there’s something about geometry + architecture

April 4, 2012

symmetry rules pada potongan pizza

Filed under: Uncategorized — annauswa @ 05:26

Apa yang terpikirkan pertama kali dalam benak anda ketika menginginkan dan mendengar kata pizza? Potongan pizza dan seloyang pizza berbentuk lingkaran dilapisi olehkeju yang meleleh dengan daging cincang, daging asap, sosis sebagai toppingnya? Berdasarkan survey yang dilakukan pada 10 koresponden, 8 orang diantaranya menjawab yang terlintas pertama kali mendengar kata pizza adalah potongan pizza, sedangkan 2 orang sisanya menjawab ukuran utuh pizza, lingkaran.

Jawaban yang dihasilkan dari survey mengacu pada bentuk dan potongan pizza yang memang biasa kita temui pada restoran umumnya. Bentuk seperti itu seolah – olah sudah terpampang dalam otak, yang akhirnya menutup kemungkinan adanya bentuk – bentuk lain. Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah yang menjadi dasar dari bentuk pizza yang lingkaran beserta potongannya sehingga bentuk tersebut banyak digunakan dan lebih dikenal orang?

Bentuknya yang lingkaran berkaitan erat dengan sejarah dan penyebarannya dimana ide pizza sebagai sebuah roti berbentuk lingkaran tipis dengan tambahan topping yang berasal dari bangsa Yunani, kemudian akhir abad 18 di Naples, Italy, chef Rafaele Esposito mengembangan ide pizza bangsa Yunani dengan bentuk roti yang sama namun menggunakan toping yang baru seperti tomat, keju mozarella, dan daun kemangi. Pemilihan bentuk lingkaran dari awal ditemukan hingga saat ini adalah karena bentuknya yang simpel dan sesuai dengan alat yang digunakan. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk yang lain.

Berhubungan dengan bentuk potongan pizza yang disebutkan sebelumnya, apakah memotong pizza harus seperti itu? apa dasarnya?

Jenis potongan yang dihasilkan dari pizza berbentuk lingkaran ternyata berhubungan dengan kemudahan saat memakannya. Bentuknya yang lancip pada bagian tengah pizza yang penuh dengan toping dan melebar pada bagian pinggir pizza yang lebih tebal rotinya serta sedikitnya topping, memberikan kemudahan ketika menarik pinggiran pizza hingga memegangnya tanpa harus merusak topping serta mengotori tangan dan pizza dapat diambil dari semua sisi. Begitu juga dengan cara memakan pizza, 9 orang dari 10 koresponden lebih dulu memakan bagian lancip pada pizza kemudian dilanjutkan hingga kepinggirannya. Hal ini karena sebagian orang cenderung ingin menikmati bagian terlezat pizza lebih dulu dan menyesuaikan ukuran lebar mulut.

Tidak hanya itu, cara pemotongan pizza yang biasa digunakan ternyata simetri sehingga dihasilkan potongan yang sama – sama besar. Bersumber dari Oxford dictionary, symmetry is the quality of being made up of exactly similar parts facing each other or around an axis: this series has a line of symmetry through its centre. Symmetry is when one shape becomes exactly like another if you flip, slide or turn it.   Yang menjadi fokus disini yaitu pengertian  simetri sebagai sekumpulan garis yang melalui pusatnya kemudian menghasilkan bentuk baru yang sama besarnya. Apakah untuk menghasilkan bentuk baru dengan ukuran yang sama harus melalui pusatnya? pertanyaan ini bertentangan dengan pengertian simetri.

Gambar di atas mencoba membuktikan kemungkinan – kemungkinan bentuk yang dihasilkan dari potongan tanpa melalui titik pusat. Berikut kemungkinan yang terjadi:

Gambar 1: bagian berwarna merah (M) dan putih (P) mendapatkan bagian dengan sama besar dimana terdapat satu garis yang melewati titik pusat.

Gambar 2: M & P mendapatkan bagian yang sama besar juga dengan tidak ada satupun garis yang melewati titik pusat.

Gambar 3: P mendapatkan bagian yang lebih besar dari M, begitu juga yang terjadi dengan Gambar 4 dimana tidak terdapat satupun garis yang melalui titik pusat.

berdasarkan contoh yang ada, terjawab sudah pertanyaan di atas yang mencoba menentang pengertian simetri bahwa hanya dalam beberapa kasus saja pembagian potongan pizza sama rata jika pemotongan dilakukan tidak melalui titik pusat.

referensi:

Weekly World News 25 Agu 1998

The book of pizzas & Italian breads by Sarah Bush. 1996.

http://www.nerdnirvana.org/tag/geometry/

1 Comment »

  1. Saya setuju dengan pernyataan anda. Dengan potongan pizza yang berbentuk segitiga akan memudahkan kita untuk memegang dan memakan pizza tersebut. Sekarang ini banyak juga orang memakan pizza dari pinggirannya. Belakangan ini banyak orang yang menjual pizza dengan pinggiran yang beragam, bahkan pinggirannya lebih menarik dan enak untuk dimakan.

    Potongan segitiga dan bulatnya pan pizza juga sudah sangat melekat dipikran kita. Bila ada bentuk bulat lalu dipotong menjadi segitiga sama sisi, saya langsung teringat dengan pizza, walaupun gambar tersebut tidak menggambarkan pizza sama sekali. Belakangan ini, banyak orang yang menjual pizza dengan potongan yang berbeda. Berbentuk segi empat. Pertama kali saya melihatnya, saya bingung apakah itu adalah pizza atau orang yang menjual memberi nama tersebut dengan asal. Berdasarkan tulisan anda diatas, saya menjadi mengerti bahwa orang yang menjual pizza berbentuk segiempat mengambil persepsi sebuah pizza sebagai roti yang lepes ditaburin topping. Orang tersebut tidak mengetahui bahwa pizza bukan hanya sekedar topping, melainkan bentuknya sendiri.

    Comment by nadhilasuhaila — April 4, 2012 @ 17:10


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: