there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

SIMETRI DAN PROPORSI PADA ORNAMEN MEANDER

Filed under: architecture and other arts,classical aesthetics — dyahprawirajati @ 21:44

Pada zaman Yunani Kuno, arsitektur banyak menerapkan unsur simetri dan proporsi, seperti yang dikatakan Vitruvius, seorang arsitek pada masa itu yang menulis buku De Architectura yang sekarang dikenal Ten Books of Architecture yang dipersembahkan untuk Kaisar Augustus dalam upaya pembangunan kota bangsa Yunani. Menurut Vitruvius : “The design of a temple depends on symmetry, the principles of which must be most carefully observed by the architect. They are due to proportion, in Greek ἁναλογἱα. Proportion is a correspondence among the measures of the members of an entire work, and of the whole to a certain part selected as standard. From this result the principles of symmetry. Without symmetry and proportion there can be no principles in the design of any temple; that is, if there is no precise relation between its members, as in the case of those of a well shaped man”. Simetri dan proporsi menjadi bagian penting dalam membangun candi atau kuil. Unsur tersebut menurut Vitruvius dihadirkan untuk mendapatkan nilai estetika, “beauty, when the appearance of the work is pleasing and in good taste, and when its members are in due proportion according to correct principles of symmetry.” Tidak hanya candi atau kuil yang menerapka dua unsur ini tetapi juga dalam fungsi bangunan lain, kolom dan juga ornamen.

Ornamen merupakan salah satu elemen dekoratif yang banyak dipakai pada arsitektur klasik, pada masa Yunani Kuno pun benda arsitektural telah menggunakan ornamen sebagai elemen dekoratif. Apakah salah satu ornamen Yunani Kuno yaitu Meander memiliki simetri dan proporsi yang pada masa itu menjadi elemen penting untuk mendapatkan estetika?

Meander merupakan salah satu ornamen kuno yang berasal dari Yunani, Awalnya meander dipakai sebagai elemen dekoratif pada alat-alat perkakas manusia seperti tembikar, vas bunga, dan lain-lain, lalu meander banyak dipakai sebagai elemen arsitektural seperti pada kolom-kolom, dinding dan ceiling. Meander terdiri dari garis yang saling berhubungan dan kontinu. Ornamen ini diambil dari sungai Meander yang alirannya berkelok-kelok ada juga yang menyebutkan meander berasal dari cerita popular tentang legenda raja Minos dan Crete, Theseus yang mencoba membunuh Minotaur yang mencari jalan masuk keluar di labirin. Hal ini juga yang membuat meander sering diaplikasikan pada jalan masuk seperti pintu dan pilar.

Gambar 1. Variasi Ornamen Meander

Gambar 1. Variasi ornamen meander

Gambar 2. Aplikasi Meander pada pilar

Gambar 2. Aplikasi ornamen meander

Simetri telah ada di alam bahkan ditubuh manusia itu sendiri hingga alat-alat yang dihasilkan manusia. Menurut Slavik Vlado Jablan (2002) dalam seni rupa istilah simetri diartikan estetika pada masa Yunani Kuno, dalam arti yang lebih luas simetri menunjukan harmoni, kesepakatan, ketaraturan, sedangkan dalam artian yang sempit merupakan pencerminan atau garis pemantulan.

Gambar 3. Detail Ornamen Meander

Diagram 1. Simetri bentuk dasar meander

Diagram diatas menjelaskan simetri yang terjadi pada ornament meander ini, diagram diatas mencoba mencari bentuk dasar dari ornament ini, bentuk dasar yang didapat adalah garis horizontal dan vertical yang saling membentuk sudut 90o terjadi beberapa tahap pencerminan, pertama dicerminkan terhadap sumbu x lalu dicerminkan lagi terhadap sumbu y. Pada pencerminan terhadap sumbu y ini selanjutnya dilakukan pengulangan berkali-kali, ornament meander ini biasanya membentuk memanjang horizontal.

Diagram 2. Proporsi bentuk dasar meander

Proporsi merupakan perbandingan suatu elemen terhadap elemen lain didalamnya. Dari bentuk dasar meander, garis horizontal dan vertikal yang terbentuk memiliki proporsi yang sama, sehingga membentuk proporsi yang seimbang.

Ornamen meander menerapkan simetri dan proporsi yang menjadi elemen penting dalam pembentuk estetika dalam arsitektur dan seni klasik. Bentuk ornamen dipengaruhi waktu dan tempat dimana ornamen itu dibuat, pengambilan bentuk bianya berdasarkan benda dan fenomena alam serta keseharian yang dijadikan simbol yang memiliki makna khusus untuk kelompok masyarakat tertentu

DAFTAR PUSTAKA

Vitruvius. The Ten Books of Arcitecture. trans by Morris Hicky Morgan, Ph.D, Ll.D

Vlado Jablan, Slavik. (2002) . Symmetry, Ornament, and Modularity. Singapore: World Scientific Publishing

British Museum Pattern Books: Roman Designs, by Eva Wilson, 1999, p. 12.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: