there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

Pemetaan Universal Studio Hollywood dengan Konsep Ideal City

Filed under: ideal cities,perception — weningn @ 20:12

“‘Recessed’ apartment buildings in the Radiant City. Parks and schools in the middle. Elevator shafts spaced out at optimum distances (it is never necessary to walk more than 100 meters inside the buildings). Auto-ports at the foot of the shafts, linked to the roadways […]. The floor directly above the pilotis is given over to communal services. Under the pilotis, pedestrians walking unobstructed in all directions. In the park, one of the large swimming pools. Along the roofs, the continuous ribbon of roof gardens with beaches for sunbathing.”  (Gambar 1) – Le Corbusier1

Kalimat tersebut merupakan salah satu gambaran menurut Le Corbusier bagaimana kota seharusnya memiliki tatanan yang seimbang yang kemudian dapat membentuk kualitas hidup yang baik bagi penghuni kota tersebut. Kota yang ideal adalah kota yang mampu merepresentasikan aspek –  aspek pemikiran dan usaha manusia yang tinggal di dalamnya, hal ini dapat terlihat dari adanya respon dari kota tersebut terhadap suatu permasalahan dalam bentuk penyempurnaan kehidupan sosial sehari – hari bagi tiap individu masyarakatnya. Kota yang ideal dapat membantu mengilustrasikan bagaimana tempat tinggal manusia dan masyarakat di dalamnya dapat berkembang karena kota tersebut dapat menginspirasi manusia untuk melakukan tindakan yang efektif dalam kehidupannya.

“The Radiant City from the pedestrian’s perspective. “A battle of giants? No! The miracle of trees and parks reaffirms the human scale.” – Le Corbusier2

Banyak aspek yang dikemukakan oleh Le Corbusier mengenai kota ideal, salah satunya yakni mengenai area hijau yang sebaiknya diposisikan di tengah sebuah kota, contohnya seperti yang kita ketahui New York dengan Central Parknya. Pemikiran – pemikiran Le Corbusier merupakan sebuah pemikiran jangka panjang bagi sebuah kota dan penduduk di dalamnya, dua pernyataan di atas merupakan sepenggal bukti bahwa Le Corbusier sebenarnya sangat memikirkan bagaimana kota tersebut berdampak dalam jangka waktu yang panjang terhadap kualitas hidup yang didapatkan oleh penduduk yang berkehidupan di sebuah kota., dari kualitas kehidupan sosial sampai ke kualitas hidup yang mendasar, seperti udara yang kita hirup diselaraskan dengan adanya area hijau.

The Ideal City stands at the crossroads between imagination and experience” – Dr. Rhodri Windsor Liscombe.4

Selain dari peningkatan kualitas individu yang tinggal di dalamnya, kota yang ideal juga merupakan titik temu antara imajinasi dan pengalaman. Hal ini berkaitan dengan pemikiran kota ideal oleh Le Corbusier mengenai bagaimana sebuah kota dapat menginspirasi penduduk di dalamnya dan melakukan tindakan efektif yang disini dikatakan sebagai sebuah hal eksperimental.

 

Lalu, apakah pemikiran – pemikiran dari beberapa ahli di atas mengenai konsep kota ideal selaras dengan konsep pemetaan Universal Studio Hollywood?. Universal Studio merupakan wahana bermain Universal Studio dengan konsep taman bermain yang bertemakan film – film legenda Hollywood produksi Universal Studios. Terdapat 3 bagian pemetaan di dalam denah Universal Studio, antara lain Citywalk, Upper Lot dan Lower Lot. Citywalk berada di area depan dari Universal Studio Hollywood , area ini merupakan area komersial yang di dalamnya terdapat banyak gerai – gerai dari berbagai brand terkemuka. Jika diperhatikan pada peta Universal Studio Hollywood, area ini layaknya suburban dalam sebuah kota, area tersebut berada di lingkar luar dari wahana utamanya, selain itu keberadaan ‘ditutupi’ oleh pepohonan, hal ini mungkin dimaksudkan untuk menghindari ‘polusi’ visual ketika seseorang sedang merajut eksperimen pengalaman di dalam.

Suburban life is a despicable delusion entertained by a society stricken with blindness!” – Le Corbusier5

 Masuk ke area kedua dalam Universal Studio yakni Upper Lot, area ini merupakan area utama dari Universal Studio Hollywood. Dengan konsep taman bermain, area tersebut sengaja divisualisasikan sebagai tempat yang menawarkan berbagai macam eksperimen dan pengalaman dalam sebuah imajinasi4 penggambaran film – film produksi Hollywood, contohnya seperti Shrek 4D, Terminator 2D, 3D  dan lain sebagainya. Area ini menjadi ‘pusat kota’ dari ‘kota’ Universal Studio, tanpa mengesampingkan hal di luar wahana permainan, Upper Lot menyediakan area hijau yang tersebar di dalam area tersebut, hal tersebut mendukung konsep jalur akses (sirkulasi) sepanjang wahana yang didesain seperti jalur untuk pedestrian. Pengunjung dapat mendapatkan kualitas berjalan yang seharusnya ditemui dalam sebuah kota ideal2 tanpa terganggu dengan melajunya kendaraan – kendaraan di sekitarannya.

 

Selain itu, pada area ini juga terdapat waterfront yang berada di dekat pintu masuk Universal Studio Hollywood, ‘area air’ ini merupakan salah satu gambaran representasi kota ideal yang dinyatakan oleh Le Corbusier1 sehingga kualitas pengalaman yang didapatkan menjadi tidak monoton seperti yang banyak diungkapkan dalam kota modern, seperti Jakarta dengan skyscrapernya.

 Area terakhir adalah Lower Lot, Upper Lot dan Lower Lot dihubungkan dengan escalator, area ini ibarat downtown dalam sebuah kota, masih terdapat wahana bermain di area ini namun jumlahnya tidak sebanyak pada Upper Lot, dan wahana penggambaran film garapan seperti ‘area air’ yakni Jurasic Park The Ride yang memberikan pengalaman dalam dunia air, meskipun tidak secara harfiah berdiri dengan fungsi kolam renang seperti yang diungkapkan Le Corbusier1.

Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiga area pada Universal Studio Hollywood, mengadaptasi konsep kota ideal yang dikemukakan oleh Le Corbusier, dan diperkuat oleh pernyataan Dr. Rhodri Windsor Liscombe, mengenai kualitas hidup yang didapat oleh penduduk sebuah kota yang disini diterjemahkan sebagai kualitas pengalaman oleh pengunjung Universal Studio Hollywood yang dihadirkan dari kecanggihan teknologi dalam penggambaran imajinasi film – film produksi Universal Studio. Diselaraskan dengan konsepnya taman bermain, karenanya diadakan jalur pedestrian dan beberapa waterfront. Hal – hal tersebut yang pada akhirnya menciptakan sebuah valuable experience yang semestinya didapatkan dalam sebuah kota ideal.

 

Sumber :

1,2 dan 5. Le Corbusier (Charles Edouard Jeanneret-Gris), The Radiant City: Elements of a Doctrine of Urbanism To Be Used as the Basis of Our Machine-Age Civilization (London: Faber and Faber, 1967). 

3 dan 4. Dr. Rhodri Windsor Liscombe, Vancouver Working Group Discussion Paper : The Ideal City (The World Urban Forum, 2006).

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: