there’s something about geometry + architecture

April 2, 2012

Form and Gender Perception

Filed under: perception — mezanomuhammad @ 22:37
Tags: ,

Pernahkah anda iseng untuk mencoba menyebutkan gender apakah barang-barang di sekitar anda? Misalnya garpu dan sendok di meja makan, ataupun benda-benda kecil di sekitar anda yang lainnya. Saya kerap kali mencoba untuk iseng menyebutkan gender dari bentuk-bentuk yang umum kita lihat di sekitar kita. Hasilnya, sering kali saya menemukan orang lain berpendapat sama akan apa yang saya sebutkan. Dari situ, saya mencoba membuat riset kecil dalam keluarga saya (7 orang responden), dengan menanyakan apakah gender dari benda-benda berikut:

Manakah yang masculine dan manakah yang feminine?

Hasil yang cukup mengejutkan bahwa semua responden mengasosiasikan bentuk-bentuk tersebut pada gender yang sama, dari respon yang diberikan, semua responden menjawab sebagai berikut:

Jawaban responden

Lalu apakah yang didapat dari riset kecil ini? Mutlaknya jawaban responden atas gender preference dari bentuk-bentuk diatas menandakan adanya persepsi pada pikiran manusia yang secara umum memandang karakteristik sebuah bentuk yang diasosiasikan pada suatu sifat, baik masculine maupun feminine. Bagaimanakah persepsi pandangan ini dapat terbentuk dalam pikiran kita? Saya mencoba mencari sebab-sebab kecil yang mungkin mentrigger terbentuknya persepsi kita akan karakteristik bentuk-bentuk tersebut.

Karena dalam hal ini saya membicarakan mengenai sifat masculine dan feminine dari suatu bentuk, saya mencoba mengembalikan persepsi tersebut pada bentuk dasar dari masculine dan feminine, yaitu tubuh manusia. Berikut ialah gambar dari proporsi ideal tubuh pria dan wanita.

Proporsi ideal tubuh pria dan wanita

Dari bentukan proporsi tubuh tersebut, bisa kita lihat bahwa tubuh pria lebih digambarkan menggunakan garis-garis yang tegas dan kaku, sementara penggambaran tubuh wanita lebih menggunakan garis yang lembut dan melengkung. Tentunya garis-garis pembentuk proporsi tubuh manusia ini seringkali menjadi acuan saat kita sendiri mencoba menggambar pria ataupun wanita. Saat kita mencoba menggambar seorang pria, sesuai dengan proporsi tubuh diatas, garis yang kita gunakan akan berbeda dengan saat kita mencoba menggambar seorang wanita.

Menggambar sosok pria dan wanita

Dari garis-garis tersebutlah saya mencoba mencari titik temunya dengan bentuk-bentuk pada kuesioner di awal tadi. Ternyata, bentuk yang dianggap memiliki gender ‘pria’ atau bersifat masculine, cenderung menggunakan garis-garis yang tegas dan kaku, sementara kebalikannya, bentuk feminine lebih menggunakan garis yang meliuk dan melengkung sebagai pembentuk formnya.

Garis tegak = Masculine? , Garis Lengkung = Feminine?

Mungkin, secara tidak sadar, otak kita seringkali mengasosiasikan bentuk dan garis-garis pada suatu benda dengan garis-garis masculine dan feminine yang ada dialam persepsi kita. Apakah memang suatu bentuk dapat membuat otak kita mengklasifikasikannya menjadi golongan-golongan tertentu berdasarkan karakteristik sifat garisnya? Atau elemen-elemen lain seperti warna juga dapat mempengaruhi persepsi kita akan sifat dari suatu bentuk? Tentu ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi persepsi kita akan suatu bentuk. Mungkin ini pun hanya persepsi dari saya, karena bisa saja anda berpendapat berbeda dari yang dipaparkan diatas😀

4 Comments »

  1. Saya setuju dengan pendapat Mezano bahwa ada hubungan baik secara langsung maupun tidak antara bentuk dengan karakteristik. Mengenai masalah gender mungkin secara tidak langsung alam bawah sadar menangkap sinyal-sinyal yang diberikan dari perwujudan antara sifat laki-laki dan perempuan yang identik dengan geometri tubuh dari mereka. Bahkan dalam bahasa Prancis benda-benda mati dibahasakan seperti memiliki jenis kelamin sendiri. Mungkin dalam arsitektur kita dapat memanfaatkan bentuk lurus dan patah untuk memberi karakter yang keras sedangkan bentuk lengkung untuk karakter yang lembut sehingga kualitas ruang yang diberikan dapat memengaruhi individu di dalamnya.

    Comment by bambangutoro — April 3, 2012 @ 10:35

  2. Dari ketiga benda yang menjadi kuisioner memang memiliki kesamaan dalam penggunaan garis lurus dan lengkung. Namun, jawaban saya untuk pertanyaan pertama rupanya berbeda. Mengesampingkan bentuk sendok yang bulat, saya fokus pada fungsi sendok sebagai yang utama saat kita makan sebagai si pria, sedangakan wanita adalah garpu yang menjadi pendamping atau alat pelengkap dari sendok. Lalu kuisioner kedua antara bentuk bulat dan kotak saya memiliki jawaban yang sama. Namun bukan karena mengingat bentuk tubuh wanita yang cenderung berlekuk atau tubuh pria yang berbentuk kaku. Dalam tes psikologi ada pernyataan bahwa segi empat berarti keras kepala dan lingkaran berarti lebih luwes dan terbuka pemikirannya. Nah, pria kan cenderung lebih keras kepala makanya saya memilih lambang itu sebagai pria. Oleh karena itu menurut saya, bukan cuma bentuk yang menentukan maskulinitas dan feminitas, tapi juga karena karakter dan sifat dominan yang mengikuti si pria dan wanita itu sendiri.

    Comment by jessica0jeje — April 3, 2012 @ 20:44

  3. Jawaban saya atas preferensi ketiga bentuk itu sama dengan jawaban ketujuh responden, namun jawaban pertama saya bukan berdasarkan garis lengkung yang dimiliki sendok melainkan ukuran luas sendok yang tampak lebih besar dari garpu. Ukuran luas ini saya asosiasikan besarnya tubuh betina dalam dunia margasatwa. Umumnya si jantan memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding betina, hal ini yang membuat saya memiliki persepsi bahwa garpu adalah laki-laki dan sendok yang luas dan menyelimuti adalah perempuan. Mungkin faktor ini tidak begitu kuat dalam persepsi manusia terhadap maskulin dan feminin, namun menurut saya faktor ukuran, luasan atau volume mungkin dapat menjadi kriteria tambahan untuk melengkapi preferensi manusia terhadap sifat maskulin dan feminin suatu objek.

    Comment by nadhilaadelina — April 4, 2012 @ 00:31

  4. Menurut saya, keterkaitan pendapat ini bisa dilihat dari bentuk tubuh pria dan wanita dahulu atau bisa juga dilihat dari makna garis itu sendiri. Jika dilihat dari bentuk tubuh pria dan wanita, memang benar tubuh wanita cenderung lebih banyak memiliki lengkungan daripada pria. Sehingga lengkungan dapat menggambarkan wanita, dan garis tegas menggambarkan pria. Bisa juga dilihat terlebih dahulu dari sisi karakter garis tersebut, yang kemudian dikaitkan ke karakter pria dan wanita secara umum, tanpa melihat seperti apa bentuk tubuh pria dan wanita. Garis kaku melambangkan ketenangan, kekokohan, kekuatan, merupakan karakter umum dari pria. Lalu garis lengkung melambangkan kedinamisan, keluwesan, serta keindahan, merupakan karakter umum dari wanita. Jadi hubungan garis dan gender bisa dilihat dari berbagai aspek, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

    Comment by ariestaokke — April 4, 2012 @ 09:41


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: