa yang akan ia terapkan pada desainnya.


[1] Y. B. Mangunwijaya. 1995. Wastu Citra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (hal. 7)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: