there’s something about geometry + architecture

March 26, 2011

Kota Ideal Masa Kini, London?

Filed under: ideal cities — sikimangifera @ 07:43
Tags: ,

Bagaimana bentuk kota yang ideal itu? Apakah gagasan Thomas More mengenai Utopia, atau kota yang tidak ada masih sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat modern? Hal ini menjadi sebuah pertanyaan yang terlintas di kepala saya akhir-akhir ini. Dalam tulisan ini saya akan mencoba untuk menjawab pertanyaan itu. Menurut saya, kota yang ideal merupakan sebuah kota yang dapat mengikuti serta  mengakomodasi kedinamisan penduduk yang tinggal di dalamnya dan juga dapat memberi jaminan keberlangsungan hidup di masa mendatang.

Bentuk kota yang yang dapat menjamin keberlanjutan kehidupan masa mendatang tersebut, merupakan kota yang dapat menjawab isu akan efisiensi konsumsi energi dan kepadatan penduduk yang terus bertambah. Berdasarkan pengetahuan yang saya dapat dari kelas perencanaan kota dan wilayah, kota kompak (compact city) merupakan bentuk kota yang saya anggap adalah bentuk kota yang berkelanjutan. Bentuk kota yang baik merupakan kota yang memiliki ketepatan dalam bentuk dan skala untuk berjalan kaki, bersepeda, efisien transportasi masal, dan dengan kekompakan dan ketersediaan interaksi sosial. Compact  city sendiri  fokus kepada perencanaan penggunaan lahan secara mix used, pemusatan pembangunan, dan mengurangi pembangunan infrastruktur jalan guna mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Penggunaan lahan secara mix used akan memberi dampak bertambahnya pejalan kaki atau pengguna sepeda karena untuk memenuhi kebutuhan, mereka tidak harus menempuh jarak jauh karena mix used lahan di wilayah sekitarnya.

Bentuk kota tersebut dapat kita lihat di kota London. Pemerintah London, membangun kota ini dengan beberapa prinsip rancangan diantaranya memaksimalkan potensial site, dapat beradaptasi  dengan perubahan iklim, mengahargai sejarah, konteks lokal, bangunan bersejarah, dan komunitas. Selain itu pembangunan kota juga harus berdasar pada kemudahaan akses bagi semua pengguna, pemanfaatan lahan secara mix used, dan menarik secara visual.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Dapat dilihat pada gambar, di bagian tengah kota London merupakan pusat dari segala kegiatan perkantoran , ekonomi, serta hunian vertikal. Hunian ini, menurut data rata-rata dihuni oleh 1 – 1,2 orang tiap unitnya. Lalu di bagian pinggir kota merupakan wilayah hunian horizontal yang rata rata dihuni oleh 2-4 orang. Lalu lintas kota London, merupakan sumbangan dari mobil pribadi warga yang tinggal di bagian pinggir, transportasi umum, sedangkan penduduk yang menetap di bagian pusat kota lebih banyak menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Hal ini memberi dampak terhadap efisiensi energi yang dikonsumsi untuk berpindah tempat.

www.london.gov.uk/thelondonplan/policies/4b-01.jsp

2 Comments »

  1. Ya, konsep compact city ini memang cocok diterapkan di kota London dilihat dari jumlah penduduknya dan luas kota london yang tidak terlalu besar. Ternyata untuk menerapkan suatu bentuk kota tidak bisa langsung diterapkan begitu saja, harus melihat elemen-elemennya secara keseluruhan, baik dari penduduknya maupun kondisi geografisnya. Konsep compact city ini bagus karena memusatkan kegiatan di tengah dan penggunaan lahannya yang mixed use, tetapi kalau diterapkan di kota yang lahan kosongnya masih sangat luas seperti kota-kota di Amerika, konsep compact city menjadi tidak tepat.

    Comment by Prillia Indranila — March 26, 2011 @ 12:19

  2. menurut saya ideal city itu bergantung pada visi dari orang-orang didalamnya. karena kita sedunia mempunyai masalah global warming, akhirnya membuat kota yang efisiensi energi. Jika visi bagi orang-orang yang didalamnya efisien bekerja maka compact city lebih diminati banyak orang. jika kita melihat kota badui (badui dalam), saya sebut kota karena mereka juga beraktifitas,(saya menganggap kota sebagai tempat bermukim dan bekerja, bukan hanya seperti kota jakarta), polanya bukan compact city. banyak kota utopia yang radial, seperti gambar kota diindia (dikelas metoling), pola kotanya juga radial. jadi menurut saya kota yang ideal sangat bergantung visi orang-orang yang didalamnya.

    Comment by ferafarwah08 — March 26, 2011 @ 17:58


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: