there’s something about geometry + architecture

March 25, 2011

Froebel’s Gift: One Thing Leads to Another, A Process of Recognizing and Exploration

Filed under: architecture and other arts,process — belonia90 @ 17:23
Tags: ,

“…Every existing thing is connected to every other thing in past, present, and future existence…”

Adalah sebuah kalimat yang saya kutip setelah menangkap satu dari beberapa hal yang sekiranya Bapak Friederich Wilhelm August Fröbel atau sebut saja Bapak Froebel ingin sampaikan pada dunia melalui Froebel’s Gift yang beliau ciptakan. Siapa Bapak Froebel dan apa itu Froebel’s Gift?mari kita kenali.

Bapak Froebel menurut Wikipedia adalah seorang Pedagogi (pendidik) dan sumber lainnya menyatakan bahwa Bapak Froebel ini adalah seorang ilmuwan, seseorang yang sangat spiritual, naturalist (pecinta alam), bahkan seorang garderner karena beliau mencintai kebun dengan segala isinya. Dari semua yang telah disebutkan nampaknya ia mendedikasikan dirinya bagi pendidikan terutama bagi anak-anak, mulai usia pra sekolah sampai anak menuju remaja. Beliau juga sampai membuat panduan bagi orang tua terutama Ibu untuk mengasuh dan memandu anak dalam tahap perkembangannya. Dari yang saya baca hal ini ada kaitannya dengan perasaan longing atas asuhan dari sosok ibu yang meninggal pada saat Beliau baru berumur 9 bulan, ya “every existing thing is connected to every other thing in past, present and future”. Dari sini saya ingin menyebutnya sebagai inventor juga atau penemu, penemu apa? Ya, Froebel’s Gift. Saya tiba-tiba jatuh cinta padanya begitu mencari tahu mengenai Froebel’s Gift dengan segala rincian dari setiap “gift” yang beliau buat. Semua dibuat dengan alasan, dengan tujuan bagi perkembangan anak.

Anak bagai secarik kertas kosong, siap ditulisi dengan apa saja. Dunia mereka bagaikan tak berbatas, mereka bisa memakan pasir, memasukkan tangannya ke dalam mulut, melompat dari kursi, memegang yang menarik bagi mereka, semua dilakukan dengan tawa kecil, ya eksplorasi, menjelajah,mengenal  dan mencoba dengan bermain.  Menganalogikan kebun, anak menurut Froebel seperti tunas yang sangat membutuhkan perhatian bahkan mulai dari kecil, dan karena anak = bermain maka bermain sambil belajarlah ide pencetus Froebel’s Gift ini.

Terdiri atas 10 Gift, yaitu 10 kotak kayu yang berisi perangkat permainan-belajar yang berarti juga ada 10 tahapan karena semakin atas levelnya, semakin kompleks dan detail pula arti dibaliknya. Terlihat pola yang semakin mengerucut dari setiap tahapan giftnya. Mengerucut disini artinya semakin kecil yang bisa dipegang dan makin rumit dalam perangkaiannya jika boleh saya katakan jika gift 1 adalah sebuah bentuk yang utuh, semakin naik levelnya adalah lepasan-lepasan dari bentuk utuh itu. Perkenalan umum hingga khusus, makin mendalam seperti itu.

froebel's gifts

Dimulai dengan bentukan utuh solid 3 dimensi (Gift 1 -6), bentukan 2 dimensi (Gift 7), garis (lurus-lengkung) (Gift 8), Titik (Gift 9), Rangka dari 3 dimensi (Gift 10). Disini saya melihat “mulai dari mana” yang berbeda sewaktu saya tekomars dulu. Dulu saya memulai dengan menentukan titik di sembarang atau tempat yang sudah diatur (atas-bawah), masuk ke garis (menghubungkan titik-titik),dan jika diteruskan dari garis yang ditarik tercipta bidang 2 dimensi dan jika antar 2 dimensi dibayangkan dipertemukan dapat menjadi sebuah 3 dimensi.

proses

Tetapi mulai dari mana ini menurut saya bukanlah masalah karena jika dilihat, perkembangan indera anak-anak itu dimulai dari sentuhan (dengan ibu) dan juga grasp (genggam), sedangkan saat kita sudah lebih dewasa, sudah lebih berkembang kita sudah bisa mengkombinasikan indera dan kemampuan otak, melihat titiknya lalu memperkirakan jauhnya membayangkan dimana garis akan tercipta lalu mulai menggaris. Sehingga saat anak dapat dengan mudah mengenali bentuk dasarnya dengan pertama melihat (belum kenal-no perception) lalu sentuhan (mulai kenal), genggam (kenal) disitulah ia memulai eksplorasinya. Eksplorasi itu tak terpaksa tak dipaksa, dilakukan satu-persatu secara perlahan (gradually)ia dimulai dan bisa saja tak berakhir (sebuah proses kreatif), eksplorasi juga sebuah rangkaian pencarian, sebuah pengenalan lebih lanjut dan setiap titik yang dicapai dalam eksplorasinya, sang eksplorer akan belajar sebuah hal baru ataupun pengembangan dari eksplorasi sebelumnya, inilah Froebel’s Gift, gift 2 adalah eksplorasi lanjutan dari gift 1, begitu pula gift 3 terhadap gift 2 dan tidak lupa dalam tiap tahapannya Pak Froebel menyisipkan 3 pembelajaran besar yang sinambung, 1. Form of Life (bentukan yang bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari,mengaitkannya dengan kejadian/fenomena sehari-hari), 2. Form of Knowledge (bentukan matematis-penambahan,pengurangan,posisi dll-, 3. Form of Beauty (pola,komposisi,ritme). Bapak Froebel yakin bahwa nothing in the world is ever destroyed – only modified” , sehingga saat pengenalan dan eksplorasi dimulai dia akan berlanjut, dari satu hal ke hal lain, dari satu hal menjadi hal lain, one thing leads to another.

Sumber bacaan dan referensi:

http://www.babyclassroom.com/froebels-gifts.html

http://www.froebelgifts.com/gift1.htm sampai dengan http://www.froebelgifts.com/gift10.htm

http://www.froebelweb.org/gifts/

http://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Fr%C3%B6bel

http://en.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Fr%C3%B6bel

2 Comments »

  1. menarik banget gimana pak froebel concern banget soal anak – anak. saya jadi inget proyek bu mita+ pak yandi tentang ecu..itu juga berkisar di anak – anak. kenapa ya? memang kalo anak – anak masih mudah diajari..kalo yang udah beranjak dewasa kayak kita mungkin udah hopeless kali ya..udah susah mau merubah mindser kita akan sesuatu..misalnya soal lingkungan. proyeknya green2 tapi prilakunya nggak green (*maaf agak nyimpang). yang jelas teman2..mari kita jadi manusia yang berpikiran terbuka! mari dukung pak forebel2 lainnya…!! hehe

    Comment by ajengdwiastuti — March 25, 2011 @ 22:51

  2. Secara tidak langsung, Pak Froebel melalui Froebel Gift ini juga memberi pendidikan fisika bagi anak-anak usia dini yang dilakukan dengan cara yang fun. Fisika tidak diajarkan secara teoritis seperti “1+1=2” atau “gravitasi adalah…” namun permainan ini memberi ilmu fisika seperti keseimbangan dan gravitasi. Pada gift 2, benda solid yang tersedia adalah sphere, cylinder dan cube. Mereka jadi belajar bahwa apabila cylinder ditumpuk di atas sphere maka cylinder akan jatuh. Sehingga tanpa disadari si anak mencari tahu bagaimana agar ketiga benda tersebut dapat ditumpuk supaya bisa dapat berdiri. Mereka secara tidak langsung mempelajari keseimbangan dan gravitasi. Froebel Gift, menurut saya, juga lebih baik diberi pada anak-anak playgroup ketimbang permainan lego karena dalam lego, terdapat interlocking sehingga ilmu-ilmu yang disebut di atas kurang mereka dapat.

    Comment by austronaldo — June 1, 2011 @ 10:55


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: