there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

Perbedaan tatanan panel diantara 2 jenis komik Jepang

Filed under: architecture and other arts — thalfahamalina @ 02:06
Tags:

Semua orang pasti suka baca komik, terlebih komik Jepang. Saya termasuk penggemar komik Jepang atau biasa disebut manga. Terdapat 2 jenis manga, yaitu Shonen (komik yang dipasarkan untuk kaum pria, tapi banyak juga penggemar wanitanya) dan Shoujo (komik yang dipasarkan untuk wanita). Isi cerita dari masing-masing komik tersebut tentu berbeda, jika Shonen ceritanya tipikal cerita action, maka shoujo lebih banyak cerita mengenai romantisme.

Image  Image  Image  Image

Komik Shonen

Image Image Image Image

komik shoujo

Kalau dilihat dari cover manga-nya terlihat sama saja,hanya perbedaan gaya si karakter komik yang kalau di Shonen menunjukkan karakteristik ketangguhan sedangkan Shoujo menampilkan sisi paras si karakter komik, lalu bagaimana bagian dalamnya? mari kita lihat gambar di bawah ini!

Image Image Image

Image

Komik Strip Shonen

Image

          Image Image Image

Komik Strip Shoujo

Dari gambar-gambar itu kita dapat melihat perbedaan dari keduanya.

1. Panel Shonen cenderung lebih banyak dibandingkan dengan panel Shoujo dalam 1 frame kertas.

Image     Image

2. Gambar objek pada komik shonen tidak melewati garis panelnya, sedangkan Shoujo suka sekali melebihi garis panel, bahkan kadang ada gambar objek yang paling besar di luar panel dengan penambahan panel ukuran kecil sekali menumpuk di bagian yang besar itu.

Image  Image

3. Perbandingan panel satu dengan yang lain pada Shonen cenderung sama ukurannya, berbeda dengan Shoujo yang menyebabkan ada panel yang kecil banget bila si pembuat manga menggambar objek satu halaman besar dengan ditumpuk panel kecil banget ini.

Image    Image

4. Panel pada Shonen manga selalu berada dalam satu tarik garis lurus, sedangkan shoujo kadang-kadang panelnya agak miring hingga membentuk derajat tertentu.

Image Image

5. Komik Shonen selalu penuh dengan panel pada 1 lembar halaman kertas, tapi karena ada space-space antar panel jadi masih terkesan lowong. Berbeda dengan Komik Shoujo yang panelnya sedikit, tapi kesan ‘penuh’ terasa akibat gambar di luar panel yang dieksplorasi habis-habisan.

 Image  Image

 Terkadang banyak penggemar komik Shonen yang mengeluh saat membaca komik Shojo. “mengapa boros kertas?maengapa untuk 1 dialog sampai 2 halaman?” dan lain sebagainya. Dapat dibilang para mangaka (pembuat komik) seperti terkesan “membuang space” yang ada untuk membuat komik. Tapi justru disitulah letak estetik dari komik Shoujo, yaitu menuangkan emosi cerita yang ada dengan membuat objek karakter terekspos ’emosi’nya di lembar kertas yang ada di luar panel, dan kemudian dengan panel yang tidak kaku seperti di Shonen, bentuk ini berbaur dengan gambar besar objek karakter yang biasanya jadi 1 background di lembar kertas tersebut. Tapi terkadang dengan tatanannya seperti itu komik Shoujo mungkin akan sulit dibaca bagi yang jarang membaca komik. Berbeda dengan komik shonen yang panelnya sangat teratur. Kalau saya sendiri cenderung suka dengan Shoujo, selain karena saya wanita, juga komposisi layout Shoujo yang lebih bisa bermacam-macam karena si mangaka harus pintar-pintar atur komposisi layout komiknya agar mudah dibaca tapi juga tidak mengurangi keindahan dari gambar objek karakter di komik. Kalau anda lebih suka yang mana?

 sumber:
http://www.mangatutorials.com
http://sumthinblue.com/wp-content/uploads/2009/08/read_manga_howto.jpg
http://www.resoo.org
http://www.heywomencomics.blogspot.com
http://www.en.wikipedia.org

4 Comments »

  1. Saya setuju dengan paragraf terakhir yang ditulis. Memang benar komik shoujo lebih boros dengan banyak space terbuang, namun dari sana terlihat emosi yang ada dalam komik tersebut. Selain itu, dari tata cara peletakkan dan pengekspresian itulah yang membuat komik shoujo tidak terlalu kaku dan membosankan. Saya jadi terpikirkan, apakah dalam peletakan panel komik shoujo atau pun shonen ada aturan khusus, misal total panel harus berjumlah sekian, atau peletakan panel yang lebih besar harus di kanan atas dan yang kecil disampingnya, atau justru peletakkannya menggunakan golden section..

    Comment by listyadharani — April 4, 2012 @ 07:13

  2. Panel dalam komik sebenarnya digunakan untuk menyampaikan mood cerita. selain susunan, garis-garis pembentuk panel juga sebenarnya sangat beragam dan bisa berbeda jika ingin suasana yang disampaikan berbeda. Dibanding aturan yang berdasarkan golden section, mungkin peletakan dan bentuk panel dalam komik lebih erat kaitannya dengan cerita dan mood yang sedang disampaikan oleh pembuat komik. Mungkin itulah salah satu alasan perbedaan panel pada komik shoujo dan shonen.

    sumber : http://www.mangatutorials.com/tut/paneling.php

    Comment by fitriaisyah — April 4, 2012 @ 10:13

  3. Mungkin hal ini terkait dengan tujuan untuk siapa komik atau manga itu dibuat. Untuk Shounen yang ditujukan bagi pembaca laki-laki, menurut saya dicocokkan dengan karakter gender laki-laki itu sendiri yang cenderung lebih simpel dan logis dalam berpikir sehingga untuk membacanya akan lebih mudah dengan layout yang teratur rapi. Berbeda dengan wanita, wanita cenderung mencampurkan emosinya dalam berpikir sehingga gambar dan layout yang terdapat di komik shoujo dibuat dengan mengekspresikan emosi cerita bagi si pembaca (wanita), hal ini menurut saya, walaupun terkesan tidak rapi dan boros, namun dapat mempermudah pembaca wanita untuk lebih mendalami dan terhanyut dengan adegan-adegan cerita.

    Comment by tithanasution — April 4, 2012 @ 10:15

  4. Bahasan terkait dengan panel-panel yang terdapat di komik ini merupakan bahasan yang menarik, di mana komik yang ditujukan untuk laki-laki lebih memiliki garis yang tegas dan bentuk panel yang jelas apabila dibandingkan dengan komik untuk perempuan yang memiliki bentuk lebih fleksibel dan beragam. Selain itu, komik shoujo juga lebih menunjukkan emosi yang lebih terasa dibandingkan dengan komik shounen. Merupakan bahasan yang menarik, di mana gender mampu mempengaruhi tampilan visual dalam komik Jepang. Selain dari panel-panel, perbedaan antara komik shoujo dan shounen juga tampak dari garis-garis elemen pembentuk gambar di dalam komik, di mana pada komik shoujo terdapat garis-garis dengan ketebalan yang lebih tipis dibandingkan di komik shounen. Elemen lain di dalam komik yang juga mampu membedakan komik shounen dan shoujo adalah unsur dekoratif yang terdapat di dalam panel, di mana pada komik shoujo terdapat lebih banyak unsur yang bersifat dekoratif seperti bunga-bunga dan bubbles apabila dibandingkan dengan komik shounen.

    Comment by arumst — April 4, 2012 @ 10:33


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: