there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

Ambigram: Seni Membolak-Balik Geometri

Filed under: Uncategorized — cherinalr @ 14:54

Berasal dari awalan dalam bahasa Latin “ambi—“ yang berarti ambigu atau rancu, dan akar kata Yunani “—gram” yang berarti model tulisan, ambigram adalah desain tipografi yang dapat dibaca dari lebih dari satu arah. Pada perkembangannya, ambigram juga disebut dengan berbagai nama lain, seperti vertical palindromes (1965), designatures (1979), inversions (1980), dan flipdcript (2008), juga terdiri dari beberapa jenis[1], yaitu mirror image, figure ground, chain, space filling, spinonym, fractal, 3-dimensional, perceptual shift, natural, symbiotogram, multilingual, dan rotational. Jenis terakhir adalah contoh yang paling banyak ditemukan, yaitu penulisan yang bila dirotasikan sebesar sudut tertentu, masih bisa dibaca dan tetap memiliki makna, seperti pada novel “Angels and Demons” karangan Dan Brown yang membuat sebagian besar generasi sekarang tertarik mempelajarinya.

Image

Berikut adalah langkah-langkah yang saya coba untuk membuat ambigram yang gampang-gampang susah.

  1. Tulis kata yang diinginkan secara berlawanan arah 180° atas bawah. Sebaiknya kita menuliskannya dalam beberapa penyajian: dengan huruf kapital semua, non kapital semua, huruf sambung, dan campuran. Hal ini agar kita mendapat berbagai kemungkinan untuk mengkombinasikan dua huruf yang berbeda. Di sini saya menggunakan nama sendiri. Image
  2. Utak-atik huruf yang saling berhadapan agar jika diputar tetap terbaca dengan makna yang sama. Saya mencoba dua versi, satu dengan huruf kapital semua, satu lagi non kapital.
  • Huruf c dan a cukup mudah disinkronisasikan, yaitu hanya dengan menambahkan bulatan pada bagian ujung kanan atas huruf c karena bentuknya sudah sama-sama melengkung. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mengatur peletakkan, perbandingan, dan kelengkungannya agar huruf c baru yang tercipta tidak menyerupai huruf e.  Image
  • Namun, ketika dalam bentuk kapital, saya mencoba mengasosiasikannya dalam bentuk segitiga, dan mengubah-ubah posisi dan kemiringannya agar bisa menunjukkan keduanya dengan jelas.
  • Image
  • Huruf h dan n hanya berbeda pada ketinggian garis tegak lurus di kirinya, tetapi ternyata sangat sulit untuk tetap mempertahankan keduanya dalam bentuk non kapital, sehingga saya menambahkan lekuk tambahan pada h, tetapi saat diputar 180° ia menjadi huruf N yang dibalik dengan garis tegak lurus lebih panjang di sisi kanan. Dengan huruf kapital, saya menyesuaikan kemiringan garis mendatar di tengah kedua huruf tersebut. Dari gambar di bawah ini akan terlihat perubahan persepsi huruf yang terjadi dengan menggeser garis di tengah keduanya.
  • Huruf e dan i dipadukan dengan membuat e menjadi lebih kurus dan menambahkan titik di bawahnya, karena esensi i adalah garis lurus dan titik di atas. Sedangkan dalam kapital, garis tegak lurus E dipindahkan ke tengah, dan menghilangkan setengah dari garis mendatar di tengahnya sehingga tampak seperti I yang sedikit tercoret.
  • Karena nama saya terdiri dari huruf berjumlah ganjil, maka r tidak berhadapan dengan huruf lain, sehingga proses penggabungannya hanya dengan saling tindih keduanya. Sedangkan untuk kapital, R dibuat menyerupai S terbalik atau Z yang melengkung, dengan garis lurus di bagian tengah kirinya.
Hasilnya:
Sebenarnya, ada juga generator online[2] untuk mengubah tulisan menjadi ambigram, dan inilah hasilnya untuk nama saya:
ImageImage
ImageImage
Menurut saya, dengan mempelajari geometri pada ambigram dapat dijadikan salah satu dari sekian banyak pendekatan dalam perancangan arsitektur. Pada proses pembalikan kata-kata tersebut, antara lain dari langkah nomor 2, saya belajar mengenali karakteristik setiap huruf dan mencari kesamaan bentuk dari huruf-huruf agar bisa dikombinasikan, juga bagaimana mengakalinya agar terlihat menyatu. Sama halnya ketika saya perlu memfenomenologikan sesuatu untuk mendapatkan hal-hal paling esensial yang dibutuhkan sebagai solusi desain. Lalu, ketika saya menambahkan, mengurangi atau menggeser suatu bagian dari huruf, di saat bersamaan saya juga membayangkan bagaimana keseluruhannya akan terlihat dari sisi lain agar pesan yang saya maksud dapat terbaca. Begitu pula bagaimana kita mengkomposisikan bentuk dan tampilan pada bangunan agar menstimulasi manusia untuk mengalami dan memaknai ruang dengan cara, pandangan, atau orientasi yang berbeda.
Sumber:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Ambigram
[2] http://www.flipscript.com/ambigram-generator.aspx dan http://ambigram.matic.com/

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: