there’s something about geometry + architecture

March 22, 2011

Utopia?

Filed under: ideal cities — Prillia Indranila @ 08:29
Tags: , ,

Ketika membahas mengenai ideal city pada kuliah geometri, yang pertama kali diperkenalkan adalah tentang “The Island of Utopia” yang dibuat oleh Thomas More. Saya tertarik pada kata ‘utopia’ ini, karena meskipun saya sering mendengar kata ini, saya tidak mengerti artinya.

The Island of Utopia

Setelah saya mencari referensi mengenai Island of Utopia ini, saya menemukan terjemahan dari penjelasan mengenai Utopia tersebut, berikut sedikit kutipan dari penjelasannya:

“The island of Utopia is in the middle just 200 miles broad, and holds almost at the same breadth over a great part of it; but it grows narrower towards both ends. Its figure is not unlike a crescent: between its horns, the sea comes in eleven miles broad, and spreads itself into a great bay, which is environed with land to the compass of about five hundred miles, and is well secured from winds.”

There are 54 cities in the island, all large and well-built: the manners, customs, and laws of which are the same…”

Every city sends three of their wisest senators once a year to Amaurot [the capital] to consult about their common concerns; for that is chief town of the island, being situated near the centre of it, so that it is the most convenient place for their assemblies.”

Dilihat dari penjelasannya, Thomas More mendeskripsikan Utopia tersebut dari kondisi fisik dan pemerintahannya. Penggambaran kondisi wilayahnya pun tampaknya menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki sistem yang teratur, contohnya dari kata2 ‘well secured from winds’, berarti kota tersebut aman dari terjangan angin yang dapat membahayakan wilayahnya, kemudian di wilayah tersebut ada senator yang dapat menjadi tempat berkonsultasi yang berada di pusat sehingga memudahkan untuk pertemuan, sebuah situasi yang memudahkan interaksi antara rakyat dengan wakil rakyat. Berarti, dapat disimpulkan bahwa maksud dari Thomas More dalam Utopia ini adalah menunjukkan seperti itulah kota yang baik.

Sebenarnya, apa pengertian dari kata utopia itu sendiri? Ada beberapa pengertian mengenai utopia dari beberapa sumber:

Dari beberapa pengertian tersebut, ‘utopia’ tersebut mengacu pada dua hal yaitu ‘ideal’ dan ‘perfect’. Kota ideal, itulah yang digambarkan Thomas More dalam Utopia-nya, kota dengan segala keteraturannya. Karena kota tersebut digambarkan begitu sempurna, masyarakat yang  tinggal di dalamnya mungkin akan hidup sejahtera dan merasa aman, dengan kata lain, everybody is happy. Selain dari sumber teks, saya juga tertarik untuk mencari apa itu ‘utopia dari segi visualnya. Gambar di bawah ini adalah beberapa hasil yang saya peroleh ketika saya mencari tentang ‘utopia’ dari Google Images:

Utopia
Utopia
Utopia

Sungguh menarik dan terlihat sangat imajinatif, bukan?🙂

Ketiga gambar di atas ternyata memiliki penggambaran yang berbeda; gambar pertama terlihat seperti kota yang keadaannya damai, berada di antara bukit, dan terlihat bangunan yang di sekelilingnya terdapat benteng, seperti kota-kota pada abad pertengahan. Pada gambar kedua digambarkan sebuah pemandangan alam yang indah, tergambar dari danau dan langit yang berwarna biru menawan serta tumbuhan dan hewan dapat dapat hidup di sana. Gambar ketiga merupakan kota yang futuristik, kota yang mungkin secara visual akan seperti ini bertahun-tahun yang akan datang. Namun dari ketiga gambar tersebut terdapat kesamaan, yaitu ketigannya sama-sama menggambarkan suasana yang indah, sempurna, dan teratur.

Dari hasil yang saya temukan dari Google Images tersebut,ternyata saya tidak melihat ‘sesuatu yang nyata’, atau sesuatu yang bisa kita lihat sehari-hari, yang sudah ada pada kenyataannya sekarang. Semua gambar tentang ‘utopia’ yang saya dapatkan hanya gambar fiksi atau imajinasi seseorang yang menggambarkan bagaimana ‘utopia’ menurut mereka. Dari sinilah, saya setuju dengan pernyataan “utopia itself means literally ‘no-place'”, atau ‘utopia’ itu merupakan ‘a form of nothingness’. Jadi, kalau sesuatu yang ‘utopis’ atau ideal tersebut tidak ada, mengapa muncul istilah ‘ideal city’? Sebenarnya, apa itu ‘ideal city’?’ Mengutip dari pernyataan Eaton, yang dimaksud dengan ‘ideal city’ menurutnya yaitu “cities whose life begins (and usually ends) in the form of ideas and which are often presented as being as close to perfection as possible. Bagian akhir dari pernyataannya itulah yang sebenarnya menyangkal mengenai keadaan yang perfect, karena yang bisa dilakukan manusia hanyalah berusaha untuk mendekati keadaan yang sempurna tersebut, maka dari itulah ‘utopia’ hanya ada dalam imajinasi manusia, dengan persepsi yang bisa berbeda-beda.

Bagi saya, utopia atau ideal city tersebut merupakan hanya sebuah visi. Visi tersebutlah yang secara tidak langsung mengungkapkan keinginan manusia akan adanya tempat tinggal bagi mereka yang sempurna; tempat yang indah, tentram, semua kebutuhannya dapat dipenuhi tanpa ada yang kurang, atau dengan kata lain, sempurna. Oleh karena itu, lahirlah usaha-usaha para perancang kota untuk mencapai keadaan tersebut, misalnya Le Corbusier dengan City of Tomorrow-nya yang kemudian menghasilkan sesuatu yang sekarang kita sebut sebagai zoning.

Referensi:

http://www.bl.uk/learning/histcitizen/21cc/utopia/more1/island1/island.html

3 Comments »

  1. saya tertarik dengan gagasan mengenai “ideal city: utopia” dari Thomas More ini. dalam buku ini ia menggambarkan bagaimana imajinasinya mengenai bentuk ideal city, tetapi dengan sadar juga ia menampik bahwa kota utopia yg ideal itu sendiri tidak ada. yang saya tangkap dari tulisan ini, kota yang ideal menurut Thomas More adalah kota dengan segala keteraturannya, kondisi kota aman dan terkendali sesuai dengan harapan, sehingga semua penduduknya merasa bahagia. lalu, menurut data yang saya peroleh dari wikipedia, buku ini diterbitkan pada tahun 1516, yang jadi pertanyaannya adalah apakah gagasan Thomas More mengenai kota yang ideal ini masih sama dengan kota yang ideal pada masa modern seperti sekarang? bagaimana konsep keteraturan dan keterkendalian kota tersebut menjawab kehidupan masyarakat modern yang yang sangat dinamis?

    Comment by sikimangifera — March 22, 2011 @ 20:46

  2. saya berpendapat dengan prilia, bahkan utopia itu hasil pemikiran kita sendiri. ketika dituliskan deskripsi mengenai utopia, saya dan orang lain akan membayangkan kota dengan bentuk yang lain, namun dengan sistem yang sama, seperti pertahanan, dsb. kita mebentuk utopia itu seideal mungkin dalam benak kita sendiri. itu semua tergantung daya imajinasi dan presepsi kita akan suatu hal. saya rasa, ini juga menyangkut dengan sifat seseorang. ada orang yang menggambarkan utopia seperti desa yang indah, ada juga yang seperti perkotaan modern. namun keduanya memiliki persamaan sifat kota yang dideskripsikan. hal ini sungguh menarik karena ternyata pembuatan ideal city, tidak sama tiap orangnya

    Comment by stellanindya — March 22, 2011 @ 23:21

  3. Mengenai konsep utopia, saya pikir tidak ada salahnya untuk terus menjadi bahan diskusi di antara para arsitek dan perancang kota, sebab segala sesuatu harus mengarah menuju hal yang semakin baik bukan? Maka, sebenarnya konsep utopia menurut saya muncul secara manusiawi dari masyarakat yang masih hidup dalam kondisi yang masih ada “cacatnya”, di mana dalam kenyataannya memang akan selalu begitu. Mungkin memang tidak mungkin mewujudkan konsep utopia yang sepenuhnya, namun pembelajaran secara terus menerus untuk menghasilkan rancangan untuk kehidupan yang lebih baik sudah sewajibnya dilakukan. Konsep utopia seharusnya menjadi pendorong untuk menghasilkan “mimpi – mimpi” tentang kota yang semakin ideal dengan cara – cara kreatif. Bukankah segala hal besar memang berasal dari ide dan mimpi besar juga?

    Hal yang perlu diingat mungkin efek dari semua rancangan yang dibuat, misalnya untuk sebuah kota dalam mencapai keadaan yang menurut perancang ideal, supaya jangan sampai yang etrjadi justru sebaliknya, kondisi kehidupan yang tragis yang sering dikenal dengan distopia, kontras dari utopia.

    Comment by klarapuspaindrawati — March 23, 2011 @ 03:26


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: