there’s something about geometry + architecture

June 3, 2012

Snake Game dan kaitannya dengan Mobius Strip

Filed under: Uncategorized — thalfahamalina @ 14:00

Snake game sudah berkembang sejak tahun 1970 di tempat-tempat game arcade. Tahun 1998 kembali diperkenalkan melalui handphone Nokia dan menjadi favorit banyak orang setelahnya. Permainannya nya cukup sederhana kita hanya mengontrol ular yang mencari makanannya namun tidak boleh mengenai ekornya serta tembok yang ada di sekitarnya. Kesulitan dari Snake Game ini adalah ketika tubuh si ular semakin panjang seiring dia memakan makanannya yang ada di sekelilingnya itu, maka dia jadi sulit bergerak secara leluasa, dan kita menjadi sulit mengarahkan dia untuk bergerak ke arah tertentu karena sekelilingnya sudah dipenuhi oleh tubuhnya yang sudah sangat panjang. Pada saat itu, game over barangkali menjadi hal tak terelakkan.

Game snake pada Nokia 3330:

Sebelum membaca lanjutan paragraf post ini, ada baiknya melihat videonya terlebih dahulu.

Di dalam video itu, terlihat bahwa ularnya sudah memenuhi layar handphone dan si pemain bertindak hati-hati saat makanannya muncul di sebelah ular tersebut, dan yang membuat saya menulis post tentang ini adalah gambar ini

      -> ular sudah berada di pinggir tembok paling kanan. Kemudian,

Kepala ular muncul di sebelah kiri paling bawah dan dia akan terus makan sampai game over.

 Ketika ular tersebut bergerak di area layar, pergerakannya seolah hanya berada pada satu titik, yang mebuat kepala dan ekornya dapat saling bertemu. Bila digambarkan kira-kira seperti ini.

ular bergerak vertikal, dirinya hanya akan terus menerus kembali ke tempat itu lagi dan lagi, sampai tak terhingga, kepala dan ekornya terus bertemu,  ketika bagian kepalanya sudah mencapai garis bawah layar,maka saat itu juga akan muncul dari atas layar dan kepalanya akan bertemu dengan ekornya dalam posisi bersamaan ,jika si pemain tidak mengontrolnya untuk ke arah lain.

Begitupun juga ketika ular bergerak horizontal, bila ular didiamkan (tidak dikontrol) maka dia akan terus menerus bergerak dengan keadaan menghilang dari sisi kanan layar dan muncul lagi dalam sisi kiri layar.

Kaitan game ini dengan Mobius Strip adalah tempat pergerakan si ular yang seakan tidak memiliki akhir, dia justru terperangkap di tempat itu saat dia berpindah ke sisi yang berbeda-beda namun tetap mengantarkan si ular kembali ke tempat itu lagi dan lagi, sama halnya dengan Mobius Strip yang hanya memiliki satu sisi dan satu arah meskipun terlihat ada 2 sisi pita yang berbeda.

sumber:

http://mynokiablog.com/2010/11/22/video-classic-snake-ii-on-the-nokia-n8-for-symbian3-and-s60-5th-at-ovi-store/

2 Comments »

  1. Tulisan Anda mengenai Snake Game ini membuat saya ingin menghubungkannya juga dengan topologi dalam dimensi dunia maya. Jika kita lihat secara langsung, ular hanya bergerak dalam bidang datar, namun muncul kembali di sisi yang berseberangan dengan sisi yang “ditembusnya”. Jikalau kita posisikan bidang datar ini di dunia nyata, sepertinya bidang tempat ular bergerak tidak merupakan bidang datar, melainkan suatu bola dengan tiap ujung permukaan bidang datar tadi terhubung seluruhnya. Menurut saya, ini terjadi karena media digital saat itu belum dapat memunculkan, seperti yang Anda katakan, pergerakan ular yang terus menerus kembali ke tempat yang sama. Programmer membuatnya seperti seakan-akan ada “warp portal” di sisi-sisi yang saling berseberangan.
    Hal lain yang membuat saya tertarik adalah konsep bahwa jika permukaan tempat kita bergerak dikecilkan sampai sekecil2nya, kita bahkan dapat melihat sosok kita dari belakang (yang saya dapat ketika Anda mengatakan kepala ular menabrak ekornya saat bergerak terus di arah yang sama.

    Comment by nadhilaadelina — June 9, 2012 @ 17:48

  2. Menurut saya ini juga ada kaitannya dengan cara bagaimana kita memandang si layar handphone tersebut apakah layar tersebut memang datar atau malah seakan-akan berbentuk bola sebenarnya sehingga terlihat bahwa ular tersebut seperti berjalan di atas permukaan bola yang tak ada ujungnya (seperti garis pada bumi). Memang jika secara logika, ular yang terus menerus bergerak tanpa henti dan tidak habis-habisnya itu jika bergerak pada bidang datar maka ia tak akan mencapai ujungnya atau mungkin akan kembali lagi akan tetapi dalam waktu yang sangat lama, namun coba perhatikan bahwa tidak sampai hitungan menit kepala ular yang tadinya sudah keluar dari batasan layar maka langsung masuk dari arah berseberangannya, lalu dimana letak jarak dan waktunya? jika memang bulat apakah semestinya perlu ada jeda waktu tertentu baru si kepala muncul lagi ke dalam layar. Dalam hal ini, mungkin si programmer sengaja membuat program seperti hal tersebut untuk memunculkan tantanga yang lebih susah maksudnya ruang yang ada di dalamnya sebenarnya lebih luas dan “tak terbatas” dibandingkan dengan sepetak layar di handphone. Dengan begitu semakin panjang ular yang terbentuk maka akan semakin susah dalam menentukan ruang gerak karena penglihatan kita hanya sebatas sepetak layar di handphone.

    Comment by meirisyananda — June 12, 2012 @ 23:10


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: