there’s something about geometry + architecture

April 3, 2012

JAKARTA dan IDEAL CITY

Filed under: Uncategorized — bambangutoro @ 10:00

jakarta malam

Suasana malam kota Jakarta

Jakarta adalah kota di Indonesia yang perkembangannya paling pesat. Kenaikan jumlah populasinya pun semakin membesar hingga saat ini memiliki penduduk 9,6 juta jiwa menurut sensus BPS pada tahun 2010. Padahal pada tahun 2010 jumlah penduduk kota ini sebanyak 8,4 juta jiwa. Pertambahan jumlah penduduk ini lebih disebabkan oleh urbanisasi. Mengapa arus urbanisasi lebih fokus ke kota Jakarta, padahal masih banyak kota-kota besar lain yang berpotensi untuk menggarap nafkah dan taraf hidup yang lebih baik. Rakyat desa memiliki gambaran di mana Jakarta dapat memenuhi dambaan mereka yang nyatanya hidup di kota Jakarta sulit bagi orang-orang yang tidak dibekali dengan keahlian serta modal. Visi yang dicitrakan kota Jakarta menurut saya merupakan gambaran dari suatu ideal city / kota ideal. Coba kita runut arti dari frase “ideal city”;

Ideal: existing as a mental image or in fancy or imagination only
City: an inhabited place of greater size, population, or importance than a town or village

ideal city

Gambaran Emily Allchurch sebagai ideal city, dilukis sekitar tahun 1470

Sehingga gambaran kota ideal tentunya merupakan gambaran imajinatif di mana setiap individu memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Misalkan saya mencoba bertanya kepada Anda di mana kota yang ideal bagi Anda, saya rasa jawabannya adalah sebuah kota yang tidak Anda tinggali saat ini, karena gambaran ideal sulit dicapai dalam realita dan yang dapat dilakukan adalah membentuk sesuatu yang mendekati ideal. Berhubungan dengan pemilu gubernur Jakarta saya rasa para calon-calon gubernur ini harus memelajari konsepsi dari ideal city serta teori-teori yang berkembang dari ideal city.

Oleh karena itu untuk membentuk Jakarta sebagai suatu ideal city perlu banyak perbaikan-perbaikan dari segi penataan kota dan penerapan kebijakan yang tepat. Saat ini masalah utama yang harus diperbaiki harus berfokus pada transportasi, banjir, sampah, hunian, polusi dan emisi. Menurut Anda masalah utama apa lagi yang harus segera diperbaiki agar dapat meningkatkan kualitas kota Jakarta agar mendekati ideal city?

2 Comments »

  1. Menurut saya, permasalahan kota Jakarta yang lain:
    1. jarangnya jalur pedestrian. Mengingat kecelakaan baru-baru ini yang terjadi di Jakarta dimana para pejalan kaki seakan tidak diberi keleluasaan saat bahkan berjalan di trotoar. Terlebih banyak motor-motor, pedagang kaki lima yang mengambil space pejalan kaki tersebut. Kota yang baik bukannya seharusnya lingkungannya ramah dengan para pejalan kakinya?
    2. Banyaknya pembangunan sana sini yang memakan banyak lahan, buat kemacetan di jalan dans ebagainya. Terlebih yang dibangun kebanyakan mall, apartemen, dan lain sebagainya yang sebenarnya bila ditelisik lebih jauh tidak terlalu penting-penting amat. Apartemen di Jakarta banyak yang menghuni cuma 50% atau bisa lebih rendah. Kemudian Mall-mall sekarang bertebaran dimana-mana,pasti pernah dengar istilah ‘Jakarta kota seribu mall’? Perbanyak taman kota tentunya akan lebih baik, selain dapat mereduksi efek polusi juga bisa menjadi sarana rekreasi untuk keluarga (piknik).
    3. Road sign yang kadang tulisannya suka tidak kebaca, tersembunyi, dan lain-lain
    4. Banyak sampah iklan di pinggir jalan, daripada membuat sampah iklan lebih baik buat iklan elektronik yang dapat langsung ditonton oleh masyarakat ramai (di screen besar), seperti contohnya di Times Square, New York, tapi mungkin lagi-lagi dengan cliche akan dipatahkan dengan jawaban “biayanya mahal, anggarannya sedikit” heheheh

    Comment by thalfahamalina — April 3, 2012 @ 21:00

  2. Plato mendefinisikan kota ideal sebagai sebuah pencerminan dari kehidupan dalam ruang jagat yang berdasar pada hubungan manusia dengan sesamanya (London, 2000). Lebih jauh lagi, ia juga mendefinisikannya sebagai sebuah bentuk organisasi sosial dan politis yang memudahkan warganya mengembangkan potensi mereka dan hidup bersama sesuai dengan nilai kemanusiaan dan kebenaran (London, 2000). Bisa kita lihat bahwa elemen yang sangat berpengaruh dalam adalah manusia dan ruang.
    Saya melihat pemenuhan kebutuhan ruang bagi manusia di Jakarta menjadi salah satu masalah yang terus berkembang. Hal yang paling parah yang terjadi dikaitkan dengan hal tersebut adalah membludaknya jumlah manusia. Menurut data yang saya dapat, mobilisasi manusia dari daerah sekitar Jakarta ke Jakarta setiap harinya mencapai empat juta manusia. Tidak heran jika akhirnya Jakarta sangat identik dengan kemacetan. Kemacetan ini terjadi akibat mobilisasi orang-orang yang sangat tinggi demi mencari uang di Jakarta. Kantor-kantor terletak di tengah Jakarta dan berderet membentuk area perkantoran yang sangat sibuk setiap harinya. Saya sempat berfikir jangan-jangan penyebaran area perkantoran, area pusat perbelanjaan, sampai area yang dianggap sebagai pusat perputaran uang kurang tersebar dan terlalu terpusat ke kota?
    Kota ideal semestinya bisa menjamin berjalannya ekonomi secara berkelanjutan, berkeadilan dan nyaman bagi manusia. Jika akhirnya ada aspek yang tidak bisa terpenuhi, maka semegah-megahnya kota Jakarta tidak kemudian membuatnya sebagai kota yang ideal. Sebaiknya dilakukan persebaran area-area yang menjadi pusat kegiatan manusia sehingga tidak hanya kota Jakarta yang menjadi ‘sibuk’ dan menimbulkan berbagai efek yang merugikan. Pembangunan sebaiknya disebar rata dan bermanfaat bagi semuanya.

    Comment by meidesta — April 3, 2012 @ 21:49


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: