there’s something about geometry + architecture

March 23, 2011

Ikebana: Bentuk Kecantikan dari Keasimetrisan dan Kekosongan

Filed under: architecture and other arts — klarapuspaindrawati @ 15:49
Tags: , ,

Ikebana, seni merangkai bunga yang berasal dari Jepang merupakan salah satu metode merangkai bunga yang kaya akan nilai seni serta filosofi. Dari sejarahnya, seni merangkai bunga ini muncul di abad ke enam, ketika ajaran Buddha masuk ke Jepang. Salah satu bagian dari ritual di dalam agama Buddha adalah merangkai bunga di altar sebagai persembahan untuk roh – roh orang yang sudah meninggal. Ikebana berasal dari padanan kata ikeru, yang berarti menempatkan atau menyusun kehidupan dan kata hana yang berarti bunga, seni ini mulai dikembangkan di Jepang sejak abad ke 15.

Ikebana memiliki perbedaan pada seni merangkai bunga pada umumnya yang menekan pada komposisi warna yang menarik dari kelopak – kelopak bunga dengan bentuk yang juga beragam. Ikebana justru menekankan pada bagian tangkai dan daun bunga dengan jumlah bunga dalam satu rangkaian diminimalkan. Struktur yang digunakan dalam merangkai bunga adalah geometri dari scalene triangle, atau yang kita kenal dengan segitiga sembarang. Struktur segitiga sembarang ini memiliki filosofi mengenai unsur – unsur pembentuk kehidupan: surga, bumi, dan manusia, atau menggambarkan matahari, bulan, dan bumi.

Beberapa aturan yang diterapkan dalam ikebana adalah:
1. Menggunakan jumlah bunga yang minimal dibanding jumlah tangkai dan daunnya.
2. Layer rangkaian bunga diminimalkan, sehingga akan menampilkan banyak ruang kosong .
3. Penekanan dalam komposisi diberikan pada garis pemberi bentuk.
4. Mengacu pada imajinasi bentuk segitiga sembarang dan asimetri.
5. Perangkai bunga harus dalam situasi hening saat sedang merangkai sebagai wujud rasa hormat terhadap alam dan meresapi alam sebagai pemberi ketenangan bagi pikiran, jiwa, dan tubuh.

Image and video hosting by TinyPic

Dari komposisi dan metode yang diterapkan pada seni ikebana, sebenarnya terkandung beberapa filosofi yang mengajarkan berbagai makna hidup. Dari proses pembuatannya, ikebana mengajarkan ketenangan bagi perangkainya dengan penghayatan terhadap benda alam sebagai sumber ketenangan hidup. Konsep kata Ma, merupakan konsep mengenai kekosongan yang diterapkan pada ikebana. Ma, berarti kosong, ruang void. Kekosongan dalam hal ini menajdi poin utama, hal yang ditonjolkan sebagai sumber energi. Ruang kosong yang terbentuk di dalam rangkaian meemberikan kehidupan bagi bunga – bunga yang dirangkai karena dengan demikian ada ruang – ruang untuk bernafas. Dalam kehidupan, ruang kosong dalam jiwa dan pikiran dibutuhkan untuk menjauhkan diri dari tekanan dan kondisi stres. Ruang kosong pada rangkaian ikebana menjadi penghubung elemen – elemen penyusun yang digunakan dan menciptakan keutuhan. Komposisi asimetris dalam ikebana justru menciptakan keseimbangan dan menggambarkan keasimetrisan sebagai hal yang terjadi secara natural pada benda – benda alam. Ikebana memang bentuk kesenian yang sangat berkaitan dengan penenangan jiwa baik bagi perangkai, maupun bagi orang yang melihat hasil karya ikebana melalui komposisi garis dan keseluruhan elemen rangkaian.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Ikebana
http://www.presentationzen.com/presentationzen/2009/09/0-design-lessons-from-ikebana.html
http://www.suite101.com/content/ikebana-flower-arranging-a98237
http://www.essortment.com/ikebana-flower-arranging-58233.html
http://outsiderjapan.pbworks.com/w/page/24318046/Ikebana
http://www.google.co.id/imglanding?q=ikebana&um=1&hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&tbs=isch:1&tbnid=jKnLVK9XIlbL_M:&imgrefurl

3 Comments »

  1. filosofi dibalik ikebana agak sangat menarik. kesenian jepang memang banyak yang terkesan hening dan kosong..sepertinya sangat tenang bila melihat rumah – rumah jepang kuno. ada unsur mistis dan kepercayaan yang begitu kuat terhadap roh leluhur..hal ini menurut saya yang tak boleh hilang dari tradisi jepang. begitu pula dalam ikebana.
    akan tetapi saya sering membaca bahwa bentuk sederhana dapat menghasilkan persasaan yang lebih tenang. dan simetri menurrut saya lebih sederhana dari asimetri. lalu mengapa dalam seni merangkai ikebana, bentuk asimetri lebih dipilih ketimbang bentuk simetri? adakah tujuan lain selain ketenangan dan kekosongan? mungkin jawabanyya adalah asimetri sebagai penggambaran kecantikan?

    Comment by ajengdwiastuti — March 25, 2011 @ 10:06

  2. Kalo dari yang saya tahu dari mata kuliah lain, Jepang dengan kepercayaan Shintonya sebenarnya menekankan ketenangan dan keheningan bukan secara mistis, tetapi lebih melalui pendekatan jiwa terhadap alam yang mereka yakini sebagai sumber ketenangan dan keseimbangan hidup. mengenai asimetris dalam komposisi rangkaian bunga pada ikebana, dari beberapa sumber mengatakan bahwa asimetri dipahami sebagai konsep (lagi-lagi) alam yang secara alami terjadi. nyatanya banyak benda benda yang terbentuk di alam yang memiliki sisi asimetri.

    Comment by klarapuspaindrawati — March 25, 2011 @ 19:00

  3. Tulisan yang sangat menarik menurut saya. Bahwa dari keasimetrisan dan kekosongan juga dapat muncul keindahan. Mungkin konsep yang seperti ini juga dapat diterapkan dalam ruang. Misalnya penambahan void di tengah rumah untuk memasukkan lebih banyak cahaya menyebabkan rumah lebih hidup dan bernyawa. Mungkin selanjutnya dapat kita temukan pengaplikasian keasimetrisan dalam bangunan yang memunculkan keindahan pula..🙂

    Comment by adrianadhin — April 2, 2011 @ 01:13


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: