there’s something about geometry + architecture

April 2, 2012

Euclidean dalam Origami dan Arsitektur

Filed under: architecture and other arts — lifafebriani @ 08:19

Sejak berada di bangku sekolah dasar kita telah diperkenalkan dengan bentuk-bentuk bangun dasar sederhana seperti segitiga, persegi, persegi panjang dan lain-lain. Bangun datar tersebut dapat dibentuk dengan  menggunakan penggaris dan jangka yang disebut dengan konstruksi Euclid. Selain menggunakan penggaris dan jangka, dapat pula dengan menggunakan kertas dengan cara melipat-lipatnya yang dikenal dengan seni origami.

Origami merupakan seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Origami, berasal dari kata oru -to fold, melipat; dan kami -paper, kertas. Hal yang menarik adalah origami dapat dipandang sebagai representasi dari bentuk-bentuk euclid yang kita pelajari dalam matematika. Bahkan bapak origami Akira Yoshizawa sendiri juga mengajarkan geometri melalui origami.

Dalam seni origami, garis lurus menjadi sebuah lipatan. Dengan membandingkan lipatan pada origami sebagai sebagai bentuk pencerminan, maka didapat hubungan antara origami dan konstruksi euclid. Apakah hubungan origami dengan bentuk-bentuk dari konstruksi Euclid?

Dalam origami dikenal istilah diagram, yaitu urutan cara melipat sehingga didapatkan hasil tertentu. Misalnya bagaimana urutan membuat origami pinguin seperti pada gambar di bawah ini.

Dalam urutan melipat kertas menjadi bentuk pinguin ini, langkah pertama adalah membuat segitiga siku-siku dengan melipat secara diagonal kertas origami. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa origami merupakan representasi dari konstruksi euclid,  maka dari gambar tersebut dapat terlihat bahwa membuat bentuk seperti pinguin diawali dengan membentuk sebuah bangun datar sederhana berupa segitiga siku-siku yang merupakan salah satu bentuk euclidean yang pada mulanya dibuat menggunakan penggaris dan jangka.

Lalu bagaimanakah hubungan bentuk-bentuk euclid melalui origami ini dengan arsitektur?

Ide dari seni origami ini adalah mengubah bentuk 2 dimensi menjadi bentuk 3 dimensi. Salah satu unsur yang mendasar dari origami adalah melipat. Folding atau melipat dalam arsitektur merupakan sebuah perlakuan pada suatu material (biasanya kertas) yang mengakibatkan perubahan bentuk pada material tersebut. Para arsitek biasanya menggunakan teknik origami ini untuk mengeksplorasi geometri dan keindahan. Dengan cara demikian didapatkan sebuah bentuk 3 dimensional yang mebentuk sebuah ruang yang kemudian mereka aplikasikan ke dalam ruang yang didesain. Bentuk-bentuk yang kemudian ditemukan sebenarnya tidak lepas dari bentuk-bentuk sederhana euclid yang berupa segitiga, persegi, ataupun persegi panjang yang kemudian mengalami modifikasi bentuk sehingga tercipta bentuk lain dengan memperhitungkan sisi estetisnya.

Berikut adalah contoh-contoh pengaplikasian origami dalam arsitektur. Seperti terlihat di gambar, bentuk-bentuk dasar euclidean masih terlihat dalam desainnya.

West Coast Pavilion, Elena Manferdini, Beijing
http://sylviehagens.wordpress.com/page/14/

sumber:

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/196009011987032-DIAN_USDIYANA/Memahami_Bentuk_Aljabar_Melalui_Origami.pdf

http://www.cut-the-knot.org/pythagoras/PaperFolding/index.shtml

http://arsitektur.net/2008-2/origami-folding-topologi

1 Comment »

  1. Teknik origami sebagai dasar dalam proses perancangan arsitektur mungkin saja dilakukan. Namun menurut saya, origami tidak dapat secara langsung diterapkan dalam pembentukan arsitektur.Salah satu definisi origami yang saya ambil untuk mendasari pernyataan saya ini adalah definisi origami dari Oxford Dictionaries online yaitu “the Japanese art of folding paper into decorative shapes and figures”. Lipatan yang dihasilkan dari origami murni mungkin tidak memiliki makna khusus karena hanya dimaksudkan untuk mencapai bentuk sesuatu.

    Namun, lain halnya dengan arsitektur. Seperti yang telah dijelaskan oleh Anda bahwa ide dari seni origami ini adalah mengubah bentuk 2 dimensi menjadi bentuk 3 dimensi. Terdapat banyak aspek yang harus diperhatikan dalam perancangan arsitektur, salah satunya ruang didalamnya. Ruang yang tercipta dari bentuk 3D yang ada akan memberikan banyak efek terhadap hal-hal lain yang berkaitan seperti makna, fungsi, dan lain-lain. Sehingga “makna” dari ruang yang tercipta dalam arsitektur tidak dapat langsung didapat dari origami yang diaplikasikan dalam bentuk arsitektur. Dengan kata lain, sesuatu yang bersifat 2D mungkin tidak dapat langsung terasa kualitas atau maknanya ketika sudah diaplikasikan dalam bentuk 3D. Jadi, kaitan antara origami dengan arsitektur mungkin dicapai dalam hal form, tetapi tidak dalam hal makna atau kualitas ruang yang dihasilkan.

    http://oxforddictionaries.com/definition/origami?region=us

    Comment by rizkiyasa — April 2, 2012 @ 20:50


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: