there’s something about geometry + architecture

April 1, 2012

Evolusi Wajah “King of Pop”

Filed under: Uncategorized — neyshaadzhani @ 12:42

Hampir tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah mendengar nama Michael Jackson. Ia merupakan seorang legenda dalam dunia musik, khususnya musik pop. Ketenarannya ini merupakan buah dari kejeniusannya dalam bermusik dan menari, ditambah dengan keekstrimannya dalam suatu hal. Sejak kecil, Michael sudah dituntut untuk berlatih dan bekerja terus menerus terutama oleh ayahnya. Hal ini kemudian membuatnya menjadi seorang yang perfeksionis, tidak pernah puas dengan berbagai pencapaiannya. Kemungkinan besar hal ini lah yang mendasari tindakan ekstrim Michael. Merasa tidak puas terlahir dengan ras kulit hitam, Ia pun berusaha keras untuk menyempurnakan penampilannya agar mencapai definisi keindahan berdasarkan persepsi masyarakat umum: kulit putih, hidung kecil dan mancung, dagu lancip, mata dan alis naik, dan sebagainya melalui berbagai operasi plastik.

Image

Gambar 1: Evolusi Wajah Michael Jackson

Sudah menjadi bahan pembicaraan umum di berbagai belahan dunia bahwa operasi-operasi plastik tersebut pada akhirnya membuat wajah Michael berubah total dan justru semakin jauh dari keindahan. Kali ini, saya akan mengaitkannya dengan teori golden section yang telah umum menjadi parameter proporsionalitas pada berbagai hal. Berdasarkan beberapa penelitian, keindahan wajah manusia juga berkaitan dengan teori golden section, yaitu semakin mendekati pola golden section, maka wajah manusia akan terlihat lebih indah. Dr. Stephen Marquadt, seorang dokter operasi plastik, dengan menggunakan pentagon dan dekagon, berhasil menemukan suatu pola topeng wajah yang merangkum berbagai bilangan phi (bilangan golden section) pada seluruh dimensinya sehingga kemudian dapat dijadikan tolak ukur tingkat kedekatan wajah manusia dengan golden section. Topeng ini meliputi proporsi dari panjang hidung, posisi mata, panjang dagu, dan berbagai proporsi lain pada wajah yang ideal dan terdiri dari dua jenis berbeda, yaitu untuk proporsi ideal wajah pria dan wanita yang jelas berbeda. Topeng ini juga telah sering digunakan untuk eksperimen pada berbagai artis hollywood sesuai dengan gendernya dengan hasil yang membuktikan bahwa topeng tersebut mayoritas memang cocok dengan wajah-wajah para artis yang secara awam dianggap indah oleh masyarakat luas. Berikutnya, saya melakukan eksperimen dengan topeng golden section untuk pria pada beberapa wajah Michael Jackson sebelum operasi hingga wajah terakhirnya sebelum wafat pada tahun 2009 untuk menganalisis kesalahan dari hasil operasi-operasi wajahnya.

Image

Gambar 2. Topeng wajah sesuai golden section untuk pria

Foto pertama ini adalah foto Michael pada tahun 1977 sebelum melakukan operasi plastik apapun. Memang dapat terlihat bahwa wajahnya kurang sesuai dengan topeng golden section, terutama pada bagian hidung dan bibir.

Image

Gambar 3. Michael Jackson, 1977

Pada foto kedua ini yaitu Michael pada tahun 1983 setelah melakukan beberapa operasi, dapat terlihat bahwa wajahnya sudah sangat mendekati topeng golden section, terutama pada bagian hidung dan bibirnya yang sebelumnya sangat jauh berbeda. Pada masa ini masyarakat sampai mengeluarkan berbagai opini positif terhadap wajahnya. Namun, kembali lagi ke sifat perfeksionisnya, Michael pun terus merasa tidak puas dengan pencapaiannya dan melakukan berbagai operasi plastik lainnya.

Image

Gambar 4. Michael Jackson, 1983

Hasilnya adalah wajah terakhirnya pada tahun 2009 yang walaupun memang semakin sesuai dengan definisi keindahan menurut persepsi masyarakat umum: hidung kecil dan mancung, dagu lancip, alis dan mata naik namun justru kembali menjauhi topeng golden section. Salah satunya yang paling ekstrem adalah hidungnya yang menjadi sangat kecil dari proporsi seharusnya pada topeng golden section.

Image

Gambar 5. Michael Jackson, 2009

Berdasarkan eksperimen di atas, dapat terlihat bahwa Michael Jackson tidak memperhatikan proporsi golden section ketika memutuskan untuk terus mengoperasi plasik wajahnya yang pada akhirnya wajahnya justru tidak mencapai keindahan seperti yang ia harapkan walaupun secara satuan atau terpisah, komponen-komponen wajahnya sudah mengikuti definisi keindahan sesuai persepsi masyarakat umum. Padahal Michael sudah sempat memiliki wajah yang dianggap indah oleh masyarakat, yaitu ketika wajahnya paling mendekati topeng golden section pada tahun 1983. Oleh karena itu, dapat disimpulkan definisi keindahan wajah berdasarkan persepsi masyarakat umum yang terdiri dari definisi keindahan komponen wajah secara satu per satu tidak akan berlaku tanpa penyesuaian yang tepat pada proporsi keseluruhan komponen wajah sebagai satu kesatuan yang terangkum dalam proporsi golden section. Kasus kegagalan dalam pencapaian keindahan ini juga akan terjadi pada berbagai bidang lain yang berkaitan dengan keindahan yang tersusun oleh satuan komponen-komponen, salah satunya dalam bidang arsitektur dan interior arsitektur, yaitu tidak peduli seberapa indah komponen-komponennya secara satuan namun jika ketika disatukan tidak menghasilkan proporsi yang tepat, maka keindahan yang utuh tidak akan tercapai.

Sumber:

http://www.celebrityplasticsurgery.tv/: The Michael Jackson 2nd Year Memorial Tribute,

http://www.ocregister.com/sections/life/: Latest Views on Michael Jackson Range from Sad to Angry, by Colin Stewart

http://www.goldennumber.net/beauty.htm: Human Beauty

http://www.soompi.com/forums/topic/220166-does-your-face-fit-the-golden-ratio/

4 Comments »

  1. saya setuju mengenai keindahan yang bergantung dengan komposisi yang seimbang. pada dasarnya manusia pasti memiliki bentuk muka atau komposisi muka yang berbeda terutama apabila kita lihat dari garis keturunannya. tiap ras memiliki keunikan tersendiri dan mungkin tidak dapat semuanya disamakan melalui satu buah model ‘topeng’. dapat kita lihat juga bahwa orang indonesia dan orang amerika atau memiliki struktur wajah yang berbeda (dari segi bentuk muka, mata, tulang pipi, tulang rahang, dsb). saya mendapat sebuah teori lain mengenai pengukuran wajah manusia yang akan dianggap indah menggunakan The triangles of beauty. menurut Dr. Joseph Hkeik wajah dilihat dari terbentuknya 3 segitiga. segitiga pertama adalah keindahan ekspresif yang membentuk segitiga terbalik dari mata ke hidung, kedua adalah keindahan secara struktural yang terbentuk dari tulang pipi ke dagu, ketiga adalah segitiga yang terbentuk secara tidak sadar dari dahi ke hidung. keindahan wajah dapat diukur dengan melihat kesimetrisan dan ukuran segitiga yang terbentuk tersebut. menurut saya pengukuran seperti ini akan menjadi lebih adil dan fleksibel dalam mengukur keindahan wajah manusia yang bervariasi.
    Menurut saya moral dari post anda adalah kita harus ikhlas menerima dan bangga atas diri kita sebagaimana diciptakan oleh Tuhan, karena dengan mencoba-coba merubah mengakibatkan keburukan pada akhirnyašŸ™‚

    http://www.allsaintscosmedical.com.au/files/acsm41_hkeik_lr.pdf – artikel dari Dr. Joseph Hkeik Cosmetic Physician, MB.BS (Sydney) FRACGP, D.P.Derm (UK)
    Member CPSA, Fellow of The ACCS (Medical Fellow)

    Comment by dtnada27 — April 1, 2012 @ 13:45

  2. Sebenarnya, saya agak kurang sependapat dengan bentukan topeng wajah pria yang sesuai dengan golden section tersebut. Mengapa? Karena pada dasarnya, bentuk wajah dari berbagai ras yang ada di dunia ini berbeda-beda. Satu parameter yang dapat menyatakan kesesuaian tidak akan cukup untuk mengukur seberapa indahnya wajah seseorang. Topeng tersebut menjadi salah satu cara dan dianggap dapat digunakan untuk menentukan proporsi keindahan wajah pria secara universal.
    Padahal, wajah awal dari Michael Jackson merupakan wajah khas ras Negroid, yang tentunya tidak dapat disamakan dengan bentuk wajah ras Kaukasoid, Mongoloid, Indian, dan Melayu. Adilnya, bahwa seharusnya parameter keproporsionalan wajah dibuat sesuai dengan tiap-tiap ras. Sebagai contoh, wajah pria yang dianggap tampan di Indonesia belum tentu dianggap tampan di Amerika, ataupun di Afrika.
    Mengacu kepada evolusi wajah akibat operasi plastik yang dilakukan Michael Jackson, saya sependapat, bahwa dalam perubahan-perubahan yang ia lakukan, sama sekali tidak berdasarkan dengan prinsip golden section. Wajah Michael malah semakin mirip dengan wajah wanita. Satu hal yang menarik bagi saya adalah bahwa sebenarnya, topeng wajah yang di post ini sebutkan merupakan bentuk topeng wajah pria yang berdasarkan dengan golden ratio juga ternyata banyak digunakan oleh para ahli untuk melihat proporsi pada wajah wanita juga. Lalu, apakah wajah Michael yang terus menerus mengalami perubahan ini dianggap aneh atau tidak indah karena ternyata tidak proporsional jika diukur dengan parameter topeng wajah tadi yang ternyata juga erlaku bagi pria dan wanita? Mungkin saja… Sebenarnya, kita perlu kembali lagi ke satu hal yang paling dasar, bahwa yang mendorong seseorang untuk terus menerus melakukan operasi pada wajahnya bukan hanya karena ia ingin suatu keindahan yang proporsional, tetapi didorong pula oleh nafsu. Maka, terkadang orang-orang seperti ini tidak lagi memikirkan keindahan yang berasal dari proporsi golden ratio, mereka lebih mengedepankan kepuasan yang dirasakan setelah melakukan operasi tersebut.

    Sumber:
    http://www.facialbeauty.org/divineproportion.html

    Comment by xandratysta — April 1, 2012 @ 20:37

  3. Menanggapi dari post, terutama comment diatas, mengenai bentukan topeng wajah tersebut, saya mencoba mencari hubungan golden section pada wajah dan hubungannya dengan pandangan tiap orang yang berbeda-beda. Pada situs http://askville.amazon.com/type-race-golden-ratio-face/AnswerViewer.do?requestId=57336680 saya mengetahui kemungkinan yang cukup menarik, bahwa topeng golden section yang ditemukan oleh Dr. Stephen R. Marquardt tersebut hanya berlaku bagi ras kaukasian, sehingga semakin buramlah fungsi topeng golden section tersebut sebagai pengukur keindahan wajah, bagaimana dengan orang orang dari ras lain, seperti negroid yang umumnya memiliki hidung atau bibir lebih tebal, atau bagaimana dengan orang dengan mata yang lebih sipit? Apakah ketika wajah seseorang yang tidak sesuai dengan topeng tersebut sudah dapat ditentukan menjadi tidak indah?
    Walaupun dikatakan sebagai pengukur bentuk wajah dengan proporsi sempurna, namun apakah proporsi yang sempurna tersebut juga sekaligus menentukan keindahan? Menurut saya tidak, karena definisi dan pengukuran keindahan itu sendiri kembali pada persepsi orang, atau jika memang keindahan wajah sendiri benar-benar dapat diukur, mungkin memang seharusnya terdapat beberapa jenis topeng golden section yang bisa dipergunakan sebagai pengukur keindahan pada berbagai ras, karena menurut saya, Tuhan tidaklah menciptakan berbagai jenis wajah manusia hanya untuk diukur dengan satu jenis pengukuršŸ˜‰

    Sumber:
    http://blogs.saschina.org/pudongtok/2008/09/22/the-golden-ratio/
    http://askville.amazon.com/type-race-golden-ratio-face/AnswerViewer.do?requestId=57336680

    Comment by Febrian Anugrah — April 2, 2012 @ 12:35

  4. Sama dengan yang lainnya, saya sependapat dengan adanya keindahan yang dicapai dari komposisi yang sempurna, akan tetapi kembali lagi kepada masing-masing individu. Menurut saya, ketampanan dan kecantikan itu adalah hal yang relatif, tidak bisa dibuat hanya dengan satu parameter. Walaupun topeng golden section itu telah dicoba ke banyak aktor dan aktris hollywood, saya tetap setuju dangan komentar di atas bahwa seharusnya jika ingin seperti itu topeng kesempurnaan tersebut dibuat berdasarkan ras, atau lebih adil dengan perhitungan yang ada pada komentar pertama. Namun, saya juga tidak menyangkal keindahan dari proporsi golden ratio tersebut, karena memang menurut saya gambar kedua itu lebih baik dari yang lainnya. Akan tetapi mungkin memang tidak bisa ditetapkan untuk semua umat manusia karena sudah jelas sekali bahwa setiap ras di bumi ini memiliki bentuk tengkorak yang berbeda.

    Comment by noviapanisti — April 4, 2012 @ 10:07


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: