there’s something about geometry + architecture

March 22, 2011

Mari Bermain dengan Proporsi

Filed under: classical aesthetics — mijohanes @ 08:42
Tags:

Dalam buku Architecture and Mathematics in Ancient Egypt, Corrina Rossi mencoba untuk menganalisa bentuk bentuk arsitektur pada Mesir Kuno secara matematis. Pada bab pertama membahas tentang proporsi-proporsi yang dianggap baik dan juga aturan proporsi yang mungkin berlaku. Pada awalnya saya tertarik dengan penggunaan segitiga-segitiga yang dianggap sebagai elemen utama dalam arsitektur Mesir. Rossi merujuk pada hasil observasi Viollet-le-Duc (1863) terhadap “egyptian triangle” yang memiliki perbandingan tingga dan alassnya 5:8. Tetapi mengapa proporsi 5:8 itu menarik seperti layaknya golden section. Kutipan selanjutnya menjelaskan bagaimana proporsi tersebut menjadi menarik mata.

“the relation to 5 in height and 8 in breadth satisfies the eye. Now, while it is difficult to prove why a visual sensation is pleasing or displeasing, it is at least possible to define this sensation.
As I said above, dimensions become proportions sensible to the eye, – that is, comparative relations of lengths, breadths, and surfaces, – only as far as there are dissimilarities between these dimensions. The relations of 1 to 2 or of 2 to 4 are not dissimilarities, but equal divisions of similars, reproducing similars. When a method of proportions obliges the designer, so to speak, to give divisions which are as 8 to 5, e.g. 5 being neither the half nor the third, nor the fourth of 8, sustaining a relation to 8 which the eye cannot define, you have already, at the very outset, a means of obtaining the contrasts which are necessary for satisfying the “first law of proportions.”
Viollet-le-Duc, Lectures on Architecture, pp. 405–6.

Ternyata yang menjadi sumber dari keindahan sebuah proporsi adalah hubungan antara elemen panjang dan lebar harus tidak dapat didefinisikan oleh mata, setidaknya itulah menurut Viollet-le-Duc. Pernyataan ini mengingatkan saya bahwa banyak produk-produk yang berbentuk persegi empat memang tidak memiliki perbandingan yang mudah terbaca oleh mata. Misalnya saja layar televisi memiliki proporsi 4:3, layar televisi widescreen saat ini berproporsi 16:9. Berikut contoh-contoh persegi panjang dalam berbagai proporsi, sekarang saatnya bagi pembaca untuk membuktikan apakah Viollet-le-Duc benar mengenai hukum proporsinya.

Uploaded with ImageShack.us

Disini pembaca dapat melihat sendiri, menurut saya gambar di sebelah kiri memang lebih memiliki dinamika dan sulit untuk ditebak oleh mata proporsinya. Hal yang remeh tetapi cukup berperan dalam menghadirkan keindahan.

Referensi:
Viollet-le-Duc, Eug`ene, Lectures on Architecture (Entretiens sur l’architecture, Paris 1863), English translation by Benjamin Bucknall, New York: Dover Publications, 1987.
(diambil dari kutipan Architecture and Mathematics in Ancient Egypt oleh Corinna Rossi:2003)

3 Comments »

  1. sebenarnya apa alasan layar-layar televisi mengeluarkan proporsi seperti itu ya? apakah agar gambar terkesan lebih proporsional atau ada alasan lain. Dalam tulisan ini saya melihat bahwa mata menjadi media yang berperan penting dalam menentukan proporsi, lalu timbul pertanyaan apakah proporsi tersebut memang disesuaikan dengan alasan keindahan dipandang mata saja atau ada alasan lainnya. Istilah tidak bisa didefinisikan itu apakah menjadi modal awal sebuah proporsi dikatakan indah?

    Comment by tatalilisasa — March 22, 2011 @ 11:17

  2. Mungkin jika bicara mengenai televisi tidak lagi bicara mengenai keindahan saja. proporsi yang menjadi standard-standard ukuran televisi itu tentunya sudah diuji coba agar manusia dapat menonton lebih nyaman. Tidak terlalu sempit atau terlalu bias. Sehingga informasi yang ditayangkan pun dapat diterima lebih baik. Mungkin anda dapat mengaitkannya dengan besaran sudut perspektif manusia dalam melihat sesuatu.

    Comment by ryantjahjadi — March 24, 2011 @ 12:06

  3. Memang jika dilihat dengan mata telanjang, proporsi yang di samping kiri nampak lebih enak dipandang. Akan tetapi, saat ini proporsi layar 4:3 sering menjadikan gambar kurang proporsional sehingga nampak lebih gemuk.

    Comment by Shafamom — October 10, 2012 @ 10:22


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: