there’s something about geometry + architecture

April 2, 2012

Pasta: From Enjoyment of Eating to Advanced Geometry

Filed under: Uncategorized — jessica0jeje @ 15:02

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pasta telah menjadi salah satu makanan ‘Barat’ terpopuler di Indonesia. Walaupun sama seperti mi yang terbuat dari tepung terigu dan telur, pasta memiliki variasi ukuran dan bentuk yang menarik. Saat tengah menyantap hidangan pasta dari kantin Teknik, saya merasa tertarik dengan bentuk spiral, kerang, dan pita dari makanan khas Itali ini. Rasanya seperti ingin mencoba seluruh jenis yang ada. Lalu saya pun berpikir, mengapa orang Itali membuat beragam bentuk pasta padahal memakai jenis yang mana pun rasanya bukannya sama saja ya? Yang membuatnya terasa berbeda kan dari bumbunya. Lalu, apakah orang Itali cuma sekedar iseng? Ataukah di balik bentuk geometris yang menakjubkan ini terdapat tujuan yang lain?

Di Itali sendiri, sudah terdapat lebih dari 650 jenis pasta dengan masing-masing sejarahnya. Nama-nama pasta berasal dari penyebutan bentuknya dalam Bahasa Itali, misalnya farfalle yang artinya kupu-kupu dan gigli yang berarti bunga lili.

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Farfalle

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Gigli

Jadi sebenarnya, bentuk pasta yang unik-unik tersebut dimaksudkan agar penikmatnya bisa menikmati masakan pasta secara maksimal. Bentuk tertentu diciptakan untuk saus tertentu pula. “Certain shapes went with certain sauces. And that once you were let into this deep secret, known only to Italians by osmosis or birthright, you could enjoy pasta far, far more than you ever thought possible.” –Caz Hidelbrand, author of ‘The Geometry of Pasta’

Bentuk pasta yang menyerupai wadah atau mangkuk cocok untuk saus yang kental jadi kita bisa ‘menangkap’ sausnya. Selain dari tekstur saus, bumbu perisa juga menjadi faktor menemukan bentuk pasta yang sesuai. Rasa ikan lebih sesuai dengan pasta bertekstur ringan sedangkan saus yang berminyak sesuai dengan pasta bertekstur kasar yang bisa membuatnya ‘tersangkut’.
Mendesain suatu bentuk pasta sangatlah sulit dan tidak sedikit orang yang gagal, namun tetap terasa exciting. Di bawah ini kita bisa melihat galetti dan quadrefiore dengan bentuknya yang super rumit. Bagi seorang Itali masakan bukan sekedar menjadi penghilang rasa lapar tapi telah menjadi sebuah life style yang harus dinikmati sepenuh hati. Maka mencari bentuk pasta dengan keindahan dan kompleksitas geometris yang tinggi sekaligus fungsional dengan sausnya menjadi tantangan tersendiri.
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Galetti
Image and video hosting by TinyPic        Image and video hosting by TinyPic
Quadrefiore

Setelah mengetahui fakta di balik rumitnya bentuk pasta rasanya jadi tersadar kalau di sini kita lebih sering mementingkan kuantitas daripada kualitas makanan yang kita nikmati. Bahkan di KanTek macam-macam pasta bisa dicampur dalam satu saus sekaligus di satu masakan, yang penting banyak dan mengenyangkan. Saya sebenarnya pernah mengalami memakan spaghetti dengan bumbu terlalu kental, alhasil lama-lama membuat mual, tapi saya pikir karena porsinya kebanyakan. Rupanya memang ada aturan bahwa pasta yang halus dan tipis harus dinikmati dengan saus yang ringan pula. Sayangnya, di sini kita sering menutup mata, tidak mau mencari tahu dan main tabrak saja. Kita harus mulai berpikir kritis karena segala sesuatu dibuat dengan maksud di baliknya. Kan sayang bila kenikmatan sejati pasta yang diagungkan orang Itali tidak dapat kita rasakan.

Referensi:
http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=129997818
http:// http://www.lifeinitaly.com/food/pasta/history.asp
http://www.geometryofpasta.co.uk/shapes-grid.php
http://www.nytimes.com/interactive/2012/01/10/science/20120110_pasta.html

1 Comment »

  1. Wah, baru tahu kalau ternyata pasta ada banyak jenis, tidak hanya sekedar silinder panjang atau pun spiral. Ketika membaca post ini, saya terpikirkan, untuk pasta-pasta yang sudah umum memang menggunakan alat pencetak, namun untuk pasta yang rumit bentuknya dan jarang ditemui dengan banyak perhitungan-perhitungan tersebut, apakah pencetakkan pasta tersebut pun dengan menggunakan alat khusus sehingga ukuran-ukuran yang membentuknya benar-benar akurat?

    Comment by listyadharani — April 4, 2012 @ 07:07


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: