there’s something about geometry + architecture

March 25, 2011

Sadari, amati untuk mengeksplorasi

Filed under: locality and tradition — ajengnadia @ 23:12
Tags: ,

Teknik mengikat atau menyimpul seperti sudah mendarah daging di tubuh manusia. Dahulu, ketika manusia ingin membuat ruang berlindung dirinya, manusia menyambung dua ranting kayu dengan menggunakan simpul, belum ada paku, lem atau bahan perekat lainnya. Kemudian teknik menyimpul berkembang ke segala arah, seperti kerajinan, kebutuhan sehari-hari hingga mengikat rambut. Tidak heran, beberapa budaya di dunia menggunakannya sebagai hal yang bernilai sakral, seperti sebagai persembahan kepada Yang Agung, pada masyarakat Bali.

Teknik mengikat membentuk pita merupakan hal yang sangat familiar dalam kehidupan kita setiap harinya. Ketika kita keluar rumah dan menggunakan sepatu bertali, ketika bertemu seorang perempuan cilik dengan hiasan rambut di kepalanya, hingga pada pembalut telepon gengam yang kini sangat mewabah di tangan para remaja putri.

Mencoba sedikit mengulasnya dalam essay yang saya kumpulkan beberapa hari lalu. Proses dalam membentuk pita seolah menggunakan dasar matematik serta geometrik sehingga mendapatkan hasil seperti itu. Menggunakan dua tali kemudian tali tersebut disimpul, diputar, sehingga membentuk bentuk lingkaran, dan disimpulkan kembali akan membentuk sebuah bow atau pita yang biasa kita temui (lihat gambar). Bila kita mengikuti dasar matematis, maka yang dilakukan adalah merotasi, mencerminkan dan kembali merotasinya. Ya. Rotasi dan pencerminan –seolah terjadi pada sumbu y- merupakan bentuk dari pengikatan pada dua tali tersebut.

Image and video hosting by TinyPic

Seolah menjadi salah satu contoh yang mungkin tidak kita sadari, sebuah hal yang sederhana dan sering berada di sekitar kita dan sering pula kita lakukan, ternyata memiliki proses pembentukan yang sangat ilmiah. Mungkin kita bisa coba menyadari hal ini, mungkin masih banyak hal yang sangat sederhana yang bisa kita amati karena hal-hal yang dasar masih dapat kita cari “beyond” dari hal tersebut. Setelah mendapati hal dibalik itu semua, mungkin kita bisa kembangkan lebih lanjut lagi untuk kita gunakan saat mendesain nanti. Inspirasi bisa datang dari mana saja, bukan?

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: