there’s something about geometry + architecture

March 23, 2011

Manusia dan Simetri

Filed under: classical aesthetics — adefadli14 @ 15:27
Tags: ,

Anda mungkin pernah mendengar kata samurai bukan? Seorang ahli pedang yang dapat menghabisi musuhnya hanya dengan sekali tebasan. Sekarang coba bayangkan anda adalah seorang samurai dan seseorang yang iseng meminta anda untuk membelah sebuah apel yang dilemparkannya pada anda di udara. Tanpa kesulitan sedikitpun anda membelah apel tersebut dengan sekali tebasan. Saya tidak akan mempertanyakan jurus atau aliran samurai apa yang terlintas dibenak anda saat membelah apel tersebut, melainkan kondisi apel tersebut setelah dibelah. Apakah anda membelahnya menjadi dua bagian tepat di tengah seperti pada gambar 1(a) atau tebasan anda terlalu cepat 0,1 detik hingga membelah pada bagian ujungnya saja seperti pada gambar 1(b)? Pada umumnya, dari percobaan yang saya lakukan setidaknya, mayoritas akan membelah apel tersebut tepat di tengah menjadi dua bagian sama besar, simetris.

www.freeimagehosting

Apa sih simetri? Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia didapat pengertian seimbang, selaras, sama kedua belah bagiannya. Jika ditelusuri dari asal katanya, kata simetri diambil dari bahasa Yunani  symmetros digunakan dalam bahasa Inggris menjadi symmetrical, suatu keseimbangan dalam proporsi. Apa sih proporsi? Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia didapat pengertian perbandingan, bagian, perimbangan. Jika ditelusuri dari asal katanya, kata proporsi diambil dari bahasa Inggris abad pertengahan   proporcion digunakan pertama kali pada abad ke – 14, suatu hubungan yang harmonis sebuah elemen baik dengan elemen lain maupun secara keseluruhan .

Manusia secara alami memiliki ikatan dengan simetri baik raga maupun rohani. Misalnya saja tim forensik menemukan hanya separuh wajah manusia, tim dapat merekonstruksi ulang menjadi sebuah wajah yang utuh karena ada simetri pada tubuh manusia. Dalam teknik menggambar misalnya, Scott Mcloud dalam bukunya “Membuat komik” menjelaskan bahwa dalam kondisi netral, tubuh manusia itu simetris. Perubahan pada posisi tubuh akan memberikan pesan lain pada karakter gambar tersebut. Selain itu, posisi tubuh pun dapat mempengaruhi emosi dan pikiran manusia. Jika anda sedang kesal, cobalah untuk memposisikan tubuh anda menjadi simetris hal ini biasa dilakukan saat orang akan bermeditasi maka perasaan anda berangsur – angsur akan membaik. Baik sadar ataupun tidak, bentuk simetri mempengaruhi kehidupan manusia dan memiliki tempat khusus pada pikiran kita semua. Maka tidak aneh jika hasil cipta karya manusia mendapatkan pengaruh yang besar dari sesuatu yang disebut simetri ini.

Mulai dari kuil Parthenon di Yunani hingga bangunan – bangunan pencakar langit pada abad ke -21, bangunan rancangan manusia masih (meskipun tidak semua) memperlihatkan bentuk – bentuk simetris pada elemen – elemen bahkan hingga bentuk keseluruhan. Vitruvius dalam bukunya “THE TEN BOOKS ON ARCHITECTURE” menjelaskan bahwa simetri merupakan bagian dari prinsip dasar arsitektur karena simetri merupakan penyesuaian yang tepat bagi elemen – elemen pada sebuah bangunan. Bangsa Yunani kuno sangat menggemari bangunan simetris karena kemegahan yang ditimbulkannya yang hingga kini tetap dikagumi bahkan dijadikan contoh untuk bangunan – bangunan pemerintahan di dunia. Manusia memang memiliki ikatan khusus dengan simetri dan cipta karya yang dihasilkan oleh bentuk simetri pun diakui memang memiliki kualitas yang baik namun, sebagai seorang arsitek, seorang perancang, apakah rancangan yang dilakukan harus berdasarkan hukum simetri? Mengutip perkataan guru saya saat SMA yang melakukan percobaan samurai dan apel di atas pada saya beberapa tahun yang lalu, “Kalau kamu membayangkan apel tadi terbelah dua sama besar, berarti pikiran kamu belum terbebaskan”.  Saya menyimpulkan bahwa pikiran mengenai aturan yang ada, trend, sesuatu yang seharusnya, hal yang wajar merupakan hal – hal yang membatasi imajinasi dan pemikiran. Walaupun begitu, jawaban dari pertanyaan haruskah mengikuti hukum simetri tentu kembali pada diri masing – masing. Mungkin kembali membayangkan menjadi  samurai bisa membantu?

Referensi

Vitruvius. The Ten Books of Arcitecture. trans by Morris Hicky Morgan, Ph.D, Ll.D

Mcloud, Scott. 2008. Membuat komik.Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

http://www.merriam-webster.com/dictionary/symmetry

http://www.merriam-webster.com/dictionary/proportion

2 Comments »

  1. saya sangat tertarik dengan konsep – konsep yang berhubungan dengan deep structure..dan menurut saya bentuk simetri juga merupakan sebuah deep structure dari manusia. ucapan guru ade menarik sekali..”jika kamu membayangkan apel terbelah dua, berarti pikiran kamu belum terbebaskan”. mari kita proyeksikan ucapan ini dalam keseharian kita dalam merancang. apakah bentuk – bentuk simetri yang dipakai sebagai dasar, bahkan ada yang menjadi hasil akhir merupakan pertanda bahwa kita masih terkungkung dalam deep structure kita akan kesimetrisan?
    bebas dapat diartikan sebagai “out of the box”
    seringkali box diartikan sebagai sesuatu yang telah ada sejak dulu,sesuatu yang kuno. seperti yang sering terjadi, ada euclid ada non euclid. ada order ada disorder. ada simetri ada asimetri. setiap manusia berudaha berjuang keluar dari box. sesungguhnya kita semua adalah perancang. dan perancang memiliki hasrat untunk melakukan inovasi.

    Comment by ajengdwiastuti — March 25, 2011 @ 10:34

  2. wahhh…saya sangat tertarik dengan konsep simetri yang anda angkat ini. yang saya concern disini adalah ketika guru anda mengatakan jika anda membayangkan apel ini terbagi menjadi 2 bagian sama besar berarti pikiran anda belum terbebaskan.ya!!! saya setuju dengan pemikirannya. ketika kita diberika suatu konsep pemikiran atau suatu sistem dari kecil, kita cenderung untuk mengikuti sistem tersebut dan terikat di dalamnya. kita berpaku pada aturan bahwa harus mengikuti sistemnya kalau tidak, nnt hasilnya akan dipertanyakan. disini saya jd mikir, gmn dgn rumus matematika yang notabenenya saat masih sma kita diajari rumus integral atau turunan adalah ini.sudah ada sistem dan order yg jelas. lalu kebanyakan dari manusia mengerjakannya memakai rumus yg da ada, jarang sekali orang yg dapat mengutak-atik rumus itu dan membuat rumus sendiri( yang pastinya lebih mudah daripada rumus lama menurut si pembuat rumus baru. begitu halnya pun, sperti yg dikatakan diatas, kuil2 yunani memang memperlihatkan sisi kesimetrisan dan keindahannya. namun buat saya pribadi yang menyukai aliran yang agak berantakan seperti daniel libeskind, bagi saya, justru kuil yunani atau kolom2 besarnya yg terkenal itu sangatlah monoton dan mengikat. saya malah tidak suka. menurut saya bangunan daniel pun juga simetris namun simetris yang tak beraturan. tapi dari sana saya jadi berpikir. ternyata simetri yg terkesan kaku dan penuh aturan mengekang, dapat dihadirkan menjadi simetri yang bebas dan unik oleh bangunan daniel libeskind.

    Comment by evita18 — March 25, 2011 @ 21:50


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: