there’s something about geometry + architecture

April 3, 2012

Gitar Klasik: Harmoni dalam Visual dan Bunyi

Filed under: Uncategorized — hafizhmahdi @ 12:28

Apakah anda pribadi yang menyukai musik? Musik adalah kumpulan lantunan nada yang menyatu menjadi suatu komposisi yang harmonis. Musik juga merupakan hal yang relatif, tidak semua manusia menyukai jenis musik yang sama. Namun yang pasti, semua manusia menyukai bunyi yang sedap didengar, itu juga kadang berdasarkan bagaimana persepsi manusia terhadap bunyi tersebut.

Salah satu instrumen musik yang paling populer adalah gitar, terutama gitar klasik. Gitar klasik merupakan alat musik yang hampir dapat dimainkan oleh mayoritas manusia. Memiliki 6 senar yang masing-masing mempunyai ketebalan yang berbeda, dan menghasilkan bunyi yang berbeda pula. Dimainkan dengan dipetik dan memijit fretboard, yaitu bagian yang berbentuk seperti persegi panjang yang menjulang hingga ke badan gitar. Poin yang diutamakan adalah, gitar merupakan alat yang sangat akrab dengan perpindahan dan pengkombinasian nada. Dengan menggabungkan beberapa kunci dan nada yang kemudian dipetik secara perlahan, akan menghasilkan bunyi yang indah dan mengalun. Kemudian gitar klasik didukung dari badannya yang memiliki salur dan terkesan elegan. Lalu bagian manakah yang dapat ditarik kesimpulan sebagai Golden Section?

Ternyata, Golden Section juga merambah indera pendengaran pula. Seperti contoh pada kombinasi antara 2 nada  atau interval dari satu ke selanjutnya, pada umumnya yang terdengar indah dan stabil adalah interval 1 : 1 , 2 : 1 , 3 : 2 , 4 : 3 , 5 : 3.. dan seterusnya. Apabila dilihat dari perbandingannya, maka akan muncul angka yang berdekatan dengan phi, hasil perbandingan secara berurutan adalah 1, 2, 1.5, 1.33, 1.66.Penerapan interval nada ini dapat dilakukan pada fretboard gitar dengan pengkombinasian kunci nada 1 dengan yang lainnya hingga membentuk suara yang pas.

Fretboard gitar ini juga apabila dilihat tergolong golden section karena ukuran panjangnya yang semakin ke ujung (badan gitar) semakin mengecil, dan itu pun mengecil dengan teratur dan dalam proporsi yang sama. Ini menandakan pengecilan fret merupakan ukuran yang logaritmik. Di samping itu, deretan angka Fibonacci bertambah secara logaritmik pula. Apabila dihitung secara matematis seperti deretan angka Fibonacci, maka hasil perbandingan angka tersebut akan mendekati phi (φ).

 

Sedangkan dari segi visual, bentuk dari badan gitar klasik itu sendiri menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan. Badan gitar ini memiliki dua lengkungan yang berbeda dan simetris kiri kanan. Besarnya dua lengkungan ini tergolong masih nyaman dilihat, terkesan hamonis, elegan dan unggul dari segi estetika. Bahkan sampai pada ungkapan orang-orang yang memetaforakan bentuk tubuh wanita yang ideal mirip dengan badan gitar ini. Gambar di atas menandakan bahwa gitar klasik dari segi pengelihatan, termasuk dalam kategori Golden Section.

Sumber:

http://m.voices.yahoo.com/divine-harmony-looking -golden-5487955.html

http://guitarinternational.com/2011/09/05/the-golden-ratio-and-the-guitar-a-match-made-in-equal-temperament/

D.K Ching, Francis. Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Tatanan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: