there’s something about geometry + architecture

March 22, 2011

Behind Holism and Reductionism

Filed under: perception — austronaldo @ 08:41
Tags: , , ,

Dengan mengambil contoh matahari, saya ingin mengupas persepsi orang mengenai objek tersebut. Gambar di bawah ini merupakan foto matahari. Namun apabila kita melihat gambar di sampingnya, yang pertama kali kita persepsikan adalah gambar matahari, meskipun bentuk ataupun komponen bentuk dari kedua gambar tersebut berbeda dengan gambar aslinya. Padahal pada gambar matahari

asli tidak ada elemen segitiga maupun elemen garis lurus seperti pada kedua gambar dua-dimensional tersebut. Mengapa komponen bentuk lain yang sebenarnya tidak ada pada gambar aslinya ditambahkan? Dan bukannya direduksi menjadi gambar lingkaran saja..

Mari kita pecahkan bentuk di atas menjadi komponen- komponennya (reductionism).

Dengan jelas kita bisa melihat bahwa meskipun bentuk secara keseluruhan dipersepsikan sebagai matahari, namun apabila bentuk keseluruhan tersebut di reduksi, komponen-komponen bentuk tersebut tidak bisa dipersepsikan sebagai matahari lagi. Komponen A terdiri dari bentuk lingkaran dan segitiga, sedangkan komponen B terdiri dari bentuk lingkaran dan garis lurus yang jelas-jelas bukan berbentuk matahari.

Lalu jika kita menggabungkan komponen-komponen bentuk menjadi bentuk secara keseluruhan (holism).

Meskipun komponen bentuknya berbeda, apabila digabung bisa menjadi bentuk yang sama (yaitu matahari). Namun, kita juga bisa melihat bentuk yang berbeda-beda dapat dihasilkan oleh komponen-komponen bentuk yang sama. Tidak semua hasil yang didapatkan memiliki bentuk yang kita persepsikan sebagai matahari lagi. Mungkin gambar (a),(b) dan (c) masih kita persepsikan sebagai matahari namun mungkin tidak dengan (d).

Meskipun berakar dari komponen bentuk yang sama, namun properti komponen bentuk dan bentuk secara keseluruhan berbeda. Kita tidak lagi menyebut lagi sebagai 8 segitiga dan satu lingkaran namun sebagai ‘matahari’ yang otomatis memiliki karakteristik hangat, silau besar, agung.

Jadi, bentuk yang digabung memiliki properti yang tidak dimiliki oleh komponen benda-benda itu sendiri. Alangkah menariknya bahwa benda benda sederhana seperti segitiga, lingkaran dan garis lurus yang semula kita ketahui memiliki properti matematis (misalnya segitiga yang terdiri dari 3 sudut dan jumlah sudutnya 180 derajat) ternyata memiliki properti yang lebih dari sekedar properti matematis apabila bentuk bentuk sederhana tersebut digabungkan. Siapa sangka ketika kita menggabungkan segitiga dan lingkaran kita bisa mendapatkan bentuk dengan karakteristik hangat! Jadi di balik eksperimen holism dan reductionism ini kita bisa mengetahui bahwa komposisi bidang- bidang dapat memunculkan persepsi lebih dari sekedar visual tapi juga kualitas hangat/ agung dst yang muncul akibatnya.

Referensi:
Raman V, Varadaraja. Reductionism and Holism: Two Sides of the Perception of Reality. http://www.metanexus.net/magazine/tabid/68/id/9338/Default.aspx

2 Comments »

  1. menarik sekali refresensi yang diambil dari buku yang anda ambil Raman V, Varadaraja. Reductionism and Holism: Two Sides of the Perception of Reality. seperti masih banyak contoh lain yang diungkapkan oleh buku tersebut tentang alam. Menurut saya, dalam teori Gestalt law of perception, law of continuity terlihat dalam gambar-gambar yang anda sajikan. sehingga, persepsi kita akan sebuah matahari dapat langsung tervisualkan oleh komposisi geometri bentuk-bentuk tersebut. Bagaimana dengan bintang yang sebenarnya hanya terlihat seperti cahaya, mengapa kemudian dia dipersepsikan seperti gabungan segitiga-segitiga yang saling berpotongan?

    Comment by tatalilisasa — March 22, 2011 @ 11:09

  2. istilah persepsi ini sebenarnya mulai membingungkan dan membuat saya bertanya yang berdasarkan uraian anda di atas. sebernarnya kalau kita kembali ke pembahasan mengenai fenomenologi matahari apakah kita langsung dapat mengatakan bahwa matahari terdiri dari satu lingkaran dominan ditengahnya dengan properti komponen segitiga yang sisi datarnya mengelilingi si lingkaran besar yang lebih dominan di tengah seperti pada gambar matahari pada umumnya? tetapi saya menjadi bertanya bukankah pengetahuan kita mengenai matahari sudah ada tanpa kita perlu mempersepsikannya dan mempertanyakan dari mana bentuk tersebut datang dikarenakan sedari kecil gambar seperti itulah yang di ajarkan kepada kita, dan diterima dengan baik sehingga gambaran bentuk seperti itulah yang dapat kita sebut sebagai ‘matahari’ hingga saat ini. lalu sebenarnya mengapa bentuk tersebut yang dapat merepresentasikan benda paling agung di alam semesta ini yang disebut matahari? lalu berujuk pada pelajaran minggu lalu yaitu persepsi, saya teringat memang manusia cenderung menggambarkan hal yang tersederhana, dan cenderung mencari perbedaan ( bentuk lingkaran dan segitiga atau garis), mungkin itulah yang akhirnya melahirkan bentuk seperti itu.

    Comment by arichichristika — March 22, 2011 @ 19:33


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: