there’s something about geometry + architecture

June 12, 2012

Ba Sing Se: Konsep Kota Ideal dalam Dunia Avatar

Filed under: ideal cities — lifafebriani @ 21:38

Utopia, sebuah gambaran pulau ideal dengan masyarakat ideal yang dicetuskan oleh Thomas More dalam bukunya Utopia (1516). Kata Utopia sendiri diambil dari bahasa Yunani οὐ (“not”) dan τόπος (“place”) yang dalam Bahasa Inggris berarti no-place atau tempat yang tidak eksis keberadaannya. Thomas More memberikan gambaran mengenai bentuk kota yang ideal yang sebenarnya tidak dapat ditemui secara nyata. Parameter idealnya dapat dilihat baik dari segi fisik maupun non fisik seperti politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain.

Dalam penjelasan kali ini saya ingin membahas dua kota yang dianggap ideal oleh “masyarakatnya” namun keduanya juga bukan merupakan kota yang eksis. Dua kota tersebut adalah Amaurot yang merupakan ibukota dari Pulau Utopia dengan kota Ba Sing Se, ibukota dari Kerajaan Bumi dalam serial TV Avatar: The Legend of Aang.

Peta Pulau Utopia oleh Thomas More

Kota Ba Sing Se

Penjelasan Thomas More sendiri mengenai keadaan geografis Utopia yaitu:

“The island of Utopia is in the middle two hundred miles broad, and holds almost at the same breadth over a great part of it, but it grows narrower towards both ends. Its figure is not unlike a crescent. Between its horns the sea comes in eleven miles broad, and spreads itself into a great bay, which is environed with land to the compass of about five hundred miles, and is well secured from winds.” (Utopia; page 61-62).

Thomas More menggambarkan sebuah pulau Utopia yang yang berbentuk bulan sabit yang secara natural aman dari tiupan angin laut. Dari penjelasan awal mengenai pulau utopia ini, telah digambarkan bahwa secara fisik pulau ini ideal karena aman dari bencana alam yang ditimbulkan oleh angin.

Pembagian empat negara dalam Avatar

Kerajaan Bumi memiliki wilayah terluas dengan hampir meliputi 3/4 wilayah daratan yang ada. pada gambar di atas kerajaan bumi ditunjukkan dengan warna hijau (bagian timur laut). Pada pulau-pulau besar di kerajaan bumi terdapat teluk yang mirip dengan teluk pada Pulau Utopia yang berbentuk bulan sabit. Dapat dikatakan dengan keadaan geografis yang hampir mirip, pengaruh angin yang diterima oleh pulau besar pada kerajaan bumi tersebut juga akan menyerupai keadaan pada Pulau Utopia yang tahan terhadap angin laut.

Selanjutnya kita beralih menuju ibukota dari Pulau Utopia yaitu Amaurot dan Ba Sing Se, ibukota dari kerajaan bumi. Dalam bukunya, Thomas More menggambarkan keadaan dari Amaurot sebagai kota yang terletak di daerah yang lebih tinggi, yaitu bersebelahan dengan bukit. Berbentuk persegi dengan panjang setiap sisinya sepanjang dua mil. Dilalui oleh sebuah sungai yaitu Anider.

Letak kota Ba Sing Se

Ba Sing Se yang merupakan ibukota Kerajaan Bumi terletak di bagian timur laut dari kerajaan bumi. Secara geografis, Ba Sing Se terletak di dataran tinggi yang jauh dari laut. Jadi jika dibandingkan dengan Amaurot yang juga merupakan ibukota dari Utopia, keduanya sama sama berada di dataran tinggi, namun Ba sing Se tidak dilewati oleh sungai sebagai sumber air nya, melainkan sebuah danau bernama Lake Laogai di bagian sisi luar kota.

Utopia memiliki sebuah sistem pemerintahan yang sudah sistematis dengan diangkatnya Syphogrant, Tranibore, dan Prince yang kemudian dilakukan pemilihan secara berkala. Sedangkan sistem pemerintahan pada kerajaan bumi berbeda dan lebih modern daripada pemerintahan Utopia dengan diangkatnya seorang Raja Bumi yang memerintah seluruh kerajaan bumi dan seorang Sekretaris Jendral yang mengepalai setiap kota di kerajaan bumi. Pengangkatan raja baru dilakukan  ketika raja yang lama meninggal atau mengundurkan diri, sedangkan pengangkatan sekretaris jendral dilakukan berkala setiap tahunnya.

Walaupun kedua ibukota tersebut memiliki keadaan geografis yang hampir mirip, namun bagaimana dengan kehidupan masyarakat dan barang-barang yang mereka hasilkan?

Selain dari hasil agrikultural berupa peternakan ayam dan penghasil telur, masyarakatnya juga telah menghalkan barang dari berbagai industri. Sedangkan pada Ba Sing Se produk yang menjadi andalannya adalah produk hasil pertanian berupa kubis. Lahan pertanian Ba Sing Se berada di sisi luar kota. Lahan pertanian ini mampu menyuplai kebutuhan seluruh kota.

Dari sisi arsitektural bangunan, Thomas More memiliki penjelasan untuk menggambarkan rumah-rumah yang ada di Utopia. Penggambaran sisi di Utopia oleh Thomas More:

“The town is compassed with a high and thick wall, in which there are many towers and forts …” (Utopia; page 68)

Digambarkan bahwa kota di Utopia dilindungi oleh dinding yang tebal dan tinggi serta terdapat banyak menara dan benteng untuk pertahanan – seperti pada kota ideal versi Vitruvius – Ba Sing Se juga dikelilingi oleh dinding yang tebal dan tinggi yang melindungi orang yang ada di dalamnya. Hal ini menguntungkan mereka karena sulit ditembus oleh pasukan Negara Api yang ingin menginvasi.

Berbeda dengan  Amaurot serta kota-kota di Utopia yang tidak mengenal klasifikasi berdasarkan status sosial, layout kota Ba sing Se dibedakan menjadi beberapa zona, yaitu Agrarian zone, Lower ring, Middle ring, dan Upper ring yang kesemuanya dilingkupi oleh dinding (outer wall)  tebal di bagian terluar dari kota. Berikut penjelasan mengenai pola pembagian wilayah menurut status sosialnya.

Agrarian zone terdapat di bagian terluar dari kota. Ia terletak di antara inner wall dan outer wall Ba Sing Se. Selain sebagai ladang pertanian yang menyuplai kebutuhan seluruh warga kota Ba Sing Se, zona ini juga merupakan zona pertahanan antara outer wall dan inner wall jika suatu saat terjadi terjadi penyerbuan. Hasil pertanian pada zona ini kemudian diangkut ke dalam kota dengan menggunakan transportasi monorail yang digerakkan menggunakan sistem gaya gravitasi dengan memanfaatkan kondisi geografis kota yang berada di dataran tinggi. Sedangkan untuk distribusi ke wilayah yang lebih tinggi, penduduknya menggunakan pengendalian bumi untuk menggerakkan monorail.

Lower ring merupakan rumah bagi masyarakat kelas bawah yang merupakan populasi mayoritas dari penduduk kota Ba Sing Se. Area ini dihuni oleh sebagian besar penduduk Ba Sing Se, termasuk pendatang dan pengungsi perang. Bangunan di Lower ring umumnya kecil karena padatnya penduduk dan minimnya ruang yang ada. Atapnya berwarna coklat yang mengindikasikan status dari pemiliknya.

Middle ring dihuni oleh populasi kelas menengah. Di dalam area ini juga banyak terdapat area retail dan restoran serta Town Hall di bagian tengah. Selain itu juga terdapat pusat pendidikan Ba Sing Se yaitu Universitas Ba Sing Se. Bangunan di area ini lebih besar dibandingkan dengan Lower ring, atapnya berwarna hijau. Penduduk dari Middle ring dapat secara bebas mengakses Agrarian zone, Lower ring maupun Upper ring.

Masyarakat dengan status sosial tinggi tinggal di Upper ring, seperti orang kaya, militer ataupun pegawai pemerintahan. Istana Kerajaan Bumi terdapat di tengah area.bangunan di area ini pada umumnya ditutupi dengan dinding yang tinggi dan memiliki atap berwarna kuning. Warga dari Upper ring dapat mengakses kemanapun di wilayah Ba Sing Se.

Agrarian Zone

Lower Ring

Middle Ring

Upper Ring

Perbedaan yang paling menonjol dari Amaurot dan Ba Sing Se  adalah pembagian wilayah tempat tinggal berdasarkan status sosial penduduknya. Pada Utopia dan kota Amaurot itu sendiri tidak dikenal perbedaan status sosial dari tiap penduduknya karena kesemuanya hidup dalam status sosial yang baik (konsep Utopia). Dari adanya perbedaan status sosial saja, kota Ba Sing Se dapat dianggap sebagai kota tidak ideal menurut konsep Utopia. Ada perbedaan tingkat kemakmuran dari penduduknya yang mematahkan Ba Sing Se sebagai kota ideal. Namun jika dilihat dari aspek lainnya, seperti pertahanan, pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan agrikultur Ba Sing Se merupakan sebuah kota yang sudah sangat baik dalam pelaksanaan segala aspek kehidupannya. Ba Sing Se menawarkan sebuah konsep kota ideal yang berbeda dengan Utopia.

 

More, Thomas. 1885. Utopia (Translated by Gilbert Burner). London: George Routledge & Sons

http://avatar.wikia.com/wiki/Ba_Sing_Se

http://www.trivia-library.com/a/utopia-theory-in-history-sir-thomas-more-utopia.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Utopia

2 Comments »

  1. Post yang sangat menarik bagi saya, setelah membaca post ini saya menjadi bertanya-tanya adakah order dan disorder yang mengatur terbentknya keidealan pada kota ba sing se ini? bila iya apakah hanya order saja atau disorder saja, bagaimana mana hubungan order ataupun disoder tersebut dalam membentuk keidealan kota Ba sing se ini?

    Comment by ekaint09 — June 12, 2012 @ 22:17

  2. ide mengenai sebuah kota yang ideal memang sangat beragam. Tidak hanya Avatar, banyak film dan buku fantasi lainnya yang juga memiliki kota ideal masing-masing untuk memenuhi konteks ceritanya. Misalnya, Alagaesia yang diceritakan dalam tetralogi Inheritance oleh Christopher Paolini, adalah sebuah tempat yang ideal untuk dijadikan setting dari keseluruhan ceritanya meskipun pendeskripsiannya sama sekali tidak indah dan memberi kesan seperti alam yang masih liar dan berbahaya. Menurut saya, ide kota yang ideal ini akan sangat dipengaruhi oleh cerita apa yang terjadi di dalam kota tersebut. Ba Sing Se adalah sebuah contoh di mana pembuatnya sudah memutuskan kota seperti apa yang akan ia buat, cerita seperti apa yang akan terjadi, dan lain-lainnya, sehingga Ba Sing Se akhirnya menjadi sebuah kota yang ideal bagi penduduk kerajaan bumi di serial avatar.

    Comment by fitriaisyah — June 12, 2012 @ 22:36


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: