there’s something about geometry + architecture

April 12, 2012

Pengaruh Bentuk Fisik Botol terhadap Cara Memegangnya ketika Isi Botol hendak Dikeluarkan

Filed under: Uncategorized — indralim09 @ 18:55

Di kamar kos saya banyak botol yang bisa ditemukan dan botol-botol tersebut digunakan sebagai wadah untuk mengisi benda-benda kebutuhan saya. Botol-botol tersebut ada yang berisi cairan yang kental dan encer maupun benda padat seperti tablet dan bubuk. Jenis-jenis isi dari botol tersebut juga beraneka ragam ¾ ada yang merupakan minuman, obat-obatan, pembersih tangan, sabun, shampoo, cairan penyegar dan pembersih mulut, parfum, cat, dan lem.

Pada suatu hari, saya mencoba mengumpulkan sebagian besar botol-botol yang bisa saya temukan di dalam kamar saya. Setelah dikumpulkan, saya mencoba memperhatikan bentuk fisik dari botol-botol tersebut. Dari hasil pengamatan saya, saya mendapatkan dimensi botol-botol tersebut beraneka ragam ¾ ada yang besar, sedang, dan kecil. Dimensi ini menentukan kapasitas dari botol-botol tersebut. Mulut botol juga beraneka ragam tergantung dari bentuk isinya dan cara keluar isi botol dari botol yang diharapkan. Kemudian, bentuk botol juga bervariasi ¾ ada yang cenderung berbentuk tabung, memipih dan lain sebagainya. Namun, ada satu hal yang saya temukan sama dari bentuk fisik di antara botol-botol yang saya kumpulkan yaitu semuanya cenderung simetris. Saya mencoba lagi untuk mencari botol-botol lainnya yang tidak simetris di kamar kos saya tetapi saya tidak berhasil menemukannya.

Selanjutnya, saya mencoba untuk menelusuri cara penggunaan botol-botol tersebut terutama dari cara memegangnya ketika isi dari botol hendak dikeluarkan. Saya ingin mengamati apa perbedaan yang terjadi dari cara saya memegang botol yang menurut saya nyaman dan cukup kuat terhadap botol-botol tersebut ketika isinya hendak dikeluarkan. Bagaimana pengaruh instrumen dimensi dan bentuk baik dari bentuk geometrisnya misalnya menyerupai tabung atau pipih maupun kesimetrisannya terhadap aksi saya ketika memegang setiap botol tersebut?

Foto-foto di atas adalah hasil percobaan saya terhadap cara memegang botol-botol yang sudah saya kumpulkan yang menurut saya cukup nyaman ketika isi botol hendak dikeluarkan dan sebelum mulut botol atau tutup botol dibuka. Percobaan pertama dilakukan pada botol obat tablet yang paling kecil di antara botol-botol lain yang saya kumpulkan. Untuk memegangnya, saya menempatkan jari jempol saya menempel pada bagian depan botol dan jari telunjuk bersamaan dengan jari tengah menempel pada bagian belakang botol. Percobaan pada botol berdiameter cukup besar dan tinggi lebih dari empat jari, saya memegangnya dengan kelima jari saya seperti pada percobaan nomor dua dan delapan. Jika diameternya lebih besar lagi, saya memegangnya dengan cara menggenggam seperti pada percobaan nomor sembilan, tiga belas, empat belas, dan lima belas. Percobaan pada botol berbentuk pipih juga hampir serupa. Semakin besar dimensi lebarnya, botol cenderung semakin digenggam ketika dipegang. Percobaan nomor tiga sedikit berbeda hasilnya. Pada percobaan ketiga yaitu terhadap cara memegang botol yang dimensi diameternya kecil tetapi memanjang, saya cenderung merasa lebih nyaman memegangnya dengan menempelkan jari jempol pada bagian depan jempol dan jari-jari lainnya selain jari kelingking pada bagian belakangnya.

Dari semua percobaan terhadap semua botol yang sudah saya kumpulkan, ada satu hal yang sama terjadi pada setiap percobaan yang dilakukan yaitu jari jempol saya ditempelkan pada sisi bagian depan botol dan jari-jari saya yang lain ditempelkan pada sisi lain yang simetris terhadapnya. Dengan kata lain, ketika saya memegang botol-botol tersebut dalam posisi yang menurut saya cukup nyaman ketika hendak mengeluarkan isi botolnya, bagian yang dipegang untuk memberikan gaya tekan pada botol sehingga botol tidak terjatuh ¾ yang mana ada dua arah gaya yang saling berlawanan, saling mendekati pada satu titik, dan menghasilkan resultan gaya sama dengan nol ¾ merupakan bagian yang saling simetris satu sama lain. Jadi, dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa bentuk fisik botol mempengaruhi cara memegangnya dalam posisi yang nyaman ketika isi botol hendak dikeluarkan baik dari dimensinya maupun bentuk geometrisnya termasuk kesimetrisannya juga. Ketika ada kesamaan bentuk fisik, maka ada aksi yang cenderung sama juga yang dilakukan terhadapnya dan begitu pula sebaliknya.

1 Comment »

  1. Saya tertarik dengan pendekatan Anda dalam mengetahui bentuk fisik botol dan kaitannya dengan gaya yang diarahkan ke botol ketika botol dipegang. Menurut saya, Anda dapat menambahkan faktor massa dan tekstur permukaan benda karena kedua hal ini juga mempengaruhi cara memegang suatu benda. Ketika memegang suatu benda, jari akan lebih mudah menggenggam atau memegang permukaan kasar dibanding halus dikarenakan besarnya gaya gesekan yang terjadi. Selain itu, besarnya massa juga membuat jari menggenggam lebih kuat atau lebih banyak jari digunakan untuk menggenggam benda tersebut.
    Selain itu, saya juga ingin menambahkan bahwa gaya bisa berasal dari segala arah sehingga benda dapat memiliki bentuk yang lebih beragam, seperti benda nomor 3, apabila dipegang dengan cara digenggam (terdapat gaya tekan dari permukaan tangan yang menyelimuti botol) maka akan lebih nyaman dibanding ditekan dari dua arah saja.

    Comment by nadhilaadelina — June 2, 2012 @ 01:17


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: