there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

Geometri pada Gulali Tradisional.

Filed under: Uncategorized — triaamalia @ 07:56

Kita pasti sudah jarang melihat makanan ini ditengah ibu kota. Gulali merupakan makanan tradisinonal  terdiri dari bahan-bahan gula dan pewarna alami. Tetapi tanpa disadari saat kita masih kecil (atau bahkan sudah besar) senang sekali melihat pembuatan gulali yang secara langsung menggunakan tangan penjualnya. Yang terlitas adalah bagaimana penjual  membentuk makanan ini dari satu tarikan adonan kemudian disulap menjadi bentuk-bentuk lucu. Ada beberapa metode yang digunakan penjual yang saya tangkap menggunakan bentuk-bentuk geometri.

pedagang gulali dengan aneka macam bentuk gulali

Untuk membuat satu gulali berbentuk bunga, pertama-tama pedagang mengambil adonan dasar sebagai bentuk utama dari bunga tersebut. Kemudian adonan yang berbentuk benang panjang dibentuk dengan cara dililitkan pada lidi sehingga membentuk radial. Kemudian dari bentuk radial ini mulai di tarik beberapa sisi untuk membentuk kelopak bunga dari beberapa bagian adonan radial tersebut. Adonan dibentuk pipih menyerupai bentuk fraktal kelopak bunga dengan menyisakan adonan untuk kuncup bunga tersebut. Ketika sudah terbentuk bunga dasar, dapat ditambahkan adonan dengan warna lain sebagai daun dari bunga tersebut. Caranyapun sama, mengambil adonan seperti benang namun lebih pendek, kemudian dililit pada lidi kemudian dipipihkan membentuk dedaunan.

gulali tradisional berbentuk bunga

 

Selain bunga yang dipipihkan, dapat pula kita temukan bentuk naga dan burung yang dapat bersiul ketika ditutup. Pembuatan gulali ini tentunya lebih sulit dengan teknik tertentu. Untuk bentukan ini langkah awalnya sama, mengambil adonan seperti benah, dipipihkan dengan tangan membentuk badan dari burung tersebut, namun pada bagian buntuk ditarik kebelakang kemudian diberi lubang. Pada lubang ini kemudian ditiup agar udara dapat masuk dan membuat burung berisi, ada ruang didalam gulali tersebut untuk keluarnya udara sehingga ketika ditiup dapat berbunyi seperti peluit.

gulali berbentuk burung

menurut saya proses pembuatan gulali ini merupakan suatu seni yang menarik dimana dibutuhkannya ketekunan dari penjualnya untuk membuat bentukan-bentukan tersebut. Bentukannya sendiri dapat diambil dari alam kemudian diinterpretasikan dalam bentuk gulali dengan presepsi pedagang tersebut, tentunya dapat diterima penggamarnya anak-anak. Lalu cara pembentukan gulali ini sendiri bermulai dari adonan yang panjang kemudian dililitkan kelidi dan mulai dipipihkan, ditiup, diberi ukiran, adonan lain untuk penambahan karakter, sebenarnya merupakan suatu proses desain yang dilakukan pedagang untuk menghasilkan sebuah karya.Kita dapat mempelajari metode pembentukan karya ini secara menyenangkan dari pedagang gulali, tentunya secara vernakular, yang perlu dipertanyakan adalah masihkah kita memperhatikan sekitar kita yang sudah mulai langka dengan produk dalam negeri seperti gulali tradisional ini? Dengan pembelajaran yang menyenangkan ini dari pak penjual gulali ini dapat membantu kita untuk mengenal lebih jauh mengenai karya anak bangsa sekaligus pembelajaran bentuk-bentuk geometri.

 

sumber :

http://fotokita.net/foto/541291033514_5081968/gulali-naga-dan-pembuatnya
http://forum.vivanews.com/image-only/216861-gulali-dengan-bentuk-bentuk-yang-sangat-unik.html
http://www.i-dus.com/2011/03/kompilasi-makanan-sunda-asing-goelali.html
http://vivi-rabiatul.blogspot.com/
http://tobucilhandmade.blogspot.com/2012/03/manisnya-gulali-yang-kian-langka.html

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: