there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Filed under: architecture and other arts,ideal cities,perception — mahardikaandi @ 22:40

Springfield sebagai Kota Ideal

Siapa yang tidak kenal dengan Homer, Bart, Marge, Maggie, dan Liza. Mereka semua adalah karakter-karakter dalam keluarga The Simpsons, karakter-karakter aneh berwarna kuning, buah karya dari Matt Groening. Homer telah sukses untuk menjadi sosok yang sangat bertentangan dengan sosok bapak seharusnya, begitu pula dengan Bart dan anggota lain keluarga ini, telah sukses untuk “mencerdaskan” kita tentang bagaimana keluarga seharusnya.

                                                                                                 

Keluarga ini hidup di sebuah kota yang juga merupakan hasil imajinasi dari Matt Groening, Springfield. Dalam sejarahnya Springfield didirikan pada 1796 oleh Jebediah Springfield (Hans Sprungfeld) bersama para pengikutnya. Alasannya karena Jebediah Springfield salah menafsirkan Al Kitab, dan mencoba menemukan The New Sodom. Kota ini mencapai masa kejayaannya pada pertengahan abad ke-20, ketika pabrik Aquacar pertama di dunia didirikan. Diceritakan juga pada masa keemasannya, jalan-jalan di kota ini di aspal dengan emas.  Saat ini total populasi kota ini adalah 30720 jiwa, dan diwalikotai oleh Joe Quimby.

Lalu apa itu ideal city? Kota ideal pada dasarnya hanya berupa gagasan dalam pikiran manusia tentang bagaimana kota seharusnya dibentuk, bagaimana seharusnya kota dan penghuninya berinteraksi, serta bagaimana seharusnya kota itu terlihat. Ide tentang kota ideal mungkin sudah muncul sejak lama. Plato sendiri pernah berbicara tentang hal ini, menurutnya kota ideal adalah cermin dua sisi yang pada satu sisi mencerminkan tentang kosmos, dan pada sisi lainnya mencerminkan tentang individu di dalam kota tersebut. Kota ideal menurut Plato, merupakan bentuk pengkombinasiaan unsur sosial dan politik yang dapat mengembangkan potensi dari tiap individu.

Pemikir-pemikir setelah Plato yang mengemukakan ide tentang Kota Ideal, pada dasarnya memiliki gagasan yang sama dengan Plato, yaitu menciptakan kota yang baik dari semua sisi. Kota tersebut akan bagus jika dilihat dari luar, terlihat indah dan tertata rapi. Kota tersebut memiliki fasilitas dan sarana yang menunjang semua keperluan, sistempolitik dan pemerintahan, sistem pengairan, listrik, sirkulasi dalam kota, semuanya berjalan dengan teratur dan dapat diatur. Dalam semua keteraturan tersebut, diharapkan akan mengurangi elemen-elemen yang akan membuat kota terlihat usang. Kemiskinan dan kriminalitas diharapkan dapat dicegah dengan keteraturan tersebut.

Secara fisik salah satu contoh pengaplikasian langsung dari keteraturan dalam kota ideal adalah penggunaan grid dalam pembangunan suatu kota, yang diharapkan akan menciptakan sirkulasi yang baik dan tidak memperlambat waktu pencarian terhadap suatu tempat.

Kembali pada pembahasan mengenai Springfield, kota ini pun merupakan salah satu bagian dari kota yang coba untuk dijadikan “ideal”. Jebediah Springfield pasti punya gagasan sendiri tentang kota saat dirinya mendirikan kota ini. Secara sederhana jika kita langsung melihat peta kota Springfield di bawah ini, akan mudah untuk menemukan adanya grid-grid dalam kota tersebut. Terlihat bagaimana kota ini diatur pembagian antara kawasan kerja dan kawasan permukiman.

Pada kenyataannya Jebediah Springfield telah berhasil menjadikan kota ini sebagai kota yang berhasil dengan konsep idealnya (Springfield mencapai masa kejayaan pada abad 20). Namun pertambahan penduduk dan berkembangnya zaman, mungkin telah menjadi penanda bahwa keidealan kota ini sudah seharusnya diperbarui. Seperti yang kita semua tahu bahwa gagasan dari manusia akan selalu berkembang, karena gagasan merupakan bentuk awal dari budaya, dan tentu saja budaya manusia tidak berhenti di satu titik. Maka sudah seharusnya gagasan tentang kota ideal mengalami perkembangan dan penyesuaian dengan manusia yang menjadi pemakai kota tersebut nantinya. Pembangunan kota ideal semestinya tidak berjalan sendiri tanpa mempedulikan kepentingan sesungguhnya dari pemakai kota tersebut nantinya. Bila pembangunan kota ideal berjalan sendiri tanpa peduli apapun kecuali estetika yang ingin ditampilkannya, maka jadilah kota tersebut sebuah kota yang bahkan penghuninya sendiri nantinya akan merasa asing untuk meninggalinya. Lalu, yang terjadi nantinya adalah kota tersebut menjadi bentukan kota yang ideal secara fisik, tetapi kota tersebut menjadi tidak ideal secara isi.

Masa kejayaan Kota Springfield mulai luntur dengan semakin jauhnya abad 20 dari mereka dan semakin mendekatnya abad 21. Homer, Marge, Bart, Liza, dan Meggie hidup di masa Springfield telah kehilangan masa keemasannya. Saat jalan-jalan di kota ini sudah di aspal dengan aspal, tidak lagi dengan emas, Saat tingkat polusi dan pencemaran di kota ini sudah sangat tinggi, saat tingkat kriminalitas di kota ini telah menjadi sangat tinggi, dan saat kota ini telah mendapat sebutan America’s Worst City dari majalah TIME.

Sebuah kota yang didirikan dengan gagasan untuk menjadi sebuah kota ideal, The New Sodom oleh Jebediah Springfield, tidak mampu mempertahankan keidealannya sebagai kota selain hanya grid yang masih terlihat pada kota tersebut jika suatu hari Anda ada waktu untuk terbang mengunjungi kota ini. Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi?

Mungkin karena kota yang didirikan pada 1796 ini memang sudah tidak ideal lagi dengan penataan kotanya untuk dipertahankan sampai memasuki abad ke-21. Pada awal kota ini didirikan tentu belum ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir milik Mr. Burns yang menjadi penyumbang limbah terbesar bagi kota ini.

Konsep kota ideal yang memisahkan antara kawasan bermukim dan kawasan kerja memang memberi dampak positif bagi kota ini, setidaknya warga Kota Springfield tidak terpapar langsung radiasi nuklir. Tetapi sistem pembuangan limbah yang tadinya hanya merupakan limbah pabrik tekstil kini berganti menjadi limbah nuklir, yang mengalir ke bendungan air untuk keperluan warga. Sekali lagi kota ideal yang di bangun Jebediah Springfield telah gagal bertahan melawan perjalanan waktu.

Kota ideal dapat menjadi ideal bila hadir di waktu dan tempat yang tepat. Seandainya memang keidealan tersebut tidak sesuai dengan pemakai dari kota tersebut, untuk apa keidealan tersebut harus dipaksakan hadir. Beberapa kota di Amerika mungkin memang telah berhasil untuk terlihat bagus secara fisik dan memenuhi syarat kota ideal. Tapi apa yang ada di Amerika tentu akan berbeda dengan apa yang ada di tempat lain. Jika Indonesia berusaha untuk mengikuti pembangunan kota seperti apa yang telah ada di Amerika, mungkin nantinya nasib kota-kota di Indonesia akan sama seperti Kota Springfield yang berusaha mempertahankan keidealn kotanya.

Jika Amerika memang telah berhasil menemukan bentuk kota idealnya, mengapa kota-kota di Indonesia tidak berusaha untuk menemukan bentuk idealnya sendiri yang sesuai dengan sosial dan budaya masyarakat setempat. Seperti Kota Springfield yang pada akhirnya berusaha untuk menemukan kota idealnya untuk masa sekarang.

 

Daftar Literatur

http://en.wikipedia.org/wiki/Ideal_city

http://www.scottlondon.com/articles/idealcity.html

http://www.da-vinci-inventions.com/ideal-city.aspx

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Simpsons

http://en.wikipedia.org/wiki/Springfield_(The_Simpsons)

Episode The Simpsons dari berbagai Season.

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: