there’s something about geometry + architecture

April 3, 2012

RUANG DAN KEGALAUAN DALAM LIRIK LAGU PAPAN ATAS INDONESIA

Filed under: Uncategorized — lekalexsteve @ 11:32

Lagu galau merupakan jenis lagu yang sangat popular di Indonesia sampai dengan awal april 2012. Galau merupakan sebuah kata yang banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari pada masa ini. Galau dipahami sebagai suatu kondisi negative yang mengakibatkan ketidak menentuan dalam hidup. Dalam lirik lagu, kegalauan sering diasosiasikan dengan kondisi-kondisi ruang tertentu dengan aspek-aspek ruang berupa orientasi, aktifitas, besaran, dll. Berikut data pemaknaan ruang dalam lagu galau papan atas indonesia yang dikumpulkan:

Maafkan ku menduakanmu 
Mencintai dia di belakang kamu ooh…Ku tak bisa menahan rasaku saat kau jauh dariku…. (Maafkan aku – D’bagindas)

Pernahkah kau merasa jarak antara kita Kini semakin terasa setelah kau kenal dia…..Aku tiada percaya teganya kau putuskan Indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri Kau pergi tinggalkanku….(Aku yang tersakiti-Judika)

….Hatimu hatiku merasuk dalam kisah yang indah Tak pernah terfikirkan aku melangkah jauh tanpamu Tak pernah terbayangkan jika bukan cintamu yang temani aku…..( Aku bisa mati – Latinka)

….Terbawa aku dalam sedihku Tak sadar kini kau tak di sini Engkau masih yang terindah…. (Kesedihanku – Sammy Simorangkir)

….Sedang apa dan di mana dirimu yang dulu ku cinta…. Apakah mungkin bila kini ku ingin kembali…. (Sedang apa dan dimana – Sammy Simorangkir)

Di mana kamu di mana, di sini, bukan ke mana kamu ke mana…. jangan kau pergi lagi… (Kesepian – Vierra)

Berdasarkan data tesebut, saya membagi pemaknaan ruang yang digunakan dalam lagu-lagu galau sebagai berikut:

–       Besaran ruang berupa kata “jauh” dan “jarak”. Kata “jauh” dan “jarak” digunakan untuk menggambarkan keadaan terisolasi dari sesuatu yang dibutuhkan. Kata ”jauh” dan “jarak” cenderung digunakan untuk menggambarkan kondisi ketidak berdayaan terhadap isolasi ruang yang dialami penyanyi.

–       Orientasi ruang berupa kata “belakang”, “di mana”, “ke mana”, “di sini”. Kata “belakang” digunakan untuk menggambarkan bagian ruang yang lepas dari pantauan mata pengamat. Pada bagian ruang tersebut, dimanfaatkan sebagai ruang untuk melakukan aktifitas yang meresahkan pengamat, sehingga kata belakang memiliki makna yang negativ. “Di mana”, “ke mana”, “di sini” digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang kehilangan arah, ketidakmampuan penyanyi untuk mendefinisikan posisinya dalam ruang terhadap sesuatu yang dibutuhkannya.

–       Aktivitas dalam ruang berupa kata “pergi” dan “kembali”. Kata pergi dan kembali merupakan kata yang menyatakan pergerakan yang aktif. Namun dalam contoh penggalan lagu diatas, kedua kata ini dimaknai negative, “pergi” dan “kembali” dimaknai sebagai kegiatan yang mengisolir penyanyi dari kebutuhannya.

Dari contoh diatas, kita dapat melihat bagaimana ruang digunakan untuk menggambarkan kegalauan, dimana ruang cenderung dijadikan sebagai penyebab atau alasan dari kegalauan atau seperti dalam lagu pertama, ruang dijadikan alat untuk menciptakan kegalaun dengan menggunakan kata “belakang”.

Namun pemaknaan ruang dengan cara yang berbeda walaupun masih dalam konteks lagu galau dapat dilihat dalam lagu agnes monica yang berjudul rindu.

Selama aku mencari….Bayang-bayangmu di batas senja….menembus dinding waktu…. (Rindu – Agnes Monica)

Dalam lagu tersebut ruang dimaknai secara progresif. Seperti pada orientasi ruang berupa kata “di batas” yang memperlihatkan kemampuan dalam mendefinisikan ruang yang berbeda dari lagu-lagu galau yang lainnya yang cenderung kehilangan orientasi. Selain itu berupa aktifitas dalam ruang dengan kata “menembus” yang menggambarkan sikap yang pantang menyerah, berbeda dengan lagu-lagu galau yang lain yang cenderung menyerah bahkan menyalahkan ruang sebagai penyebab kegalauan mereka.

Demikian tinjauan saya tentang ruang dan kegalauan. lagu galau tidak pernah habis dimakan jaman. Namun bagaimana kegalauan tersebut disikapi dapat dilihat melalui salah satunya pemaknaan ruang untuk menggambarkan kegalauan penyanyi. Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga tinjauan ini berguna. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Sumber:

–       http://gudanglagu.com/tanggalagu.php

–       http://liriklaguindonesia.net/dbagindas-maafkan-aku.htm

–       http://liriklaguindonesia.net/judika-aku-yang-tersakiti.htm

–       http://liriklaguindonesia.net/latinka-aku-bisa-mati.htm

–       http://liriklaguindonesia.net/sammy-simorangkir-kesedihanku.htm

–       http://liriklaguindonesia.net/sammy-simorangkir-sedang-apa-dan-dimana.htm

–       http://liriklagu-liriklagu.blogspot.com/2011/03/lirik-lagu-vierra-kesepian.html

–       http://www.liriklagu.info/a/agnes-monica/agnes-monica-rindu.html

5 Comments »

  1. analisis yang menarik, namun saya ingin bertanya. saya terpikir, bagaimana dengan lagu dangdut?
    Lagu khas indonesia ini, saya kurang melihat pemaknaan ruang. Yang ada malah kegiatan, perbuatan yang menjadi kegalauan atau kerinduan. Apakah esensi ruang tercipta juga dari kenangan perbuatan yang dialami?Saya melihat bahwa jangan-jangan pemaknaan ruang tidak selalu dari sifat perasaan, tetapi sifat seperti rindu, dipeluk, dibelai, dan lainnya menjadi pengalaman ruang tersendiri.

    Comment by aronaditio — April 3, 2012 @ 22:29

  2. Posting yang menarik dan membuat saya jadi berpikir dan tidak bisa menangkap secara langsung apa maksud dari “ruang” dan “kegalauan” itu sehingga saya membaca posting ini beberapa kali. Yang masih saya pikirkan adalah bagaimana mengklasifikasikan lagu galau itu? sedangkan arti kata galau itu sendiri adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (Kamus bahasa Indonesia). Apakah pemaknaan ruang itu ditemukan pada lagu galau atau lagu galau adalah lagu yang memiliki pemaknaan ruang?

    Comment by rahmaitis — April 4, 2012 @ 07:33

  3. Terima kasih atas pertanyaannya.
    Dalam membuat essay ini, saya mengartikan kata galau berdasarkan hasil interpretasi pribadi saya terhadap penggunaan kata tersebut dalam bahasa pergaulan sehari-hari. Dalam bahasa pergaulan sehari-hari, kata galau biasa digunakan untuk menjelaskan kondisi seseorang yang sedang tidak menentu.
    Lagu-lagu diatas adalah lagu yang berada pada deretan teratas tangga lagu pada website http://gudanglagu.com/tanggalagu.php (yang saya akses pada tanggal 2 April 2012 sekitar pukul 20.00 WIB) yang saya kategorikan kedalam lagu galau dan menggunakan asosiasi(tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra, Sumber: http://www.artikata.com/arti-319787-asosiasi.html) ruang untuk mengkomunikasikan perasaan penulis lagu dalam lirik lagu. Pada deretan teratas tangga lagu tersebut, tidak ada yang tergolong lagu dangdut. Mungkin bisa ditinjau lebih lanjut tentang hubungan antara minimnya penggunaan asosiasi ruang dengan absennya lagu dangdut pada deretan atas tangga lagu tersebut.
    Lagu-lagu diatas saya kategorikan kedalam lagu galau karena dalam lirik yang disampaikan tersirat keadaan yang tidak menentu. Penjelasannya seperti berikut:
    – Dalam lagu yang dibawakan d’bagindaz, penulisnya memohon kepada “cinta” agar tidak mengusaikan hubungan mereka(karena penulis mencintai “dia” dibelakang cinta), dimana jika “cinta” mengusaikan, penulis tidak bisa melanjutkan hidup. Hal tersebut memperlihatkan kegalauan penulis, dimana sedang dalam kondisi tidak menentu dimana pilihannya untuk melanjutkan hidup atau tidak ditentukan oleh keputusan “cinta”.
    – Dalam lagu yang dibawakan judika, kegalauan yang terasa disebabkan karena rasa cintanya kepada “dia”belum dihapuskan oleh tuhan, sehingga dia tidak bisa hidup bahagia karena tak bersama “dia”. Namun disisi lain, dia masih berusaha berbicara dengan “dia” untuk menyadarkan bahwa “dia” telah menyakiti penulis karena telah pergi dengan janji yang telah diingkari. Sehingga kelanjutan hidupnya ditentukan oleh 3 kondisi, tuhan menghapuskan rasa cintanya, “dia” tidak jadi pergi, atau melanjutkan hidup walau tak bahagia.
    – Dalam lagu dari Latinka, kegalauannya adalah, penulis tidak bisa melanjutkan hidup bila tak ada “kamu”. Sehingga keberadaan “kamu” menentukan kelanjutan hidup penulis.
    – Dalam lagu Sammy simorangkir-kesedihanku, menceritakan penyesalan sang penulis karena kisahnya berakhir seperti “ini”, sedangkan disisi lain, dia masih mengingat indah “senyummu” yang bagi penulis, masih yang terindah dalam hatinya. Sehingga penulis dalam kondisi yang tidak menentu dimana dia harus menjalani hari yang dilewati tanpa ditemani “dirimu”, sedangkan “dirimu masih yang terindah dalam hatinya.
    – Dalam lagu Sammy simorangkir-sedang apa dan dimana, ketidak menentuannya adalah, dia sedang menduga, apakah mungkin untuk kembali, atau tidak mungkin dalam menjalani janji hati mereka.
    – Pada lagu viera: kesepian, keadaan yang tidak menentu muncul akibat penulis sedang kesepian, dan satu-satunya cara agar dia tidak kesepian adalah ditemani oleh “kamu” yang menurut penulis, sedang tidak menentu keberadaannya.
    – Lagu agnes monika-rindu, penulisnya sedang menantikan seseorang yang tidak tentu keberadaannya, dan belum tentu akan datang kepada penulis, sehingga penulis sedang dalam penantian yang penuh dengan ketidak menentuan.

    Tidak semua lagu galau menggunakan asosiasi ruang untuk menjelaskan pesan yang ingin disampaikannya. Namun yang ingin saya liat dalam tinjauan diatas adalah pemaknaan ruang yang seperti apa yang digunakan dalam lagu-lagu galau papan atas Indonesia pada masa sekarang untuk menjelaskan pesan yang ingin disampaikannya. Seperti pada kata “jarak”, “jarak” merupakan kata yang biasa kita gunakan ketika berbicara tentang besaran dari suatu ruang. Dalam lagu Aku yang tersakiti-judika, “jarak” diasosiasikan dengan perasaan terisolasi, sehingga, jarak dimaknai sebagai salah satu penyebab yang menimbulkan kondisi yang tidak menentu bagi penulisnya. Kemungkinan esensi ruang muncul dari kenangan perbuatan yang dialami juga mungkin tersirat dari penggunaan kata jarak. Bagi saya sendiri, saya memahami kata jarak itu memiliki hubungan sebab akibat dengan perasaan rindu, sehingga saya bisa langsung menangkap makna jarak yang dimaksud penulis lirknya.

    Comment by lekalexsteve — April 4, 2012 @ 16:55

  4. Setelah membaca pembahasan ini saya menyimpulkan bahwa poin yang sebenarnya diangkat oleh penulis adalah perihal konteks. Yang mana sangat penting, bukan hanya dalam berarsitektur tapi juga dalam segala hal. Bertata bahasa salah satunya.

    Sangat menarik menyaksikan pola pikir penulis yang berusaha melihat konteks kata di dalam suatu kesatuan kalimat. Kata (seperti ‘jauh’, ‘jarak’, ‘dimana’, dsb) tidak dibahas sebagai suatu ‘kata botak’ yang dicomot begitu saja, tapi juga dikaitkan dengan posisinya di dalam suatu lagu tempatnya berada. Sehingga -misalkan saja- ‘jarak’ tidak lagi berarti segamblang arti ‘jarak’ yang sebenarnya, melainkan memiliki arti yang lebih, bahkan hingga menciptakan suatu persepsi ruang yang spesifik (ex: terisolasi, hilang arah, dsb.)

    Namun yang agak saya rasa kurang dalam bahasan ini adalah ketika yang diangkat merupakan kata-kata yang memang sudah memiliki asosiasi ruang. Entah itu menunjuk, mengukur, mempertanyakan, atau menyatakan keberadaan ruang itu sendiri. Penulis seakan hanya memperjelas (atau mengarahkan) ruang seperti apa yang ditunjuk oleh kata-kata tersebut, ditilik dari konteks keseluruhan lagu. Alangkah lebih menarik jika penulis bisa menemukan kata-kata yang tidak memiliki kesan ‘ruang’ namun ternyata konteks lagu berhasil menghadirkan kesan ruang kepada kata tersebut.

    Satu lagi, yang dilakukan ketika menganalisa hanya menyertakan sangat sedikit sampel (dibandingkan jumlah lagu galau-papan-atas yang ada,dimana terus berubah dan bertambah,hingga saat ini) sehingga saya curiga bahwa anda terlalu mengeneralisasikan suatu kata spesifik yang anda bahas didalamnya dengan sebuah persepsi ruang. Apakah pada akhirnya semua lagu galau-papan-atas (saya merasa ini adalah limitasi yang anda buat ditilik dari judul dan kalimat pertama yang anda hadirkan; dimana saya sendiri kurang paham parameter anda dalam mengklasifikasikan kategori galau dan papan atas itu sendiri) mengalami persepsi ruang yang sama pada kata tersebut? Atau hanya merujuk pada ketujuh sampel yang anda ambil? apakah lalu makna ruang pada kata tersebut menjadi kontras jika lagu yang dipakai ternyata bukan lagu galau-papan-atas? Atau jangan-jangan sama ketika kata tersebut muncul dilagu dengan genre apa saja?

    Comment by thazageorly — March 24, 2013 @ 14:12

  5. Lagu Religi Baru Ungu 2013 nih,,,mantap liriknya

    Kunci Gitar Lagu Indonesia

    Comment by Kunci Lagu Indonesia (@m1ndsrokk) — June 27, 2013 @ 12:55


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: