there’s something about geometry + architecture

March 26, 2011

Persepsi dalam Mengenali Kata

Filed under: perception — sikimangifera @ 07:49
Tags:

Teori persepsi Gestalt ternyata berhubungan dengan cara manusia dalam membaca dan mengenali kata. Ketika membaca, proses pengenalan kata yang terjadi adalah melihat, mengenali masing – masing huruf, lalu merangkainya menjadi sebuah kosa kata lalu merangkai menjadi kata yang memiliki arti. Proses yang cukup panjang memang, tetapi apakah benar begitu?

Menurut Vernon proses perseptual dalam membaca itu terdiri atas empat bagian :

1) kesadaran akan rangsangan visual
2) kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum kata-kata
3) klasifikai lambang-lambang visual untuk kata-kata yang ada di dalam kelas yang umum
4) indentifikasi kata-kata yang dilakukan dengan jalan menyebutkannya.

Namun, ditemukan bahwa otak manusia dapat tetap mengenali kata dengan benar walaupun urutannya dibolak balik. Coba saja baca kalimat ini:

“pesrespi mmpeengrahui preiaklu mnauisa dlaam mmeacba”

Apa yang anda tangka dari kalimat tersebut? Apakah kalimat yang anda tangkap adalah ini?:

“persepsi mempengaruhi perilaku manusia dalam membaca”

Kemampuan membaca cepat terkait erat dengan kemampuan mengenali kata. Manusia mengenali berbagai kata lewat buku dan tulisan yang dibacanya. Kata-kata tersebut disimpan dalam memori otak dan akan dikenali lebih cepat ketika ditemukan kembali pada bahan bacaan yang baru. Lebih hebat lagi ternyata urutan huruf tidak terlalu penting asalkan posisi huruf pertama dan terakhir tidak berubah.

Menurut saya, gagasan yang ditemukan dari riset Universitas Cambridge ini merupakan salah satu bentuk pembuktian dari teori Gestalt yaitu law of continuity. Dalam law of continuity disebutkan bahwa “elements that have continuity with each other are perceived as flowing”, pada kasus membaca tersebut awal dan akhir huruf tidak diacak sehingga kita secara sadar menurutkan huruf huruf acak yang berada diantaranya. Proses pengurutan huruf ini akan terjadi lebih cepat jika pembaca telah mengenali kata tersebut sebelumnya sehingga dapat mengakses memori dan mengetahu raingkaian huruf yang benar sehingga dapat dikenali dengan mudah.

Ahmad Slamet Harjasujana dan Yeti H., 1996/1997. Membaca 2. Jakarta: Depdikbud.

http://www.muhammadnoer.com/2009/02/teknik-dasar-membaca-cepat-mengenali-kata-dan-gerakan-mata/

2 Comments »

  1. saya juga pernah berhadapan dengan hal serupa, dimana kata-kata diacak, kecuali huruf depan dan akhirnya. waktu itu, kalimatnya lumayan panjang dan ditulis dalam bahasa inggris. saya lupa menemukan dimana. tapi menurut saya, ini lebih cocok bila dimasukan ke dalam teori Gestalt yang “Law of Closure”. membaca ini seperti bermain hang man yang hanya diberi clue huruf awal dan akhir, lalu kita sebagai pembaca harus mengisi kekosongan huruf di tengah-tengahnya.

    Comment by elitanuraeny — March 28, 2011 @ 16:30

  2. “Dari gambar-gambar tersebut dapt dilihat bahwa dari air mancur tersebut muncul gambar-gambar seperti lumba-lumba,gajah,angsa dan lain-lain.” Kalimat ini saya ambil dari salah satu kalimat pada blog ini. Apabila kita melihat sekilas, tidak ada masalah dengan kalimat ini, tapi apabila kita melihat secara detail terdapat error pada kata “dapt” yang seharusnya “dapat”. Hal-hal kecil seperti ini dalam penulisan kalimat seringkali terjadi dan apabila kita menelusuri lebih lanjut kesalahan seperti ini ada hubungannya dengan cara kita mengetik. Ketika kita mengetik kita cenderung tidak melihat huruf-huruf yang ada di keyboard satu persatu. Kita sudah mengenal posisi tiap huruf pada keyboard. Namun karena kita cenderung mengetik dengan cepat maka kesalahan-kesalahan tersebut sering terjadi. Kita juga cenderung menyederhanakan sesuatu (Law of Pragnanz) terutama jika sedang melakukan text messaging (SMS). Lebih mudah mengetik di keyboard ‘QWERTY’ dibanding dengan mengetik pada handphone biasa sehingga apabila kita sedang SMS, penyederhanaan kata ini sengaja untuk dilakukan. Ternyata banyak law dari gestalt psychology yang bisa dibahas dari bahasan ini seperti law of continuity yang penulis sendiri telah bahas dan law of closure yang dibahas pada komen sebelumnya.

    Comment by austronaldo — June 1, 2011 @ 11:53


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: